Secret Mother Eps 23 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 23 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Hyun Chul melarang Yoon Jin mempercayai Jae Yeol. Dia juga mengatakan, bahwa Eun Young jatuh dari atap sebab Jae Yeol. Sontak Yoon Jin syok mendengarnya.

Hyun Chul : Dia mempermainkan nyawa putriku.

Diluar, Jae Yeol mewakilkan orang2nya mengambil kunci cadangan.

Yoon Jin bertanya, apa Hyun Chul punya bukti.

Hyun Chul : Kenapa? Kau ingin menyembunyikan suamimu?

Yoon Jin : Aku juga membutuhkannya. Katakan semua yang kamu ketahui. Kumohon.

Hyun Chul : Saat putrimu kecelakaan, saya mendapatkan sepatu hak itu dan tanda pengenal Jae Yeol. Dengan menyerahkan tanda pengenalnya, saya mendapat duit untuk ongkos rumah sakit putriku.

Yoon Jin tambah syok mendengar itu.

Diluar, Jae Yeol kian panic.

Jae Yeol : Buka pintunya, Hyun Chul!

Yoon Jin tanya lagi, apa yang Hyun Chul lihat di TKP putrinya.

Yoon Jin : Katakan semuanya. Cepat.

Hyun Chul : Pelat nomor kendaraan beroda empat yang kabur merupakan 5937. Mobil itu menuju ke Cheongpyeong. Hanya itu yang kutahu. Kukatakan Eun Young pelakunya atas perintah Jae Yeol. Pastikan kamu menjenguk putriku. Buktinya ada di sana.

Pintu kesudahannya terbuka. Mereka semua masuk. Jae Yeol eksklusif mencengkram Hyun Chul. Dia mau menghantam Hyun Chul, tetapi tidak boleh Yoon Jin. Yoon Jin memandang Jae Yeol dengan tatapan kecewa. Sontak lah Jae Yeol terkejut ditatap seumpama itu oleh Yoon Jin.

Jung Wan dan Chi Yeol serta yang lain, menenteng Hyun Chul.

Hyun Chul berteriak, meminta Yoon Jin percaya padanya.

Jae Yeol kian panic, bawa beliau pergi!

Setelah itu, Jae Yeol memandang Yoon Jin.

Jae Yeol : Kau baik-baik saja? Kau terluka?

Yoon Jin tak menjawab dan cuma menghela nafasnya.

Melihat itu, Jae Yeol berupaya meyakinkan Yoon Jin. Dia bilang pikiran Hyun Chul kalut sebab Ye Eun gres saja meninggal, jadi bicaranya melantur.

Yoon Jin tambah marah.

Yoon Jin : “Mungkin beliau melantur sebab pikirannya kalut”?

Jae Yeol : Kenapa? Dia bilang apa?

Yoon Jin : Sepeninggal Min Ji, kamu menganggapku seumpama itu? Saat saya memohon biar kamu mencari perempuan itu, pikirmu saya melantur?

Jae Yeol : Ini berbeda. Hyun Chul seorang penjahat. Kau tahu betapa berbahayanya posisimu tadi?

Yoon Jin : Dia mendatangiku sebab sungguh stress dan bersungguh-sungguh. Kau tidak tahu? Aku tahu benar.

Yoon Jin mau pergi tetapi ditahan Jae Yeol. Jae Yeol tanya apa Hyun Chul menyampaikan sesuatu pada Yoon Jin.

Yoon Jin : Dia melarangku percaya kepadamu. Jangan cemas. Tidak ada lagi yang hendak mengejutkanku.

Yoon Jin beranjak pergi. Jae Yeol terdiam.

Jung Wan dan Chi Yeol mengurung Hyun Chul di sel.

Jung Wan marah, sekalipun tetap bungkam, kamu tetap akan terbukti bersalah. Kenapa kamu berbuat onar dan mengacaukan situasi? Kubilang beri tahu aku. Kubilang beri tahu saya jikalau kamu berubah pikiran. Kenapa kamu tidak memberitahuku dan menjalankan ini?

Jung Wan menghela nafasnya sejenak.

Jung Wan : Berbuatlah semaumu. Ini hidupmu dan kamu berhak memilih.

Jung Wan beranjak pergi tetapi Hyun Chul kemudian bicara. Dia bilang tersangka tabrak lari di Namyangju bukanlah Eun Young. Jung Wan berbalik dan mengajukan pertanyaan kenapa Hyun Chul berbohong, bilang Eun Young pelakunya.

Jung wan : Siapa yang menyuruhmu berbohong perihal omong kosong itu!

Jae Yeol tiba-tiba tiba dan membentak Jung Wan.

Jae Yeol : Apa yang kamu lakukan?

Jung Wan dan Chi Yeol terdiam.

Jae Yeol mendekati Hyun Chul. Melihat Jae Yeol, Hyun Chul marah.

