Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 1 Part 3, Cara pintas untuk memperoleh spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.
Foto KBS2
Raja mendatangi Ibu Suri Choi. Ibu Suri memakai hanbok putih, tanda berkabung.
Ibu Suri : Kau tak pernah lupa mengunjungiku walaupun saya ibu tirimu. Pengabdianmu terhadap orang tuamu menjadi contoh bagi semua orang.
Raja : Itu yakni tugasku selaku seorang putra.
Ibu Suri menuangkan teh untuk Raja. Tapi di saat Raja hendak mengangkat cawannya, Ibu Suri bilang tehnya tidak beracun. Raja kaget. Ibu Suri bilang ia cuma bercanda.
Ibu Suri : Kudengar kamu masih sukar tidur, jadi, saya menyiapkan teh krisantemum. Ratu mati sia-sia. Bagaimana kamu bisa tidur dengan tenang? Apa ini kali kedua? Putri Mahkota juga mati sia-sia. Kudengar ia dibakar hingga tak bisa dikenali. Izinkan saya menyampaikan ini lantaran ini pemakaman nasional. Istana Ratu tak boleh dibiarkan kosong dalam waktu lama.
Foto KBS2
Sekarang, Raja bermain mahjong sendirian di istananya. Dia meletakkan bidaknya, hingga membentuk susunan.
Raja kemudian membayangkan bidak-bidak itu yakni para menteri. Disinilah ia sadar bahwa semua menterinya memihak Gye Won. Bidak yang disusunnya, sama persis seumpama susunan para menteri di saat bangun di depannya.
Foto KBS2
Raja terdiam di istananya.
Kasim bilang cuacanya dingin.
Raja : Sepertinya saya tak akan bisa tidur malam ini. Aku akan tidur di perpustakaan.
Kasim : Baik, saya akan menyiapkan tempatnya.
Foto KBS2
Di perpustakaan, Raja bangun di depan suatu rak.
Tak usang kemudian, ia memindah rak itu. Ternyata rak itu bukan rak biasa. Itu yakni pintu yang saat itu juga terbuka setelah digeser Raja.
Ada lorong di dalamnya.
Raja pun masuk, menyusuri lorong itu.
Kita kemudian dibawa ke masa kemudian Raja, di saat Raja masuk muda.
-7 tahun lalu-
Foto KBS2
Seja berjalan-jalan di pasar, ditemani kasim dan para pengawalnya. Kasim membujuk Seja untuk kembali ke istana. Tapi Seja bilang ia mesti menyaksikan dahulu seumpama apa Nona Yoon yang hendak dinikahinya.
Kasim : Belum telat untuk kembali ke istana. Aku akan meminta pengawal mengirim anda pulang.
Kasim menoleh ke para pengawal. Tapi di saat menoleh lagi ke arah Seja, Seja nya udah ngilang.
Sontak kasim dan pengawal ketakutan dan bergegas mencari Seja.
Seja nya ternyata bersembunyi di bawah meja barang jualan seseorang.
Foto KBS2
Seja mulai berjalan-jalan sendirian.
Tiba-tiba, seorang gadis lewat di depannya. Gadis itu terlihat mengikuti gerombolan belum dewasa yang menjinjing telur.
Seja mengikuti gadis itu.
Foto KBS2
“Jika kami membawakan telur, kamu akan menggantinya jadi anak ayam? Bahkan tanpa ayam?” tanya seorang anak.
“Tentu saja. Masukkan ke sana.” jawab gadis itu, mengutus belum dewasa meletakkan telur di dalam jerami.
Gadis itu kemudian membasahi telur dengan secentong air.
“Kelembapannya cukup. Untungnya, cuacanya bagus. Jangan lupa memutarnya tiga kali sehari. Dalam tiga, empat hari, kalian akan menyaksikan anak ayam.”
Foto KBS2
“Seorang gadis muda mendustai orang-orang bodoh. Ada apa dengan dunia ini?” ucap Seja.
Gadis itu berbalik dan memandang Seja.
“Siapa kau?”
“Kau sungguh yakin telur akan menetas tanpa eraman ayam?”
“Setelah bikin lingkungan hangat dan lembap, seumpama badan ayam, saya menyaksikan telurnya menetas dengan kedua mataku sendiri.”
“Mereka tak akan menetas.”
“Pasti bisa.”
Foto KBS2
Seja menginjak telur2 itu hingga pecah.
Seja : Kini, mereka tak akan bisa menetas.
Gadis itu marah, telur yang kamu pecahkan bukan sekadar telur, namun mereka akan menjadi ayam. Balas mereka dengan harga ayam.
