Red Shoes Eps 84 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 84 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari kisah spoiler Episode sebelumnya cek disini

Hee Kyung dan Hyeok Sang menenteng Hye Bin ke kamar.

Hye Bin tengah berbaring sekarang.

Hee Kyung membelai pipi Hye Bin.

Hee Kyung : Apakah kau baik-baik saja sekarang?

Hye Bin : Apa maksudmu?

Mendengar itu, Hyeok Sang yang gak tahan, pribadi keluar.

Hye Bin duduk. Hye Bin : Eomma. Aku merindukan Hyun Seok. Aku sudah pikirkan. Aku pikir itu semua salahku. Aku sungguh mengerikan.

Hee Kyung : Itu tidak benar. Kau tidak melaksanakan kesalahan. Kim Jemma sengaja menggodanya. Untuk menyakitimu.

Hye Bin memandang Hee Kyung.

Hye Bin : Bukan aku, namun kau.

Hee Kyung terkejut, apa?

Hye Bin : Kim Jemma yakni putri ibu dan kakakku.

Hee Kyung marah, jangan katakan itu. Bagaimana sanggup Jemma kakakmu?

Hye Bin : Genetika yakni hal yang kuat. Itu sebabnya beliau sungguh bagus dalam merancang sepatu. Dia menerimanya darimu. Dan Jemma sedang menjajal untuk membalas dendam Untuk menyakitimu. Karena kau meninggalkannya. Aku akan murka juga.

Hee Kyung : Hye Bin-ah!

Hye Bin : Aku tahu itu juga. Bahwa kau memanggilnya keluar dan memperabukan kawasan itu. Dia mempunyai bekas luka bakar yang besar sebesar ini di pergelangan tangannya. Itu niscaya sungguh sulit. Jemma yang malang. Adiknya juga meninggal. Eomma, di saat ayah Jemma meninggal, suamimu sebelumnya. Apakah kau sungguh-sungguh tidak mencicipi apa-apa di saat beliau meninggal?

Sontak lah Hee Kyung mulai takut. Dia berdiri dan mulai menjauhi Hye Bin.

Hye Bin juga berdiri dan mendekati Hee Kyung.

Hye Bin : Sudah saya pikirkan, dan kau jahat. Ini semua salahmu.

Hee Kyung pribadi keluar.

Hye Bin teriak, eomma! Ini semua salahmu! Kau buruk. Itu semua karenamu!

Hee Kyung lari ke kamarnya.

Dia duduk di depan meja riasnya dan berkata itu salah Jin A, bukan dia.

Lalu pantulan parasnya di cermin, seolah berbicara.

“Tentu saja. Kau mesti membenarkan tindakanmu. tidak melaksanakan kesalahan. Kau melakukannya untuk karirmu. Kau setia pada ambisimu, itu saja.”

“Aku bukan orang yang baik. Aku bukan perempuan yang baik. saya bukan ibu yang bagus atau istri yang baik.”

Hee Kyung yang di cermin berkata lagi, jangan bodoh. Wanita yang baik? Bagaimana dengan itu? Apakah ada aturan yang menyampaikan semua perempuan mesti baik? Jangan lemah. Berhenti berperilaku seumpama orang bodoh. Apa yang kau lakukan salah? Kau membangun hidupmu dengan tanganmu sendiri.

Hee Kyung merasa bersalah.

Hee Kyung : Bahkan kalau saya bertindak kuat… Bahkan kalau saya tidak mau mengakuinya, Aku sudah melaksanakan terlampau banyak dosa. Jemma dan Jin Ho…

Hee Kyung yang di cermin bicara lagi, siapa yang peduli dengan bawah umur mu? Kau mungkin seorang ibu, namun kau yakni orang pertama. Hal paling penting dalam hidup bukan suamimu atau anak-anakmu, Itu kau, Hee Kyung. Kau dengan gembira membangun hidupmu. Sebagian besar orang di luar sana terlalu takut untuk memulai. Penyesalan cuma untuk pengecut. Kau tidak melaksanakan kesalahan. Kau sanggup berdiri dengan bangga. Kau tidak bersalah. Kau Min Hee Kyung.

Hyeok Sang menyaksikan Hye Bin yang tengah duduk di depan meja rias.

Hyeok Sang : Putriku sedang apa? Apa kau baik-baik saja sekarang?

Hye Bin memandang ayahnya.

Hye Bin : Kenapa ayah? Apa saya bersikap aneh?

Hyeok Sang : Apa maksudmu? Kenapa kau sanggup berpikiran begitu?

Hye Bin : Aku tidak tahu apa yang sungguh asing dari diriku. Tapi kalau saya keluar untuk berjumpa dengan teman-temanku, mereka bilang saya aneh. Ibu tidak akan membiarkanku pergi ke kantor juga. Aku niscaya sungguh aneh.

Hyeok Sang memeluk Hye Bin.

Hye Bin : Ayah, saya mau pergi kerja.

Hyeok Sang : Baik. Kau harus. Setelah sedikit membaik.

Hye Bin senang, setidaknya kau ada di pihakku.

Hyeok Sang jongkok dan memandang Hye Bin.

Hyeok Sang : Tentu saja. Kau yakni satu-satunya putriku di seluruh dunia. Kau setara dengan hidupku. Aku mencintaimu lebih dari siapapun di seluruh dunia. Kau tahu berapa besar saya mencintaimu, kan? Aku tidak akan menukarmu bahkan untuk hidupku.

Hye Bin : Tapi kau tahu, Kim Jemma tidak mempunyai ayah. Seseorang membunuhnya dalam kecelakaan berantem lari. Apakah kau melakukannya, Ayah?

Mendengar itu, Hyeok Sang pribadi melamun dan bergegas keluar.

Hye Bin lanjut mendesain.