Jae Yeol : Kang Hyun Chul-ssi, kamu tak mau berjumpa dengan putrimu?

Jae Yeol mewakilkan Jung Wan untuk mengirim Hyun Chul ke Chuncheon.

Jae Yeol : Pastikan kamu sendiri yang mengirim dia.

Jae Yeol beranjak pergi.

*Nah loh, kok si Jae Yeol secara tiba-tiba ngizinin Hyun Chul ke pemakaman Ye Eun? Takutnya ini cuma taktik Jae Yeol doang, agar sanggup membunuh Hyun Chul.

Kepala Park mengijinkan Eun Young pulang. Eun Young terkejut dan tanya argumentasi kenapa beliau tiba-tiba dibebaskan. Kepala Park bilang Hyun Chul sudah memamerkan kesaksian bahwa pelaku tabrak lari Namyangju bukanlah Eun Young.

Kepala Park : Kami juga mengusut rekaman rumah sakit di hari kecelakaan. Kami juga punya penjamin. Jadi, kami tak mempunyai argumentasi untuk menahanmu di sini.

Eun Young : Siapa penjaminnya?

Kepala Park : Istri Inspektur Han.

Sontak lah Eun Young terkejut dengernya.

Kepala Park yang menyaksikan Eun Young masih di depannya, tanya kenapa Eun Young belum pergi juga.

Eun Young kesudahannya beranjak pergi.

Di ruangannya, Jae Yeol stres menimbang-nimbang masalahnya. Dan beliau kian stres di saat Eun Young tiba-tiba masuk ke ruangannya. Eun Young dengan santainya duduk di atas meja Jae Yeol.

Jae Yeol : Kenapa kamu tidak pergi? Ada apa?

Eun Young : Karena sudah membantuku, kamu sanggup memesankanku tiket pesawat ke Kanada. Aku tak mempunyai duit sebab tasku dicuri.

Jae Yeol : Kenapa kamu menjalankan ini kepadaku?

Eun Young : Baiklah. Aku kalah. Bukti bahwa kamu berhubungan dengan hilangnya kakakku sudah lenyap.

Jae Yeol : Maka pulanglah.

Eun Young kemudian menyaksikan papan nama Jae Yeol di atas meja.

Eun Young : Han Jae Yeol.

Eun Young lantas mengangkat sedikit papan nama itu, kemudian menghentakkannya ke meja.

Eun Young memandang tajam Jae Yeol.

Eun Young : Hingga kita berjumpa lagi, tetaplah di sini. Lebih seru jikalau menjatuhkanmu di saat posisimu tinggi. Serta lebih mendebarkan bagi orang yang jatuh. Jadi, jangan beranjak dari posisi ini.

Eun Young beranjak pergi. Eun Young beranjak pergi dan dengan sengaja menjatuhkan papan nama Jae Yeol ke lantai. Jae Yeol kian pusing.

Begitu keluar dari ruangan Jae Yeol, Eun Young berjumpa Yoon Jin.

Mereka bicara di kafe, sambil nge-teh.

Yoon Jin : Apa yang kamu pikirkan?

Eun Young : Aku masuk ke ruangan inspektur untuk mempermalukan dia. Kenapa? Kau ketakutan saya akan mengeluarkan foto perselingkuhannya? Reputasinya sungguh bagus. Aku berbuat onar dan bilang beliau pencurinya, tetapi beliau bahkan tidak terluka.

Yoon Jin : Kau bukan lagi tersangka, tetapi saya melaporkan Hyeon Joo.

Eun Young terkejut mendengarnya.

Yoon Jin : Apa yang kamu takutkan? Entah kenapa kamu tidak melaporkan bahwa beliau hilang dan berjuang sendiri. Sekarang akan lebih mudah untuk mencarinya.

Eun Young : Itulah keinginanku. Tapi jikalau ingin membuat lebih mudah ini, kamu mesti mengajukan pertanyaan terhadap suamimu.

Yoon Jin : Apa maksudmu?

Eun Young : Suamimu…

Eun Young termangu sejenak. Dia memalingkan parasnya ke keluar jendela dan menghela nafas, kemudian kembali memandang Yoon Jin.

Eun Young : Aku tidak senang berpikir seumpama ini, tetapi jikalau tidak, saya tidak sanggup menerangkan tragedi yang kualami. Kau tahu bagaimana saya diancam. Jika itu cuma perselingkuhan, akankah beliau menjalankan ini?

Yoon Jin yang paham maksud Eun Young, menolak percaya.

Yoon Jin : Itu cuma kecurigaanmu, bukan kebenarannya.

Eun Young kesal, saya menghormatimu. Kau tidak pernah terpengaruh. Kau sempurna.

Yoon Jin : Jika kamu tak mempunyai bukti, jangan asal bicara.

