Tentangsinopsis.com – Sinopsis Bloody Heart Episode 1 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA DISINI.
Foto KBS2
Di part sebelumnya, Menteri Yoon bilang nasib keluarga Yoon bergantung pada keadaan Ratu Yoon.
Dia meminta tabib merahasiakan penyakit Ratu yang semakin buruk. Tabib mengerti. Menteri Yoon pergi.
Tanpa mereka sadari, Kasim Jung menguping.
Foto KBS2
Raja tengah latihan memanah ditemani Gye Won. Tapi tembakannya meleset.
Raja : Anak panahku niscaya nervous alasannya kau, Anggota Dewan Kiri.
Gye Won : Semua orang tahu bahwa anda pemanah yang hebat, Yang Mulia. Aku cuma takut anda lebih memutuskan berlatih seni bela diri dan mengabaikan pelajaran anda.
Raja : Aku akan mengenang nasihatmu.
Gye Won : Suatu kehormatan bagiku. Kalau begitu, izinkan saya memberimu nasihat lain. Aku tahu anda ingin putra dari Paduka Ratu. Tapi kita tak sanggup terus menunggu. Ibu Suri berwasiat biar anda memutuskan selir kerajaan.
Raja : Aku akan berupaya membujuk Pangeran lagi…
Gye Won : Yang Mulia. Alih-alih membujuk, beri beliau perintah.
Raja pasrah, saya mendapatkan saranmu.
Kasim Heo mengumumkan, bahwa Kasim Jung dari istana Ratu datang.
Foto KBS2 Foto KBS2
Kasim Jung masuk. Dia bilang beliau tiba untuk melaporkan penemuan lokasi untuk paviliun Pangeran.
Raja menerangkan ke Gye Won, baiwa beliau ingin menghibur pangeran dengan merusak rumah kosong dan membangun paviliun.
Raja mengajukan pertanyaan ke Kasim Jung berapa ukurannya?
Kasim Jung : Rumah seluas 21 kan akan diubah menjadi 4 dan dan 4 jum dan rumah 22 kan akan menjadi 3 dan dan 9 jum.
Raja : Lanjutkan.
Raja kemudian bilang pada Gye Won beliau akan mendatangi Ratu.
Foto KBS2 Foto KBS2
Setelah Raja pergi, Kasim Jung mendekati Gye Won.
Kasim Jung : Daegam, ini sungguh mendesak.
Foto KBS2
Raja berlangsung dengan segera menuju sebuah tempat. Kasim Heo yang mengikutinya, memberi tahu bahwa Raja salah jalan. Istana Ratu ke arah sebaliknya. Tapi Raja tak peduli dan terus berjalan. Ternyata tujuan Raja yakni ke perpustakaan.
Dia ingin membaca catatan ihwal ibunya.
Foto KBS2
Kepala Dayang memberi tahu Ibu Suri Choi Ga Yeon bahwa pangeran sudah menanti selama setengah jam.
Ibu Suri Choi : Apa sudah selama itu?
Kepala Dayang : Benar, Yang Mulia.
Ibu Suri Choi : Izinkan beliau masuk seperempat jam lagi.
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja tiba di depan kamar Ratu.
Dia mendengar teriakan Ratu.
Di dalam, Ratu marah. Dia bahkan melemparkan mangkuk beling ke pelayannya, menghasilkan dahi Kepala Pelayannya berdarah.
Ratu : Kenapa tak ada kabar dari ayahku! Bagaimana sanggup beliau meninggalkan istana meski tahu saya pingsan! Ratu sedang sakit, bukankah tak masuk logika jikalau tak ada yang mengunjungiku!
Foto KBS2 Foto KBS2
Ibu Suri Choi bertanya, ada kebutuhan apa Pangeran tiba menemuinya.
Ternyata Pangeran yang dimaksud yakni Menteri Yoon.
Ibu Suri Choi : Kudengar anda sungguh mengkhawatirkan masa depan keluarga kerajaan.
Menteri Yoon : Itu sungguh membingungkan dan memalukan.
Ibu Suri Choi : Benarkah? Kudengar kamu menentang inspirasi penyeleksian selir.
Menteri Yoon : Bagaimana mungkin saya menentang Ibu Suri? Namun, demi Paduka Ratu yang sedang sakit, tolong beri saya wewenang dalam penyeleksian selir. Jika anda mengizinkan, saya akan setia terhadap anda menyerupai anjing dan kuda.
Ibu Suri Choi tertawa, kelihatannya rumor itu benar.
Foto KBS2
Pintu kediaman Ibu Suri terbuka.
Menteri Yoon berbalik dan terkejut menyaksikan Gye Won cs datang.
Foto KBS2
Raja memerintahkan dayang Ratu lainnya menyingkirkan dayang yang menghasilkan Ratu marah.