Desainnya sungguh cantik.

Di ruangannya, Hee Kyung kesal Nyonya Choi menghubunginya lagi.

Hee Kyung terpaksa menjawab telepon Nyonya Choi dan bersikap manis.

Nyonya Choi : Kdengar produk gres sedang melakukan pekerjaan dengan sungguh baik.

Hee Kyung : Ini semua berkatmu. Kami menghabiskan semua duit itu, itu lebih baik berhasil.

Nyonya Choi : Bagaimanapun, bagaimana dengan janjimu padaku? Apakah kau lupa mengapa saya meminjamkanmu duit itu?

Hee Kyung : Tentu saja tidak. Dia yakni duri di sisiku juga. Jangan khawatir. Aku akan secepatnya menyingkirkannya.

Nyonya Choi : Aku akan menjumlah hari.

Pembicaraan selesai.

Lalu Ki Seok masuk ke kamar Nyonya Choi. Ki Seok pamit untuk bekerja.

Nyonya Choi : Sepagi ini?

Ki Seok : Ya, saya perlu mempersiapkan presentasi.

Nyonya Choi kemudian nanyain Jin A.

Nyonya Choi : Kau tidak menggunakan kesehatannya yang jelek selaku argumentasi untuk kembali bareng dengan dia, kan?

Ki Seok duduk.

Ki Seok : Nenek, saya bukan anak kecil lagi. Aku senantiasa melakukannya, apa pun yang kau suruh. Tetapi tolong yakin padaku sekarang. Biarkan saya hidup seumpama yang saya inginkan. Aku berterima kasih padamu untuk membesarkan kami yang tidak mempunyai orang tua.

Nyonya Choi marah, sekarang, kau akan melaksanakan sesukamu? Kau mau bilang kau akan menikahi Jemma? Kau berengsek. Kau tidak mengerti? Kau cuma melaksanakan seumpama yang saya katakan? Apakah kau mengalami amnesia? Ketika kau ingin menjadi seorang profesor sekolah tinggi tinggi, dikala kau ingin menikahi Eun Cho, dikala kau menenteng Jemma pulang dan ingin menikahinya, saya tidak menyukainya, namun saya menghormati keinginanmu. Tapi apa? Kau cuma melaksanakan apa yang saya katakan? Siapa yang mempergunakan dan mencampakkan cucunya yang berharga? Bayiku lebih bermanfaat bagiku ketimbang hidup itu sendiri. Dia menggunakan fakta bahwa beliau menyelamatkan hidupku selaku argumentasi untuk melaksanakan segala jenis perbuatan jahat. Katakan padanya untuk mengambil hidupku juga! Sekarang!

Bibi Ma masuk dan berupaya menenangkan Nyonya Choi.

Bibi Ma : Kau sanggup sakit.

Hee Kyung teringat hasil tes DNA Jin A dan Hyeok Sang.

Di sana tertulis, mereka bukan ayah dan anak.

Hee Kyung heran, mereka bukan ayah dan anak, namun kenapa saya masih gugup?

Lalu Manajer Yeo dan dua stafnya tiba membawakan sampel sepatu.

Hee Kyung menenteng sampel sepatunya ke Hyeok Sang.

Hee Kyung : Bagaimana menurutmu? Bukankah mereka sungguh-sungguh sempurna?

Hyeok Sang : Tidak buruk.

Hee Kyung : Kenapa kau tidak bergabung denganku sekarang? Bukankah istrimu yang setia lebih baik dari Ju Hyung, yang tidak berafiliasi denganmu sama sekali?

Hyeok Sang : Seorang istri yang setia. Kau?

Hee Kyung : Jangan berdebat denganku. Aku sudah melaksanakan banyak hal untuk Lora.

Hyeok Sang : Apakah kau tidak tahu berapa banyak ongkos yang sudah kau habiskan? Kau berpikir kau sudah mendapat dunia cuma lantaran Nyonya Choi berinvestasi sediki namun hentikan itu. Jika kau tergelincir, dewan sanggup mengetahuinya wacana semua duit yang kau sedot. Jangan lupa berkali-kali, saya sudah menutupinya untukmu.

Hee Kyung kemudian memindah duduknya, ke bersahabat Hyeok Sang.

Hee Kyung : Bagaimana kalau kita kembali menjadi sepasang yang sungguh-sungguh saling mengasihi dan berada di segi satu sama lain seumpama kita dulu? Aku tahu kau masih mencintaiku. Setiap perempuan sanggup menyampaikan apakah seorang lelaki mencintainya atau tidak. Kau mungkin menyampaikan saya salah, namun jauh di lubuk hati, kau mencintaiku. Berhentilah memikirkanku selaku persaingan sekarang. Bahkan kalau kau menjatuhkanku dan menggugah kembali harga dirimu, sukacita kemenangan akan cepat berlalu. Kau tahu itu. Ju Hyung yakni musuh kita. Itu tidak mungkin untuk membawanya ke pihak kita. Dan kalau saya akan melawannya, saya akan memerlukan bantuanmu.

Hyeok Sang : Dan kau akan memerlukan milikku. Kau yakni perempuan yang luar biasa.

Hyeok Sang memegang tangan Hee Kyung.

Hyeok Sang : Wanita mana yang mau semenarik ini di usianya?

Hee Kyung : Kau terlihat gagah hari ini. Mengapa kita tidak pergi makan malam, kawasan yang bagus malam ini?

Hyeok Sang menawan tangannya.

Hyeok Sang : Itu bagus juga, namun kenapa kita tidak menghabiskan lebih banyak waktu dengan Hye Bin? Apa yang sungguh-sungguh saya kehendaki bukan Hee Kyung yang menawan dan menggodaku. Aku butuh Hee Kyung, ibunya Hye Bin.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...