Tentangsinopsis.com – Sinopsis Soundtrack #1 Episode 2, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di goresan pena yang ini yuk. Baca EPISODE SEBELUMNYA.

Eun Soo membuka matanya dan secepatnya menjauh sehabis menyedari posisinya, yakni memeluk Sun Woon. Sementara Sun Woo meregangkan lengannya yang di gunakan Eun Soo selaku bantal. Membuat kondisi menjadi sunyi untuk beberapa saat, sebelum Eun Soo membuka bunyi mengajaknya sarapan bersama.


Eun Soo memasuki kamar mandi, mengambil sikat gigi milikknya dan mengawali menggosok giginya seraya menyaksikan barang-barang milik Sun Woon berada di dalam kamar mandinya. Sementara di luar, Sun Woo sedang bejongkok di depan pintu, seraya berkata saya cukup percaya ia tidak mendengar ini.
Sun Woo duduk di meja makan menanti Eun Soo datang, setelahnya mereka makan bersama. Jam berapa kita tertidur semalam tanya Eun Soo dan di jawab saya juga pingsan jadi tidak ingat oleh Sun Woo, kemudian kembali berkata semalam dingin. Ya, dingin, saya nyaris mati membeku ucap Sun Woo. Kita cuma kedinginan dan naluri kita mencari sumber kehangatan ucap Eun Soo.
Apa kau mendengar sesuatu dikala sedang tidur tanya Sun Woo. Bukannya menjawab, Eun Soo balik mengajukan pertanyaan mendengar apa. Sun Woo bernafas lega alasannya merupakan Eun Soo tidak mendengar perkataannya.


Eun Soo duduk di mejanya menulis lirik di buku. Sun Woo tiba dengan menenteng buah dan meletakkanya di meja, kemudian mengajukan pertanyaan boleh saya menyaksikan tulisanmu. Eun Soo menampilkan bukunya seraya mengajukan pertanyaan kau mau menyimak model demo nya kemudian memasangkan earphone di indera pendengaran Sun Woo sehabis di setujuinya.
Sun Woo mendengarkannya seraya memandang Eun Soo yang sedang menulis lirik lagu, kemudian melepaskan earphonnya dan mengajukan pertanyaan bukankah lirik ini terlalu hambar untuk lagu ini. Jarak di antara kau dan aku, tak ada yang bisa kita lakukan ucap Eun Soo sedang membaca lirik lagunya. “Sudut hatiku tersipu, baca Sun Woo kemudian berkata sudut hatimu tersipu, semu merah, itu bermakna ia aib da itu rasanya cinta tidak berbalas alasannya merupakan kau dapat merasa aib namun kau juga dapat mencicipi sakit.
Eun Soo mengenggam tangan Sun Woo seraya berkata genggam saja tangannya dan dilema terselesaikan, menjengkelkan sekali kemudian mengajak Sun Woo keluar untuk mencari udara segar.

Ini hebat, otakku terbangun ucap Eun Soo yang sedang berlangsung bareng Sun Woo kemudian mengajukan pertanyaan jadi apa kau merasa menyerupai itu terhadap Jennifer dan tidak ada yang bisa kau lakukan, kau bahkan tidak bisa menggapainya dengan ujung jemarimu.
Benar, tapi, yang penting bagiku bukan hal yang tidak bisa kulakukan bersamanya, itu soal hal yang tidak bisa kulakukan untuknya dan itu yang membuatku duka ucap Sun Woo. Yang sungguh ingin kau lakukan untuknya tanya Eun Soo kemudian menginformasikan jika ada satu hal yang di kehendaki yakni cokelat dan memerintahkan Sun Woo untuk membelikannya.


Bisanya kau menolak hal senikmat ini ucap Eun Soo yang sedang mengkonsumsi cokelatnya, dikala sedang duduk bareng Sun Woo di depan toserba. Sun Woo memandang Eun Soo, menginformasikan jika ia tidak senang alasannya merupakan terlalu manis. Kau suka kuliner bagus dikala kecil ucap Eun Soo. Karena kau menyukainya jadi saya cuma menemani ucap Sun Woo.
Mereka sungguh baik ucap Eun Soo dikala menyaksikan kedua siswa pengendara sepeda yang melalui di depannya, kemudian mengajukan pertanyaan keapda Sun Woo kau ingat dikala kau mengajariku bersepeda. Tentu saja, saya mesti senantiasa memegangimu alasannya merupakan kau sungguh penakut ucap Sun Woo. Eun Soo menginformasikan jika ia sudah cendekia mengendarai roda dua tetapi roda empat lain cerita. Apa, kendaraan beroda empat tanya Sun Woo yang terkejut.

Dan kini mereka berdua berada di dalam kendaraan beroda empat denga Eun Soo yang menyetir, sementara Sun Woo duduk di sebelahnya memegang sabuk pengaman alasannya merupakan ketakutan. Aku merasa jauh lebih tenteram jika kau duduk di sampingku ucap Eun Soo. Sun Woo juga berkata saya bahagia salah satu dari kita merasa nyaman. Eun Soo menjawab panggilan dari Woo Il yang menyuruhnya untuk mampir ke studio untuk membahas mengenai rancangan lagu.


