Red Shoes Eps 82 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 82 Part 1, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari dongeng spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Jin A tengah bareng Ju Hyung.

Jin A : Sudah kubilang, Nyonya Choi tidak semudah itu.

Ju Hyung : Aku tidak menyalahkanmu. Aku butuh seni administrasi baru, itu saja. Itu bukan masalah. Tapi saya ketakutan bahwa hal-hal akan menjadi lebih canggung antara kamu dan Ki Seok.

Jin A : Aku memintamu untuk menyingkir dari mengangkat dilema pribadi.

Ju Hyung : Maaf. Aku lupa lagi.

Jin A : Aku akan memberitahumu untuk terakhir kalinya. Ini sudah selsai di antara kami. Meskipun kita tidak dapat berpura-pura menjadi orang absurd kalau kita berjumpa satu sama lain.

Ju Hyung : Aku tidak berpikir ia merasakan hal yang sama. Apakah kamu tahu kesamaan apa yang kalian berdua miliki? Kalian berdua merasa bersalah dan tidak dapat saling melepaskan. Tapi tahukah kamu apa yang berbeda? Kau senantiasa menyampaikan ini sudah selsai dan ia senantiasa menyangkalnya sudah berakhir.

Jin A : Seperti yang mesti kamu ketahui, saya nyaris menikahi saudaranya. Kau niscaya salah kalau berpikir ia masih menyimpan perasaan untukku.

Ju Hyung : Buang rasa bersalahmu dan lepaskan. Aku ingin kamu memutuskan balas dendam ketimbang cinta. Aku harap kamu tidak akan melompat kapal dan akan terus melakukan pekerjaan denganku.

Jin A : Jangan khawatir. Tidak hingga saya mendapat balas dendam yang kejam yang saya inginkan.

Jin A menemui Hee Kyung.

Hee Kyung bilang ia mengundang Jin A untuk meminta tolong.

Hee Kyung : Aku tahu kamu sudah beralih ke Lora Mattress, namun tetap saja Lora. Seorang penanam modal besar sedang berinvestasi di Lora Shoes. Nyonya Choi Sook Ja. Apakah kamu tahu apa persyaratannya? Untuk menyingkirkanmu dari Lora. Seperti yang kamu ketahui, saya tidak tahan denganmu. Mengapa kamu bersikeras berada di sini ketika kita berdua saling membenci? Ya, saya tahu kamu ingin menghancurkanku namun itu tidak akan mudah. Ini merupakan prestasi yang mustahil. Jadi, saya ingin memberimu penawaran. Kau mesti meninggalkan perusahaan secara sukarela. Aku akan memberimu banyak uang. Hidup dengan tenang.

Jin A : Selamat sudah hidup kembali. Tapi jangan terlalu senang. Kau tak pernah tahu kapan Nyonya Choi akan berubah pikiran. Jika kamu ingin menyelamatkan Lora Shoes, kamu akan memerlukan konsep yang bagus. Apakah kamu ingin berbelanja milikku? Aku akan menjualnya dengan harga murah.

Hee Kyung : Apa?

Jin A : Desainku jauh lebih orisinil dari milikmu yang sudah ketinggalan zaman. Milikku bergaya. Dan higienis alasannya merupakan saya tidak menyalin konsep orang lain. Karena kamu memakai duit Nyonya Choi, kamu dilarang gagal lagi. Kau akan sungguh-sungguh selesai, Min Daepyonim.

Hee Kyung : Jangan khawatir. Aku cuma mesti menyingkirkanmu.

Jin A : Apakah kamu pikir itu akan mudah? Kau tahu saya membuatmu dihapus selaku kandidat menteri. Berhentilah menjadi serakah. Jadilah ibu yang bagus untuk Hye Bin. Pada hari saya meninggalkan Lora, akan menjadi hari Lora hancur tidak dapat diperbaiki.

Jin A beranjak keluar.

Jin A di pantry, mempertimbangkan kata-kata Hee Kyung tadi, bahwa Nyonya Choi berinvestasi di Lora dengan syarat ia mesti keluar dari Lora.

Jin A sedikit kecewa namun ia paham kenapa Nyonya Choi menyerupai itu.

Jin A : Dia mungkin membenciku sejak saya menyakitinya, memanfaatkannya, dan mengkhianatinya. Nenek, saya sungguh menyesal.

Ju Hyung datang.