Yoon Jin beranjak pergi.

Habis menemui Eun Young, Yoon Jin ke Studio Rose.

Pengawas gedung bilang, tentunya beliau ingat.

“Saudarinya penyewa Kamar 802 kemari dan mengambil video. Ada goresan kecil di daerah parkir. Karena kasusnya tidak diselesaikan, lelaki yang tinggal di kamar sebelah menyimpan video kamera dasbor untuk berjaga-jaga.”

“Anda punya keterangan kontak lelaki itu?”

“Aku memberikannya terhadap adiknya itu. Aku tidak tahu.”

Yoon Jin memahami dan beranjak pergi. Bersamaan dengan itu, Eun Young tiba dan masuk dari pintu lain. Eun Young minta nomor kontak lelaki yang menyewa kamar di samping kakaknya.

“Aku sudah memberimu kartu namanya.”

“Terjadi sesuatu dan kartu namanya hilang.”

“Dia memberikannya kepadaku, jadi, saya cuma menyerahkanny Aku tak mempunyai keterangan kontaknya.”

“Akan kuberikan nomor ponselku untuk berjaga-jaga.”

“Tadi seorang perempuan juga kemari dan meminta nomornya.”

Eun Young terkejut mendengarnya. Dia tahu itu Yoon Jin.

Hari sudah malam. Jae Yeol sudah di rumah di saat Yoon Jin pulang. Jae Yeol tanya Yoon Jin darimana saja. Dia bilang beliau sengaja pulang cepat sebab mengkhawatirkan Yoon Jin. Yoon Jin cuek. Jae Yeol tanya beliau mesti bagaimana. Yoon Jin hirau dan masuk ke kamar.

Di kamar, Yoon Jin memandang foto keluarga mereka.

Lalu beliau menimbang-nimbang kata-kata Hyun Chul tadi.

Hyun Chul : Eun Young jatuh dan saya bersaksi beliau pelakunya, itu semua sebab perintah Jae Yeol.

Dia juga menimbang-nimbang kata-kata Eun Young tadi.

Eun Young : Suamimu…

Di dapur, Jae Yeol tengah menuang air ke gelas. Tiba-tiba, Yoon Jin tiba dan mendorongnya hingga gelas yang dipegangnya jatuh dan pecah.

Yoon Jin : Kau tidak aib menyebut dirimu ayah? Bagaimana jikalau Min Joon tahu? Kenapa membiarkan orang mengatakannya? Bagaimana jikalau orang-orang mencela dan menuduhmu?

Jae Yeol : Katakan tepatnya apa yang beliau katakan kepadamu. Maka saya akan memberimu respon atau menyatakan kamu keliru. Apa itu? Siapa yang menyampaikan itu kepadamu?

Yoon Jin : Yang lebih utama dari menjadi suamiku dan menjabat selaku inspektur merupakan menjadi ayahnya Min Joon. Kau sanggup menyakitiku semaumu, tetapi jangan menjalankan hal yang hendak membahayakan Min Joon. Tidak akan kumaafkan kamu untuk itu.

Yoon JIn beranjak pergi. Jae Yeol terkejut dengan kata-kata Yoon Jin.

Ji Ae dan Hwa Sook ke Jamsil. Hampir saja Ji Ae salah masuk apartemen. Hwa Sook menawan Ji Ae dan menginformasikan Ji Ae dimana apartemennya.

Hwa Sook memencet tombol di layar intercom. Agar si pelakor mau bukain pintu, beliau menyamar selaku seorang pendoa.

Hwa Sook : Hai, kami ingin menyebarkan kabar baik.

Pelakor : Tidak perlu. Kami umat Buddha.

Hwa Sook : Kami juga umat Buddha. Kami ingin menyebarkan kabar baik. Aura rumah ini sungguh bagus.

Pelakor : Sebenarnya kami umat Kristen. Silakan pergi. Lakukan hal lain.

Hwa Sook : Apa suamimu melakukan pekerjaan di bidang pelayanan penyewaan? Aku sanggup mencicipi auranya. Jika kamu berdoa sedikit lagi, usahanya akan kian meningkat.

Si pelakor membukakan pintu. Hwa Sook dan Ji Ae eksklusif masuk.

Pelakor tanya, beliau mesti gimana biar suaminya memberinya kepemilikan gedung.

Ji Ae terkejut menyaksikan foto suaminya bareng si pelakor dan seorang anak laki-laki.

Ji Ae : Teganya kamu merebut suami orang.

Pelakor : Suami?

Ji Ae berbalik, ya! Suamiku!

Pelakor : Rupanya kamu perempuan yang berpura-pura menjadi istrinya.

Mereka berdua berkelahi.

Hwa Sook yang berupaya memisahkan, malah ikut terdorong dan jatuh ke lantai.