Seja : Jika kamu mengharapkan uangnya, cobalah menangkapku.
Foto KBS2
Seja pun kabur dengan kudanya. Tapi tak disangka, gadis itu dapat menunggangi kuda dan mengejar-ngejar Seja.
Seja terkejut, kamu bisa menunggang kuda? Kau mengikutiku kemari demi mendapat ganti rugi ayam?
“Telur itu dapat mengajari mereka wacana buah dari perjuangan untuk masa depan. Kau menghancurkan potensi itu.”
“Kau pikir saya akan tertipu dengan kebohongan untuk anak-anak?”
Foto KBS2
Seja mau pergi. Gadis itu bilang kalau Seja pergi ke depan, Seja akan jatuh ke rawa.
Seja tak yakin dan memacu kudanya ke depan. Dan benar saja, ada rawa di depan dan Seja jatuh.
Gadis itu mendekati Seja. Dia memandang Seja dengan muka kesalnya.
“Kau tak berbohong.”
“Aku memang tak berbohong.”
Gadis itu mengulurkan tangannya, mau menolong Seja berdiri.
Foto KBS2
Sekarang, Seja dan gadis itu ada di jembatan.
Gadis itu menunjuk ke depan mereka.
“Di sebelah sana. Para perempuan naik ayunan di Dano. Kudengar banyak lelaki tiba kemari untuk menemui tunangannya sebelum menikah. Ternyata itu benar. Baiklah, saya yakin kamu akan meninggalkan duit untuk ayam di kedai.”
“Menurutmu kamu bisa menetaskan telur-telur itu? Anak-anak itu cuma ingin makan hari ini. Mereka akan menyantap telurnya bahkan sebelum menetas.”
“Tapi tetap saja, kalau meratapi perbuatannya, mereka akan berguru sesuatu. Lalu setelah itu, dan di lain waktu, mereka akan sedikit lebih baik.”
“Kau cukup jelek. Kau jelek, kurang ajar, angkuh, dan bahkan kejam. Kau bawel dan tak lembut, jadi, siapa yang hendak menikahimu?”
“Kau kejam.”
“Karena itulah saya akan menikahimu.”
Gadis itu terkejut dengan ucapan Seja.
Foto KBS2
Sekarang, gadis itu berlangsung sendirian menuju rumahnya.
Seseorang mengawasinya.
“Cepat kejar dia. Cari tahu keluarganya, keluarga ibunya, dan reputasi mereka.”
Foto KBS2 Foto KBS2
Seja menginformasikan ayahnya siapa gadis yang hendak dinikahinya.
Gadis yang bareng Seja tadi yakni putri Cendikiawan Yoo Haksoo?
Seja : Aku tak akan menikahi gadis lain selain putri dari keluarga itu.
Raja : Kau tak mengenal Cendekiawan Yoo Haksoo? Dia masa depan Sarim. Dia sungguh dihormati oleh Sarim jadi, para pejabat juga mengawasinya.
Seja : Itulah alasannya. Kita mesti mengembangkan kekuasaan atau Sarim untuk melawan para pejabat.
Foto KBS2
Ratu : Seja!
Raja mengutus kasim dan pengawal yang bangun di belakang Seja keluar.
Raja memarahi Seja.
Raja : Kenapa kamu begitu ceroboh? Sudah kubilang kamu mesti senantiasa waspada di istana.
Seja : Maafkan aku. Namun, ayah juga mencicipi hal yang serupa denganku. Ayah tak bisa mendapatkan putri seorang pejabat selaku putri mahkota. Itu sebabnya ayah menangguhkan pernikahanku hingga kini. Lagi pula, ia perempuan yang hebat. Dia baik dan bijaksana, sepatutnya seorang ratu.
Ratu : Aku memahami perasaanmu. Sudah waktunya belajar, jadi, kamu mesti pergi.
Seja pun pamit.
Foto KBS2
Raja bicara dengan Ratu.
Ratu bilang Seja benar.
Raja : Aku tahu. Tapi tetap saja, saya takut. Aku naik takhta berkat diseleksi oleh para pejabat yang menggulingkan kakakku. Jika saya melibatkan Sarim, untuk menertibkan para pejabat, bagaimana respons mereka?
Ratu : Saat terjadi pergolakan, keluargaku dimusnahkan lantaran kami orang terdekat raja terdahulu. Mereka menuntutmu untuk mengusirku lantaran tak sudi melayani ratu dari keluarga pengkhianat. Tapi kamu menangani tekanan mereka dengan mempertaruhkan nyawamu.
