Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Revenge Episode 1, Lihat lengkapnya ada di tulisan yang ini.
Pat, anak dari keluarga konglomerat Akharaphaisansakul bareng bawahannya menghantam seseorang karna menyembunyikan bungkusan obat miliknya. Vee, anak angkat keluarga Akharaphaisansakul yang bertugas untuk mengakhiri problem jikalau ada salah satu anak Tuan Nawin itu menghasilkan masalah.

Vee menjajal menanyakan eksistensi kemasan obat itu tapi orang itu justru mengejek ibunya sehingga Pat justru tertawa karna ibunya Vee sudah tiada. Mendengar hal ini Vee menjajal menyudahi pertengkaran ini dan mengeluarkan bungkusan dan memberikannya terhadap Pat.

Vee cuma memiliki satu-satunya seorang perempuan yang ia ingin lindungi setelah ibunya tiada tapi tanpa sepengetahuannya malam itu Pear putri angkat keluarga Akharaphaisansakul ini berlumuran darah dan Vee yang akan menolongnya justru dipukul di cuilan belakang kepalanya sampai tak sadarkan diri.
Dan Pear kehilangan nyawanya malam itu dikala dilarikan ke tempat tinggal sakit. Keluarga Akharaphaisansakul mengadakan pemakaman diam-diam lantaran tidak mau rumor dari para media.

Terlihat Pat, Pope, dan Chan saling berseteru lantaran Pat si anak sulung itu enggan tiba ke kantor dan meminta Chan untuk menghadiri rapat seumpama biasa. Padahal disitu Vee masih sungguh berduka atas kehilangan Pear tapi mereka terlihat tidak peduli.
Malam harinya Vee menyaksikan ke arah piano kesayangan Pear yang senantiasa bermain disana sambil tersenyum kepadanya kini sudah tiada. Tiba-tiba Natty tiba dan terlihat tidak mempedulikan rasa sedih Vee.
Vee menjajal mendatangi ruangan ayah angkatnya untuk menanyakan insiden malam dimana Pear kehilangan nyawanya lantaran ia masih tidak ingat apa yang terjadi lantaran luka pukulan di kepalanya.

Namun, Natty tiba dengan manja terhadap ayahnya dan tidak membiarkan Vee bicara dengan ayahnya. Natty menghendaki bisnis fashion miliknya sendiri tapi ayahnya menyuruhnya untuk melanjutkan kuliah dulu.
Tuan Nawin meminta Vee untuk memantau Pat seumpama biasa karna mungkin ia akan menghasilkan problem di luar sana.
Vee berpapasan dengan Chan yang gres saja pulang dan ia merasa kesal lantaran keluarganya ini terlalu memanjakan Pat kakaknya. Dan benar saja Pat sedang asik di kafe bareng para perempuan di sampingnya. Begitu juga dengan Pope yang asik taruhan laga kelahi.

Tampak Pat menjajal menawan hati gadis di kafe tapi ternyata pacarnya ada di sampingnya sehingga ia berkelahi. Melihat hal ini Vee pribadi melerai tapi justru dipukuli oleh Pat. Dua perempuan itu pribadi merekam insiden ini setelah mendengar kata Pat anak konglomerat Akharaphaisansakul.
Namun, Vee yang terbiasa melakukan tugasnya ini pribadi mengancam mereka meniadakan video itu dan menyediakan duit ganti rugi. Setelah itu Pat pribadi memarahi Vee karna ia tidak pernah menganggapnya selaku abang angkatnya. Vee terkejut menyaksikan luka sayat di tangan Pat tapi Pat cuma menyampaikan jikalau ia tadi terdorong dan jatuh.

Vee yang hidup dengan banyak luka di tubuhnya menyaksikan suatu boneka kesayangan Pear dimana dikala kecil ia sudah berjanji akan menenteng Pear pergi kemanapun ia akan pergi.
Keesokkannya Pope menawan Vee lantaran isu pemakaman yang dirahasiakan keluarga mereka terekspos dan tidak ada yang tahu siapa yang menyebarkannya.
Vee pun pribadi mendatangi makam Pear dan menyaksikan setangkai bunga yang gres di taruh disana. Ia pribadi meminta santunan penjaga makam untuk menyaksikan CCTV yang ada disana.

Dan terlihat seorang perempuan berkelas turun dari kendaraan beroda empat dan melalui jalan itu. Hal ini menghasilkan Vee percaya tidak ada lagi orang selain perempuan itu selaku pelakunya.
Keluarga Akharaphaisansakul pribadi mengadakan pertemuan pers untuk meredakan rumor yang buruk. Tuan Nawin menyampaikan jikalau pemakaman itu yakni putri angkatnya yang disebabkan kecanduan obat-obatan terlarang.
Vee yang mendengar hal ini pribadi tahu jikalau ayah angkatnya sedang berpura-pura di depan media tapi media justru tidak reda kian bertanya-tanya dan menghasilkan Pope merasa kesal dan berantem dengan para wartawan.

Konferensi yang diadakan terlihat tidak membuahkan hasil justru memperburuk lantaran perbuatan Pope.
Kemudian mereka menjajal membahasnya di ruang makan untuk mengakhiri problem ini karna saham perusahaan pribadi turun setelah insiden ini. Vee menyediakan rekaman CCTV yang ia dapatkan di pemakaman tapi tidak terlihat muka tersangka. Tuan Nawin menyampaikan jikalau mereka tidak usah memperdulikan rekaman itu karna mereka mesti mengelola saham perusahaan. Namun, Pope bersikeras jikalau ia akan menelusuri video itu.

Keesokkannya Tuan Nawin, Chan, dan Pope bareng Vee juga tiba ke perusahaan untuk bernegosiasi perjanjian kolaborasi dengan perusahaan luar negeri. Awut wakil CEO dari perusahaan yang ingin melakukan pekerjaan sama menyambut mereka dengan hangat.
Ia menyampaikan jikalau serentak disini ia tidak berhak melakukan perjanjian itu karna wakil CEO yang sebelumnya bukanlah dirinya dan akan secepatnya datang. Mendengar hal ini menghasilkan Chan, Pope dan Nawin bertanya-tanya.

Dengan sungguh terkejut Vee menyaksikan sosok yang seumpama dengan Pear berlangsung menuju ruangan rapat menggunakan busana elegan. Tak cuma dirinya Pope, Chan dan Nawin sungguh terkejut dan bertanya-tanya siapa serentak yang datang.
Bersambung…