Ju Hyung : Aku tahu kamu akan berada di sini menyerupai ini. Sudah terperinci sejak Min Daepyo memanggilmu. Aku tahu bagaimana rasanya. Apa yang ia katakan?

Jin A : Nyonya Choi berinvestasi di Lora Shoes, dengan syarat bahwa ia mengusirku dari Lora.

Ju Hyung tertawa dan berkata Hee Kyung harusnya berterima kasih pada Jin A.

Ju Hyung : Dia bisa bertahan dari final hayat berkat kau.

Jin A : Aku tahu. Dia mesti berterima kasih padaku. Meskipun saya merasa tidak nikmat padamu.

Ju Hyung : Bagaimana dengan ayam dan bir nanti? Apakah itu terlalu tidak tenteram pergi ke kedai makanan Ki Seok?

Jin A : Tidak. Kau menyampaikan kepadaku untuk tidak merasa bersalah dan untuk melepaskan. Aku ingin menghadapinya secara eksklusif dan menang atasnya.

Ponsel Ju Hyung bunyi. Ju Hyung bergegas menjawab.

Ju Hyung : Ya.

Sekarang Ju Hyung di ruangannya bareng Manajer Yeo.

Manajer Yeo : Ayahku menelepon, menyampaikan ia tidak dapat menghubungimu.

Ju Hyung : Dia melakukannya? Apa maksudmu?

Manajer Yeo : Dia menerima pemberitahuan sebelum ia berangkat ke AS, wacana Kim Jemma. Pimpinan Kwon sedang menjajal untuk menyingkirkannya lagi.

Ju Hyung kaget, apa?

Manajer Yeo : Pimpinan Kwon memberitahu pengawalnyauntuk siaga. Aku tidak tahu kapan itu akan terjadi.

Ju Hyung : Aku mesti memberitahunya untuk berhati-hati.

Sun Hee di toko, sedang mencari duit kembalian. Ada 3 konsumen yang mengantri. Pelanggan yang bangun paling depan, memerintahkan Sun Hee bergegas alasannya merupakan ia buru-buru.

Sun Hee minta maaf dan menyampaikan itu alasannya merupakan ia sendirian.

Pelanggan yang dibelakang tentukan pergi. Dia bilang ia akan kembali lagi nanti setelah Sun Hee tidak sibuk.

Sun Hee bertanya-tanya kemana perginya Tae Gil disaat toko lagi ramai.

Yu Kyung tiba bawa camilan. Dia tidak menyaksikan Tae Gil.

Yu Kyung : Kemana paman?

Sun Hee : Bukankah ia di kedai makanan ayam?

Mereka heran Tae Gil kemana.

Lah Tae Gilnya lagi sama Soo Yeon. Soo Yeon bahagia banget dibawain tteokbokki sama Tae Gil.

Saat Tae Gil mau matahin sumpitnya, Soo Yeon eksklusif ngambil sumpitnya.

Soo Yeon : Jika ini pecah dengan rapi menjadi dua…

Tae Gil : Lalu?

Tae Gil : Lalu kita mesti berciuman.

Soo Yeon berhasil memisahkan sumpitnya dengan utuh.

Mereka bahagia dan hingga pelukan. Tapi pas mau ciuman, Sun Hee nelpon.

Sun Hee : Dimana kau, Tae Gil? Kami sungguh sibuk. Apakah kamu melaksanakan sesuatu yang buruk? Kembali ke sini sekarang.

Di ruanganya, Ju Hyung melongo memandang kado dari Jin A.

Tiba-tiba, Ju Hyung datang.

Ju Hyung : Apakah saya mengganggu? Apakah kamu sibuk?

Ki Seok : Tidak, saya baik-baik saja. Silahkan duduk.

Ki Seok tanya apa Ju Hyung mau teh.

Ju Hyung : Aku ingin ayam, bukan teh. Ayam yang didapatkan oleh CEO Yoon Ki Seok. Aku mendengar resep gres ini berhasil besar. Aku ingin merasakan itu.

Ki Seok mau keluar untuk merencanakan pesanan Ju Hyung, namun Ju Hyung bilang ia sudah melakukannnya.

Ju Hyung : Jemma akan secepatnya hadir juga.

Ki Seok terkejut.

Ju Hyung : Mengapa? Apakah akan terlalu tidak tenteram bagimu?