Dayang yang kepalanya terluka pun secepatnya dibawa pergi oleh dayang yang lain.
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja mendekati Ratu.
Raja : Aku datang. Aku mungkin tak berdaya, namun Raja tiba untuk mendatangi Ratu.
Ratu : Kudengar Istana Kerajaan menuntut biar kamu secepatnya memutuskan selir.
Raja : Mataku cuma tertuju padamu. Tuntutan mereka tak penting.
Ratu : Yang Mulia. Aku niscaya menyakitimu alasannya saya seorang ratu yang mudah marah. Itu alasannya saya mendengki. Aku benci melihatmu berupaya menyebabkan gadis dari keluarga biasa selaku Putri Mahkota, alih-alih diriku. Jika gadis itu masih hidup, saya akan membunuhnya. Sebesar itulah rasa cintaku padamu.
Raja : Ini yakni kali pertama kamu mengungkapkan cintamu, Ratuku. Kalau begitu, saya akan memberimu jawaban.
Ratu senang. Raja memegang wajah Ratu.
Raja : Ratuku. Kau akan secepatnya meninggal.
Menteri Yoon terkejut Ibu Suri Choi sudah tahu penyakit Ratu.
Ibu Suri Choi : Penyakitnya masuk ke paru-paru dan tak sanggup diselamatkan, bukan? Kukira kamu sungguh mencintainya, namun rekomendasi pertamamu justru mengenai penyeleksian selir. Sepertinya kekuasaan lebih penting dibandingkan dengan anakmu sendiri.
Foto KBS2
Ratu terkejut dengan kata-kata Raja. Dia bilang itu lawakan yang buruk.
Raja marah, contoh lawakan yakni perkataanmu belum usang tadi. Jika kamu sungguh-sungguh tahu rasanya jatuh cinta, kamu tak akan pernah berani menyampaikan kata itu. Tak ada anak di dunia ini yang sanggup senang jikalau dicintai anak dari pembunuh ibunya.
Foto KBS2 Foto KBS2
Raja berdiri dan memandang Ratu.
Raja : Aku naik takhta sehabis menikahimu. Begitu kamu mati, saya sanggup menikahi keluarga yang akan mendukungku. Ratuku, dikala ini kamu terlihat patut disayangi.
Ratu frustasi berat dengan perkataan Raja.
Foto KBS2
Raja beranjak pergi. Ratu ingin mengejar, namun beliau terjatuh.
Ratu : Yang Mulia….
Foito KBS2
Antek2 Gye Won menyeret Menteri Yoon keluar.
Menteri Yoon minta Gye Won memberinya kesempatan.
Gye Won : Pangeran akan dipecat alasannya menipu Yang Mulia, dan beliau akan dieksekusi berat atas kejahatan yang beliau lakukan.
Foto KBS2 Foto KBS2
Setelah itu, Gye Won bicara dengan Ibu Suri Choi.
Gye Won : Yang Mulia, Paduka Raja tak boleh tahu hingga tabib kerajaan lain mendiagnosis penyakit Paduka Ratu.
Ibu Suri Choi : Tentu saja, beliau tak akan tahu. Semua orang mulai dari Kepala Kasim, dayang istana yang melayani Ratu, bahkan pramusaji rendahan bertindak selaku mata dan telingamu. Artinya kita bahkan sanggup mengontrol napas Yang Mulia. Bagaimana mungkin beliau tahu kecuali atas izinmu?
Foto KBS2
Raja berlangsung bareng para dayangnya dan kasimnya.
Tak usang kemudian, beliau berhenti berlangsung alasannya mendengar teriakan Kepala Dayang yang memanggil-manggil nama Ratu.
Foto KBS2
Sekarang kita ke Desa Hutan Bambu. Ma Seobang dan istrinya berlangsung dengan terburu-buru. Mereka kemudian berjumpa Im Jinsa.
Jin Sa : Kenapa kalian terburu-buru?
Seobang : Seorang tuan muda dari Lembah Imjin tiba untuk melamar Nona Muda. Kami menolaknya dua kali lewat pencari jodoh, kemudian beliau tiba sendiri.
Jin Sa : Dia niscaya tergila-gila kepadanya.
Istri Seobang bilang niscaya sungguh hampa sehabis nona mudanya menikah.
Seobang : Kesedihan kita bukan masalah. Kita mesti membiarkan nona muda menunggangi tandu ijab kabul sarat bunga.
Jinsa : Jangan terburu-buru.
Pemuda darah biru yang mau melamar si nona muda, sedang latihan melamar di jalan Desa Hutan Bambu.
Dia memberikan bunganya dan meminta si nona muda menikah dengannya.
“Aku akan menjadi peringkat pertama dalam cobaan negara dan menjadikanmu istri pejabat senior. Jika kamu jatuh cinta dengan lelaki lain, itu tak masalah. Aku akan menunggu.”