Ji Ae dan si pelakor saling bertatapan tajam. Sementara Hwa Sook memegangi hidungnya yang sakit.

Ji Ae lemas menyaksikan banyak sekali piagam penghargaan Seung Hoon yang dipajang di dinding.

Sementara si pelakor bertujuan mengontak Seketaris Yoon.

Hwa Sook : Benar, Sekretaris Yoon. Ada dia. Kau akan menyuruhnya menjalankan apa?

Si pelakor kaget, kamu mengenalnya?

Hwa Sook : Kau menyuruhnya mencampakkan sampah, memperbaiki terusan pembuangan, dan mendaur ulang. Sekretaris Yoon itu merupakan suamiku.

Ji Ae mengajak Hwa Sook pergi.

Hwa Sook : Kenapa? Minta memorandum yang menyatakan beliau akan meninggalkan suamimu.

Di kamarnya, Ji Ae berbaring dan berupaya menenangkan dirinya. Lalu Byung Hak tiba dan marah-marah.

Byung Hak : Kau dari mana dan apa yang kamu lakukan!

Ji Ae emosi, kenapa mengajukan pertanyaan padahal sudah tahu?

Byung Hak : Beraninya kamu tiba ke sana? Bisa-bisanya kamu memukuli perempuan yang mengelola anak yang bersiap untuk cobaan nasional? Kau bahkan menjambaknya. Kenapa kamu masuk ke tempat tinggal yang hening itu dan mengacaukannya?

Ji Ae : Teganya kamu menyampaikan itu kepadaku.

Byung Hak : Pikirkan soal nilainya. Putranya menjangkau semua anugerah terbaik dalam setiap persaingan yang beliau ikuti. Apa yang dicapai oleh Chae Rin? Setelah menghabiskan semua duit itu. Hadiah partisipasi?

Jji Ae : Lantas? Kau menilai bawah umur kita menurut anugerah mereka? Kau murka kepadaku? Teganya kamu menjalankan itu. Kenapa membentakku padahal kamu yang salah?

Byung Hak : Kau bahkan tidak ke sana sendiri. Kau mengajak istri Sekretaris Yoon dan memukulinya. Kau besar hati akan hal itu?

Ji Ae : Apa perkataanmu di saat saya hamil? Kau tak mau punya anak, tetapi setelah punya, kamu punya rencana. Aku bertujuan membesarkannya sendiri, tetapi kamu bercerai dan bilang akan senantiasa membahagiakanku. Kau bilang Chae Rin sanggup menjalankan apa pun keinginannya. Itulah yang kamu katakan untuk meyakinkanku! Katamu akan menjadi ayah yang bagus dan lihatlah dirimu sekarang.

Byung Hak : Apa yang tidak kuberikan? Dia hidup dan makan dengan baik serta masuk di sekolah bagus. Dia mesti mendapat nilai bagus. Kau seorang ibu dan gagal mendidik anakmu. Beraninya kamu membentakku? Besok kembalilah ke sana dan meminta maaf. Kau mesti meminta maaf sambil berlutut. Jika tidak, saya akan bersamanya dan tidak pernah pulang!

Byung Hak pergi.

Ji Ae nangis.

Hwa Sook hingga di rumah, terkejut lihat Seung Soo berlutut dengan kedua tangan diangkat ke atas.

Hwa Sook : Astaga, kamu sedang apa?

Seung Soo takut, Hwa Sook-ah.

Hwa Sook : Kutanya apa yang kamu lakukan.

Seung Soo : Maafkan saya atas semuanya. Aku bersalah. Jangan membunuhku.

Hwa Sook : Diam!

Seung Soo terkejut dibentak Hwa Sook.

Hwa Sook menahan amarahnya, apakah dugaanku benar? Kau sungguh-sungguh yakin?

Seung Soo : Aku cukup yakin.

Hwa Sook mendekati Seung Soo. Dia membelai kepala Seung Soo.

Hwa Sook : Aku akan menanyakan satu hal. Jawablah yang jujur. Rumah ini. Kau menyentuhnya atau tidak?

Seung Soo eksklusif pura2 dadanya sakit. Hwa Sook menepuk punggung Seung Soo dengan keras. Seung Soo kian takut.

Hwa Sook : Aku menyuruhmu menjawab dengan jujur.

Seung Soo : Kau tahu, saya bertekad untuk mendapat kembali…

Hwa Sook : Jawab saja pertanyaannya! Kau menyentuhnya? Benarkah?

Seung Soo : Hanya sedikit. Aku meminjam duit dan bertujuan melunasinya sebelum kamu tahu. Pasar saham tidak seumpama dahulu…

Hwa Sook ngamuk, SEUNG SOO-YA!!!!

Hwa Sook terus berteriak, Seung Soo hingga terdesak ke dinding saking kagetnya dengan teriakan Hwa Sook.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...