Raja : Aku suamimu. Jika tak bisa melindungi istriku sendiri, bagaimana bisa saya menjaga negara ini?
Ratu : Kalau begitu, percayalah terhadap Putra Mahkota. Dia yakni penerusmu.
Foto KBS2 Foto KBS2
Kasim Heo menginformasikan Gye Won bahwa Raja dan Seja bertujuan melibatkan Sarim untuk memantau para pejabat yang melaksanakan kudeta.
Gye Won : Apa benar itu perkataan Putra Mahkota?
Foto KBS2
Besoknya, Cendikiawan Yoo tiba menyanggupi panggilan Raja.
Raja : Aku ingin meminta bantuanmu.
Cendikiawan Yoo pribadi berlutut.
Cendikiawan Yoo : Aku akan menyerahkan hidupku untuk melaksanakan perintah anda, Yang Mulia.
Raja : Aku ingin putrimu menjadi Putri Mahkota.
Sontak Cendikiawan Yoo terkejut mendengarnya.
Foto KBS2
Yoo Jung tengah berguru ditemani ibunya. Ketika sang ayah pulang, ia pribadi bangun dan menyembunyikan buku yang tengah dibacanya.
Cendikiawan Yoo membisu saja memandang putrinya, kemudian ia mengutus istrinya mengambilkannya air madu.
Foto KBS2
Cendikiawan Yoo cmemberitahu putrinya, ada yang melamar.
Yoo Jung : Ternyata ada keluarga yang belum mendengar tentangku.
Cendikiawan Yoo : Pernikahan ini memiliki kehormatan dan tanggung jawab terbesar.
Yoo Jung kaget, apa ini ijab kabul kerajaan? Paduka Raja berupaya menertibkan para pejabat dengan memakai Sarim? Apa ayah menerimanya?
Cendikiawan Yoo : Sebagai orang tua, ayah menolaknya, namun selaku rakyat, ayah mesti menerimanya.
Yoo Jung : Ayah, saya tidak mau tinggal di istana.
Cendikiawan Yoo : Kau tercengang lantaran banyak yang lupa bahwa rakyat yakni fondasi negara kita. Di Joseon, biar perempuan bisa menerapkan ilmunya untuk negara, ia mesti hidup selaku Ratu. Ayah belum pernah menyaksikan gadis yang lebih layak menjadi ratu selain dirimu.
Foto KBS2
Maka Yoo Jung mulai istana, ia bareng para gadis lain.
Hari demi hari berlalu. Hanya 3 gadis yang lolos seleksi penyeleksian putri mahkota.
Dari kejauhan, Seja ditemani Kasim Heo memandang Yoo Jung.
Kasim Heo : Jika anda menggemari salah satunya, beri tahu saya kapan pun anda siap.
Seja : Aku tak akan menemui mereka. Aku ingin melihatnya terkejut pada malam pertama kami bersama. Aku tahu ia akan berteriak.
Foto KBS2
Yoo Jung pun terpilih selaku Putri Mahkota. Dia dikirim para dayang menuju kediamannya.
Kepala Dayang : Ini wilayah tinggal anda selaku Putri Mahkota mulai di saat ini.
Foto KBS2
Gye Won dan antek2nya rapat, membahas Putri Mahkota.
Gye Won : Akhirnya, putri dari Cendekiawan Yoo Haksoo terpilih. Ini yakni upaya untuk menahan kita dengan mempergunakan Sarim. Menteri Jo Won Pyo bilang, ia lebih baik mengubah Raja ketimbang mesti menyaksikan Seja bersanding dengan Yoo Jung.
Gye Won : Satu reformasi bikin kita berjasa terhadap negara ini, namun dua reformasi memunculkan kita pengkhianat.
Won Pyo : Lalu, apa kamu menyarankan biar kita menyerahkan hidup kita?
Gye Won : Ratu yakni musuh kita, sekarang Putri Mahkota bareng Sarim. Paduka Raja gres saja memberi kita alasan. Ratu Shin yakni putri dari raja makzul yang kita bunuh, Shin Heogyeon. Cendekiawan Yoo Haksoo berguru bareng Shin Heogyeon, bukan?
Foto KBS2 Foto KBS2
Pasukan istana memukuli dan menangkap semua anggota Sarim.
Anggota Dewan Kiri, dipimpin Gye Won melaksanakan agresi protes di depan istana Raja.
