Tentangsinopsis.com – Sinopsis Why Woman Love Episode 4, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA ADA DISINI.

Jijing melaksanakan siaran pribadi mempertontonkan keserasian relevansinya dengan Zhang Hao. Tapi pada kenyataannya semua itu nggak lebih dari sekedar akting. Setelah selesai Zhang Hao mengambil koper yang sudah disiapkan Jingjing. Selain itu Jingjing juga menyuruhnya untuk mengambil kembali barang-barang yang dahulu pernah diberikan padanya. Zhang Hao nggak mau mengambilnya sebab ia sudah memberikannya pada Jingjing, artinya itu milik Jingjing.
Karena nggak mau menyimpannya lagi, Jingjing pun bermaksud untuk mencampakkan semuanya. Sedih. Padahal dahulu Zhang Hao kesepakatan untuk senantiasa bersamanya dikala ia menampilkan semua kado itu. Jiang Yue kemudian mengirim pesan memintanya untuk bertemu.

Duoxi nanya-nanya soal Qing He ke Jiaxin. Apa ia sudah punya pacar? Dan dikala ia bilang nggak punya, hal itu menghasilkan Duoxi senang. Tapi pas Jiaxin kemudian bilang kalo ada seseorang yang Qing He suka, itu menghasilkan Duoxi sedih. Selanjutnya Duoxi menanyakan korelasi Jiaxin dengan bibinya. Jiaxin bilang nggak ada apa-apa. Tapi pas lihat kalo Jiang Yue nggak ada di ruangannya ia malah jadi ingin tau dan menanyakannya ke Duoxi. Awalnya Duoxi nggak mau mengatakannya namun Jiaxin terus mendesak. Jiang Yue pergi untuk berjumpa dengan klien. Dia seumpama murka dan Duoxi pikir Jiaxin lah yang sudah menjadikannya marah. Jiaxin membantah. Dia mana berani.


Orang yang Jiang Yue jumpai yakni Jingjing. Ia menceritakan apa yang terjadi padanya dan Jiaxin. Mereka minum bareng dan rampung dengan tidur bersama. Jingjing memperingatkan kalo semua lelaki itu berbahaya. Meski di luar terlihat baik namun isi hatinya belum tentu. Jiang Yue kemudian kesepakatan nggak akan minum lagi sama pria. Apalagi yang tampan. Ia kemudian kisah kalo itu gegara ia lihat Ningyuan bawa pasangan di pesta.
Jingjing menasehati kalo bawa pasangan itu bukan memiliki arti pacarnya. Ia menasehati biar Jiang Yue mencari tahu dahulu kebenarannya. Dan wacana Jiaxin, ia juga merasa kalo Jiang Yue kurang cocok. Ia lebih cocok denganorang seumpama Ningyuan dibandingkan dengan Jiaxin dan memintanya untuk memperjuangkannya.
Di luar Jingjing berjumpa dengan penggemarnya. Ia tersenyum. Tapi dikala hingga di kendaraan beroda empat ia nangis lihat kado dari Zhang Hao yang mengingatkannya sama yang ngasih. Ia mengambilnya dan mau membuangnya namun nggak jadi.


Malamnya Jiaxin ke tempat tinggal sakit dan menjenguk Kang Ze. Ia menanyakan kabarnya dan ujung-ujungnya kisah soal Jiang Yue. Ia yang Jiaxin sebut monster wanita. Selain g#la kerja ternyata ia punya segi lucu juga.
Apalagi dikala ia sedang kondisi lemah, membuatnya… Jiaxin nggak sanggup melakukannya. Wanita yang 8 tahun lebih bau tanah darinya sama sekali bukan tipenya. Ia kemudian lanjut kisah soal Qi He yang secara tiba-tiba pulang untuk seorang wanita. Ia menyayangkan kondisi Kang Ze yang belum siuman. Kalo enggak mereka sudah komplet sekarang.



Duoxi makan bareng Qing He sambil membicarakan masa lalu. Dulu Qing He secara tiba-tiba pindah sebab pekerjaan orang tuanya. Duoxi ingat banget kalo dahulu Qing He senantiasa menyaksikan ke belakang dikala di kelas dan berpikir kalo ia memperhatikan primadona. Qing He membantahnya namun juga nggak sanggup ngasih tahu yang sebenarnya. Duoxi kemudian mengungkit Qi He yang gelagapan kalo bicara dulu.
Qi He ingat dahulu Duoxi senantiasa mengajarinya bicara dengan tanpa hambatan dikala jam istirahat. Bahkan hingga kini ia masih hafal dengan puisi yang ia baca dulu. Dan ia sungguh berterima kasih pada Duoxi. Duoxi memintanya untuk mentraktirnya kalo mau berterima kasih. Qi He oke dan mau mengeluarkan duit makanan kali ini namun Duoxi melarang. Kali ini ia yang traktir untuk menyambut teman dekat serumah.