Woo Il menaruh minuman di meja dan duduk di kursinya, memerintahkan Sun Woo dan Eun Soo meminumnya seraya berkata maaf sudah mengusik kencanmu. Tidak, kami tidak sedang berkencan, ia cuma sobat baikku ucap Eun Soo. Sun Woo mengambil minuman milik Eun Soo seraya berkata kau benci jeruk keprok dan memerintahkan Eun Soo meminum minumannya.
Apa maksudmu, saya sungguh suka jeruk keprok ucap Eun Soo dan memerintahkan Sun Woo untuk menanti di luar. Tidak masalah, jangan mencemaskanku dan silakan dilanjutkan ucap Sun Woo, setelahnya Eun Soo dan Woo Il mulai membahas lirik lagunya.

Kenapa kau sungguh tidak sopan tanya Eun Soo dikala berada di dalam mobil. Tanpa menyaksikan Eun Soo, Sun Woo bekrata katamu saya mesti jujur pada diri sendiri, kemudian mengajukan pertanyaan kenapa kau dapat begitu rendah. Rendah ulang Eun Soo kemudian berkata saya cuma bersikap sopan. Dia juga bersikap tidak sopan, ia tidak menanyakan yang kau mau atau jika ada yang kau kehendaki ucap Sun Woo dengan kesal.
Aku ke sana untuk melakukan pekerjaan bukan minum jus, lagi pula kenapa kau membenci semua lelaki dalam hidupku ucap Eun Soo. Itu alasannya merupakan setiap lelaki yang kau jumpai ucap Sun Woo yang menghetikannya alasannya merupakan ada panggilan telpon memerintahkan Eun Soo menunggu. Setiap lelaki kenapa tanya Eun Soo. Turunkan saja saya dan akan jalan dari sini ucap Sun Woo sehabis menjawab panggilannya.

Dong Hyun memerintahkan Sun Woo untuk menghasilkan pernyataan undangan maaf sebelum rumor mulai beredar bahwa kau tidak menepati janji, kemudian mengajukan pertanyaan kau tidur di mana. Sun Woo menginformasikan jika ia tinggal bareng Eun Soo.
Waktunya sudah tiba, tinggalkan saja semua tahapnya dan eksklusif tinggal bareng ucap Dong Hyun. Aku belum mengakui perasaanku padanya dan akan menginformasikan sebelum meninggalkan Korea alasannya merupakan saya sungguh ingin jujur terhadap diriku ucap Sun Woo.


Eun Soo menyediakan bunga dan bingkisan terhadap Sun Woo yang keluar dari studio seraya berkata saya sudah tidak murka lagi dan ini kado berbaikan. Baik, kita berbaikan ucap Sun Woo sehabis membuka bingkisannya, yang ternyata berisi celemek. Eun SOo mengajak Sun Woo belanja materi kuliner sekarang, setelahnya mereka pergi ke swalayan dan berbelanja bersama.

Setelah selesai berbelanja, Sun Woo dan Eun Soo kembali ke rumah. Mereka berdua menyaksikan satu kotak jeruk berada di meja dan terkejut menyaksikan ibu Eun Soo yang berada di sana. Ibu Eun Soo memerintahkan mereka berdua duduk kemudian mengeluarkan kartu dan menatanya di meja, memerintahkan Sun Woo untuk memutuskan tiga kartu dengan tangan kiri.
Dengan ketakutan, Sun Woo mengambil kartu tersebut. Cinta murni, ikhlas sampai simpulan dan orang itu sungguh jauh ucap ibu Eun Soo sehabis membuka kartunya. Berikutnya saya ucap Eun Soo. Sudah larut, saya sudah telat ucap ibu Eun Soo kemudian pergi. Sun Woo mengantarkan ibu Eun Soo keluar. Ibu Eun Soo menyediakan katu yang terakhir terhadap Sun Woo seraya bekrata ini azimat keberuntungan, dan menyuruhnya masuk.

Eun Soo dan Sun Woo makan bersama, mengkonsumsi masakan Eun Soo. Apa kau mengetahui ucapan Pak Kang soal udara jam 04.40 tanya Eun Soo. Kurasa tujuannya kesepian dalam sunyi, perasaan kesepian dikala berdiri sendiri, perasaan ingin tertidur namun tidak bisa tidur jawab Eun Soo.
Hei, apa kita perlu ke luar jam 04.40 tanya Eun Soo, menghasilkan Sun Woo tertawa. Eun Soo keluar dari rumahnya, menanti Sun Woo keluar. Sebelum berjalan, Sun Woo memakaikan syal di leher Eun Soo.


Eun Soo menjawab panggilan telpon di ponsel Sun Woo menginformasikan jika Sun Woo sedang mandi. Dan ternyata telponnya dari Dong Hyun yang menyuruhnya untuk mengantarkan foto di laptop Sun Woo. Baru saja kukirim ucap Eun Soo sehabis mengantarkan filenya.
Eun Soo membuka folder dari tahun ke tahun dan menyaksikan foto-foto dirinya yang berada di dalam folder tersebut. Sun Woo menghentikan langkahnya sehabis keluar dari kamar madi dan memandang Eun Soo.
BERSAMBUNG……
Sampai berjumpa lagi di Soundtrack #1 Eps 3 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang saya tulis, salam A2One.