Gye Won : Aku, Anggota Dewan Kiri Park Gyewon, menyerahkan jabatanku dan juga hidupku untuk mengabarkan agresi keji ini. Cendekiawan Yoo Haksoo mempergunakan pengaruhnya atas Sarim untuk mempersiapkan pengkhianatan! Pengkhianat yang memihaknya sudah mengakui semuanya dan kejahatannya sudah terungkap secara detail. Fakta yang lebih menakutkan yakni pemimpin para pengkhianat tersebut ternyata Paduka Ratu.
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja keluar dan terkejut menyaksikan agresi protes Gye Won.
Gye Won : Ratu menyimpan dendam lantaran pemenggalan ayahnya, Shin Heogyeon si Pengkhianat dan berkonspirasi untuk membunuh Yang Mulia Raja. Dia bersekongkol dengan cendekiawan jahat Yoo Haksoo untuk memaksimalkan takhta Putra Mahkota demi pemerintahannya. Semuanya terungkap lewat insiden ini. Yang Mulia! Lengserkan Ratu dan ungkap setiap kejahatan yang ia lakukan!
Raja : Anggota Dewan Kiri. Aku mohon padamu. Tolong jangan gulingkan Ratu dari takhta. Dia yakni istriku.
Gye Won : Yang Mulia. Anda tak boleh melibatkan perasaan pribadi ke dalam problem negara.
Raja murka dan mengutus pengawal istana untuk memenjarakan Gye Won.
Raja : Dia pendosa yang berani memfitnah Ratu!
Tapi tak ada yang mendengar perintahnya. Mereka kompak memihak Gye Won. Termasuk, Won Pyo yang menjadi komandan.
Para menteri bahkan melepaskan topi mereka, mengancam akan melepaskan jabatan mereka kalau permintaan mereka tak dipenuhi.
Raja syok, apa kalian berani mengancamku? Pengawal Istana, angkat pedang kalian! Bawahanku, pakai topi kalian lagi!
Dari kejauhan, Seja dan Ratu memandang Raja.
Foto KBS2
Seja minum teh bareng ibunya, sambil mengobrol.
Ratu : Apa kamu menyesalinya?
Seja : Tidak. Selama saya tak memutuskan calon mereka, mereka akan tetap protes semua orang pilihanku.
Ratu : Kau benar. Pastikan kamu melindungi Putri Mahkota selaku suaminya.
Seja : Sama seumpama ayahku.
Ratu : Benar. Suami mesti melindungi istri, dan ibu mesti melindungi anak-anaknya.
Seja terhenyak dengan perkataan ibunya.
Ratu : Tehmu mulai dingin.
Seja minum tehnya.
Ratu memandang Seja dengan tatapan nanar.
Ratu : Tae-ya. Aku gres saja meracuni tehmu.
Sontak lah Seja terkejut mendengarnya.
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja teringat kata-kata Ratu nya tadi kepadanya.
Ratu : Yang Mulia, saya akan memberimu argumentasi untuk melawan mereka. Yang Mulia, tolong jaga keamanan Putra Mahkota.
Foto KBS2 Foto KBS2
Ratu menginformasikan Seja bahwa porsi racunnya lebih banyak dari biasanya.
Ratu : Kau akan sakit beberapa hari. Jika Putra Mahkota negara ini nyaris terbunuh, mereka akan waspada untuk sementara waktu.
Seja : Anggota Dewan Kiri tak akan gentar lantaran trik semacam ini. Dia akan berupaya lebih keras untuk melengserkan ibu.
Ratu : Aku tahu. Rasa sakit yang kamu derita tak akan menyelesaikan ini. Ibumu tak akan menjadi ratu yang digulingkan. Aku akan mati selaku ratu negara ini.
Ratu meminum teh miliknya yang juga ia taruh racun.
Tangis Seja keluar di saat menyaksikan ibunya kesakitan, namun ia tak bisa berbuat apapun lantaran ia juga kesakitan.
Ratu sambil menahan sakit, memastikan ke Seja bahwa mereka diracun hingga mati. dan meminta Seja mengingat itu selamanya.
Ratu : Gunakan untuk keuntunganmu. Satu-satunya yang hendak membuatmu kondusif yakni simpati orang-orang untukmu selaku anak dari ibu yang diracun.
Foto KBS2
Raja masuk dan terkejut menyaksikan istri-anaknya sekarat.
Raja bergegas memeluk istrinya. Dia kemudian berteriak, mengundang orang diluar.
Para dayang dan kasim pribadi masuk. Mereka pun berlutut menyaksikan Ratu dan Seja terkapa.
Raja : Ratu dan Putra Mahkota diracun hingga mati. Tutup semua gerbang istana! Aku niscaya akan menangkap pelakunya dan memusnahkan tiga generasi untuk menghukum mereka atas kejahatan ini!