Ki Seok : Aku percaya ia mendengar nenekku berinvestasi pada Min Daepyo. Apa yang Jemma persiapkan sekarang?

Ju Hyung : Aku percaya itu tidak akan merubah apa pun. Dia akan tetap di sisiku. Jangan khawatir. Dia bijaksana dan cerdas. Aku sanggup menyaksikan mengapa kamu sungguh menyukainya.

Jin A masih di kantor. Dia mempertimbangkan kata-kata Ju Hyung tadi wacana kesamaan ia dan Ki Seok.

Ju Hyung : Kalian berdua merasa bersalah dan tidak dapat saling melepaskan. Tapi kamu tahu apa perbedaannya? Kau senantiasa menyampaikan kalian sudah selsai namun ia senantiasa menyangkal itu. Buang rasa bersalahmu dan lepaskan dia.

Jin A : Aku akan melepaskan sepenuhnya. Tidak ada rasa bersalah. Semuanya sudah berakhir.

Ponsel Jin A bunyi. Telepon dari Ju Hyung.

Ju Hyung : Apakah kamu masih di kantor?

Jin A : Iya.

Ju Hyung : Kau akan datang? Aku sudah menanti untuk sementara waktu.

Jin A : Aku gres saja akan pergi. Aku akan menjajal untuk bergegas. Baik.

Jin A eksklusif ke lift.

Tapi begitu lift tiba di lantai satu, seorang lelaki bermasker sudah menunggunya.

Tae Gil menjinjing Soo Yeon ke Nosang.

Semua bahagia menyaksikan Soo Yeon.

Yu Kyung sedikit berbisik, darimana saja kamu sepanjang hari? Bibi sungguh-sungguh murka dan pulang ke rumah.

Soo Yeon mendengar itu meminta maaf.

Dia bilang itu salahnya.

Yu Kyung : Tidak perlu minta maaf padaku.

Tae Gil : Ada ruangan kosong.

Yu Kyung bilang ruang VIP lagi dipakai.

Soo Yeon pun berkata mereka bisa duduk dimana saja.

Ki Seok keluar.

Soo Yeon : Sudah lama, Yoon Daepyo.

Ju Hyung keluar dari ruang VIP.

Ju Hyung : Bibi.

Soo Yeon : Omo, Ju Hyung-ah. Sedang apa kamu disini?

Hyeok Sang di ruangannya, mempertimbangkan kata-kata Hee Kyung.

Hee Kyung : Ini semua salah Kim Jemma. Semua ini tidak akan terjadi kalau ia tidak ada. Aku akan menjadi Menteri Kesetaraan Gender dan Keluarga. Min Hee Kyung Lora akan menjadi menteri. Mengapa saya yang mesti menjadi korban? Apa kesalahan yang sudah saya perbuat? Kita mesti menghukumnya. Ini salahnya, Hye Bin menyerupai itu setelah pernikahannya dibatalkan. Tapi ia kembali ke perusahaan. Bagaimana ia bisa begitu tak tahu malu? Aku ingin Jemma pergi. Aku ingin membunuhnya. Semuanya berantakan alasannya merupakan dia.

Lalu ia ingat kata-kata Jin A, ketika Jin A melabraknya usai Ok Kyung kecelakaan.

Jin A : Pembunuh. Bawa ibuku kembali! Kau membunuh ayahku dalam laga lari. Kali ini, kamu menjajal membunuh ibuku? Apa? Apakah saya berikutnya? Pembunuh. Kau monster. Aku punya bukti bahwa kamu menjajal membunuhku.

Flashback end….

Hyeok Sang : Bagus. Aku tidak tahu berapa banyak bukti yang kamu miliki, namun saya akan tentukan kamu tidak pernah bisa menggunakannya. Jemma. Kau sudah menjinjing ini pada dirimu sendiri.

Mereka berempat duduk di ruang VIP.

Ju Hyung : Makara pacarmu merupakan paman Kim Jemma?

Jatuhkan gelar kehormatan. Dia keponakan saya.

Soo Yeon : Jangan mengintimidasi Tae Gil.

Ju Hyung : Aku tidak berpikir ia takut dengan mudah. Dia mencuri hati adik Pimpinan Kwon.

Tae Gil dan Soo Yeon tertawa mendengarnya.

Ki Seok menyaksikan jamnya. Dia resah Jin A belum datang.

Ju Hyung juga heran Jin A begitu lama.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...