Tapi tiba-tiba, beliau mendengar bunyi pacuan kuda.
Dia menoleh ke belakang.
Foto KBS2 Foto KBS2
Seseorang memacu kudanya di jalanan Desa Hutan Bambu.
Dia hampir menabrak si cowok bangsawan. Si cowok darah biru terkejut, hingga menjatuhkan bunganya.
Si pemacu kuda yakni Yoo Jung. Dialah si noda muda yang akan dinikahi si lelaki bangsawan.
Yoo Jung turun dari kudanya dan menyaksikan si cowok bangsawan.
Yoo Jung : Maafkan aku, Tuan. Aku agak terlambat.
Si cowok darah biru bilang beliau bersyukur Yoo Jung datang.
Foto KBS2
Yoo Jung mendekati si cowok bangsawan.
“Aku tak sadar akan telat sehabis mendatangi kantor pemerintahan.”
“Kantor pemerintahan? Kenapa kamu pergi ke sana?”
“Menyumbangkan lokakaryaku untuk desa.”
“Kenapa… Kenapa kamu menyumbangkannya? Seantero Jeolla memang tahu bahwa bisnis kotak bambumu sukses, tapi…”
“Aku sudah membagi laba dengan para perajin, jadi, saya tidak memiliki apa-apa.”
“Maksudmu… Kau tidak memiliki uang?”
“Ya. Kau tak tahu?”
“Orang ndeso macam apa kau? Kenapa kamu menyediakan duit sebanyak itu? Aku sudah berjanji akan mengirim perak ke Hanyang! Lalu bagaimana? Bagaimana kamu akan menebusnya?”
“Doryongnim, kamu akan memperoleh duduk permasalahan besar jikalau menyakitiku di Desa Hutan Bambu.
“Benarkah? Beraninya kamu membohongiku?”
Foto KBS2
Si doryongnim mencengkram lengan Yoo Jung.
Tak usang kemudian, para penduduk Desa Hutan Bambu muncul.
Seobang : Berandal. Beraninya kamu menjamah dia?
Seobang mengambil kayu yang dipegang salah satu temannya. Si darah biru terkejut teman-teman Yoo Jung tiba-tiba muncul.
Seobang : Kami berkomunikasi dengan tongkat ini.
Foto KBS2 Foto KBS2
Seobang mulai mengayunkan kayunya.
Si darah biru protes, beraninya kamu menjajal menyakiti bangsawan…
Tapi Seobang malah menghantam kepalanya sendiri. Semua kaget.
Seobang : Astaga, doryongnim ini menghantam kepalaku.
Doryongnim : Aku tak menghantam kepalamu.
Seobang juga menghantam perutnya sendiri.
Seobang : Astaga, tuan muda ini menghantam perutku.
Doryongnim : Aku tak melakukannya!
Tapi lainnya mengaku menyaksikan si doryongnim menghantam Seobang.
Seobang kembali menghantam lengannya.
Seobang : Astaga, tuan muda ini akan meremukkan lenganku.
Akhirnya si doryongnim mengalah dan berkata akan pergi.
Foto KBS2 Foto KBS2
Seobang coba mengejar.
Seobang : Astaga, beliau kabur. Tuan muda itu melarikan diri.
Yoo Jung dan Jin Sa saling memandang dan tersenyum satu sama lain.
Seobang mendekati Yoo Jung.
Seobang : Nona baik-baik saja? Kau terluka?
Yoo Jung : Aku tak apa. Bagaimana dengan perutmu?
Seobang : Aku tak apa.
Foto KBS2 Foto KBS2
Sekarang, para penduduk sudah kembali ke kawasan mereka.
Yoo Jung mengingatkan mereka kalau akan ada larangan nasional untuk menikah sehabis pemakaman.
Yoo Jung : Bangsawan yang menikahkan putri mereka sebelum itu dan orang yang menanti pelarangan itu butuh kotak bambu selaku kontrak ijab kabul mereka. Kirim seseorang ke Hanyang dan temukan daftar namanya. Aku mesti pergi ke Hanyang sebelum larangan diberlakukan. Aku akan kembali menenteng laba besar, jadi, tunggu aku.
Istrinya Seobang meminta Yoo Jung membawakan bedak dikala kembali.
“Dan yeot dari Hanyang. Anak-anakku suka itu.”
“Baik, saya akan berbelanja bedak, yeot dan menculik cendekiawan untuk dinikahi.”
Foto KBS2
“Jadi, ada cendekiawan yang kamu suka di Hanyang?” tanya Seobang dikala Yoo Jung menaiki tangga.
“Tentu saja. Akan kupastikan penculikanku berhasil, jadi, nantikan kedatangannya.”
Bersambung ke part 3…




