Foto KBS2
Tapi kenyataannya, Raja tak bisa berbuat apa-apa. Gye Won masih ada di istana.
Seja marah. Raja menjelaskan, bahwa Gye Won berjanji akan menyelamatkan nyawa Seja.
Seja : Ratu negeri ini diracun hingga tewas. Kenapa penyebab kejahatan ini masih belum dihukum? Kenapa tak ada yang bertanggung jawab?
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja malah mengutus Gye Won masuk.
Gye Won : Yang Mulia. Yoo Haksoo, pengkhianat yang membunuh Ratu dan keluarganya dipenggal, dan harta mereka disita. Tolong perintahkan eksekusi untuk putri Yoo Haksoo.
Seja murka dan mencengkram kerah Gye Won.
Seja : Aku akan membunuhmu! Aku akan mencabik-cabikmu! Aku akan membunuhmu!
Raja mengutus pengawal untuk mengurung Seja.
Setelah itu ia mengutus Gye Won untuk memenggal Jung besok.
Foto KBS2 Foto KBS2
Jung terduduk lemas di penjara. Tak lama, ayah ibunya lewat. Tangis Jung pribadi pecah.
Ayah ibu Jung juga menangis. Tapi penjaga pribadi menjinjing ayah ibu Jung pergi.
Ayah Jung dipenggal. Jung menanti gilirannya.
Foto KBS2
Seja dan ayahnya di perpustakaan. Seja memohon pada ayahnya untuk melepaskan Jung.
Seja : Gadis itu tak bersalah. Apa Ratu mati lantaran ia bersalah?
Raja : Aku kehilangan istriku lantaran saya lemah. Setelah kehilangan dia, saya mesti melindungimu, Putra Mahkota. Aku yakni suami pengecut yang berpaling dari maut istriku.
Seja : Apa ayah ingin saya menjadi pengecut seumpama ayah? Aku tak bisa melaksanakan itu.
Raja pun terganggu dengan kata-kata Seja.
Foto KBS2
Raja karenanya menginformasikan Seja ada jalan belakang layar di perpustakaan.
Raja : Di istana, ada jalan belakang layar yang cuma dipahami penerus takhta. Kau bisa keluar dari istana lewat jalan ini. Ikuti Kyun.
Dibawah, Kasim Jung dari istana Ratu sudah menunggu.
Dia memakai busana hitam serta parasnya yang ditutupi cadar hitam.
Raja meminta Seja menandakan bahwa ia berlainan darinya.
Foto KBS2
Malam itu, penjara wilayah Jung ditahan dibakar.
Seja bergegas menjinjing Jung pergi.
Foto KBS2 Foto KBS2
Seja memacu kudanya dan berhenti di jembatan wilayah mereka menghabiskan waktu bareng terakhir kali sebelum menikah.
Jung terjatuh.
Seja yang tadinya berlangsung di depan Jung setelah turun dari kuda, pribadi mendekati Jung.
Seja : Saat lelaki bertopeng datang, ia akan membawamu ke wilayah aman.
Jung : Jika saya pergi ke sana, apa saya akan berjumpa ibu dan ayahku?
Seja tak bisa menjawab.
Jung : Lupakan saja. Mereka dipenggal lantaran saya menjadi Putri Mahkota. Tapi cuma saya yang selamat. Kenapa kamu tak membiarkanku mati saja?
Seja : Kumohon hiduplah. Karena aku, ibuku meninggal. Karena aku, satu keluarga musnah. Tapi saya akan hidup. Aku akan hidup dan menyiksa pelaku yang membantai ibuku dan orang-orang yang bermanfaat bagiku. Jadi, kumohon, tetaplah hidup. Kumohon. Tolong tetap hidup dan jadilah kuat.
Foto KBS2 Foto KBS2
Sekarang, Jung sudah berkembang dewasa. Dia menanti Tae yang sekarang sudah menjadi Raja di jembatan wilayah mereka berpisah terakhir kali.
Tak usang kemudian, Raja datang. Jung tersenyum terhadap Raja.
Sambil tersenyum pada Raja, Jung berlangsung ke arah Raja.
Raja lega dan berterima kasih dalam hatinya lantaran Jung tetap hidup.
Raja : Cintaku yang hancur lantaran aku, cintaku Putri Mahkota.
Bersambung….
Next episode : Raja memutuskan Yeon Hee, putri Won Pyo, selaku pendampingnya..














