Pagi banget Jiang Yue menemui ibunya Jiaxin dan diberikan berkas klien penting yang mesti Jiang Yue jumpai terkait dengan Love Note. Selanjutnya ibu mengajukan pertanyaan wacana pertumbuhan pekerjaan Jiaxin dan kawasan tinggalnya yang satu gedung dengan Jiang Yue.
Ia meminta Jiang Yue untuk memantau dan terus mengajari Jiaxin. Jiang Yue mengiyakan. Ia kemudian pergi sebab ibu ada rapat sebentar lagi. Sebelum sungguh-sungguh pergi, ibu menginformasikan kalo pacarnya Jiaxin gres aja pulang. Mereka sudah berteman dari kecil. Ibu minta Jiang Yue untuk ngasih fleksibilitas untuk Jiaxin kalo misalnya ia mau pergi.
Nggak tahu kenapa habis itu Jiang Yue berubah kesal. Ia bahkan nggak merespon dikala ada yang memanggilnya. Sampai di ruangannya ia berupaya untuk mensugesti diri untuk nggak terlalu menimbang-nimbang Jiaxin dan konsentrasi pada pekerjaannya.

Jiaxin tiba dan memberinya kopi. Jiang Yue yang mood-nya sedang buruk memarahi Jiaxin yang gres datang. Lah orang ia tiba sempurna waktu kok. Melihat Jiang Yue kesal, Jiaxin pun menanyakan siapa yang sudah menjadikannya marah? Ia akan memberinya pelajaran. Jiang Yue nggak sanggup menjawabnya. Ia kemudian menampilkan dokumen dari ibunya Jiaxin dan memintanya untuk menganalisisnya. Itu yakni klien penting mereka.
Jiaxin mengambilnya dan membukanya. Ia rasa mereka sungguh berjodoh. Ia mengembalikan dokumen itu pada Jiang Yue dan menyuruhnya untuk menganalisisnya sendiri. Kalo ia menyia-nyiakan potensi ini maka ia akan sungguh menyesal. Sampai di luar Jiaxin berpikir untuk mendekatkan mereka biar ia juga nggak mikir yang aneh-aneh lagi.



Duoxi habis beli makan siang. Qi He nelpon. Mendengarnya beli makan siang untuk Jiang Yue membauat Qi He berpikir kalo Jiaxin lah yang sudah menyuruhnya. Duoxi membantah. Kaprikornus Jiang Yue nggak mau dibeliin makanan sama Jiaxin makanya menyuruhnya. Qi He kemudian minta Duoxi untuk pulang permulaan sebab ia yang mau masak.
Jiang Yue masih murung di ruangannya. Duoxi masuk dan menampilkan makan siangnya. Jiang Yue mengajaknya untuk kumpul-kumpul nanti malam namun Duoxi menolak sebab ia mau makan malam sama teman dekat serumahnya. Sebenarnya Jiang Yue menyayangkan Duoxi yang mencari teman dekat serumah pria. Duoxi menginformasikan kalo teman dekat serumahnya yakni teman dekat SMP-nya dan teman dekat kuliahnya Jiaxin. Kaprikornus asal usulnya jelas.
Setelah Duoxi pergi, Jiang Yue kemudian mengirim pesan bunyi ke Jingjing dan mengajaknya untuk makan bareng nanti malam.

Jingjing tiba ke tempat tinggal Jiang Yue dan minum bersamanya. Setelah mendengar kisah Jiang Yue. Jingjing pikir itu yakni potensi elok untuk Jiang Yue. Jiang Yue sendiri nggak terlalu berharap setelah menyaksikan Ningyuan tiba bareng pasangannya di program pernikahan. Jingjing menenangkan kalo belum pasti itu pacarnya. Ia kemudian mengambil ponsel Jiang Yue dan menulis pesan mengajak Ningyuan makan malam bersamanya.
Jiang Yue pribadi merebut ponselnya kembali. Nggak umumnya ia pribadi manggil nama. Takutnya nanti salah paham. Jingjing menasehati kalo lelaki itu yakni pemburu. Mereka suka tantangan dan akan kian terpesona kalo Jiang Yue menghasilkan mereka kian bingung. Nggak nyangka Ningyuan mendapatkan undangan Jiang Yue. Bahkan setelah Jiang Yue menulis kalo ini yakni konferensi pribadi.



Jiaxin sedang ngegame di rumahnya. Yanran secara tiba-tiba nelpon dan bilang ia mau datang. Jiaxin yang nggak mau ketemu sama Yanran bilang kalo ia nggak ada di rumah. Lah ternyata Yanran ada di bawah dan menyaksikan lampu rumah Jiaxin masih menyala. Rupanya ia tiba sebab ingin menampilkan camilan manis buatannya setelah mengikuti kelas mengolah masakan kue.
Ingin menghindar, Jiaxin pun tiba ke tempat tinggal Jiang Yue dan berjumpa dengan Jingjing. Ia yang mesti banget masuk bohong bilang mau membicarakan kendala kerjaan. Setelah Jingjing pergi, Jiaxin menerangkan situasinya pada Jiang Yue. Jiang Yue mengijinkannya untuk sembunyi di rumahnya namun cuma hingga lagunya berakhir. Jiaxin setuju. Jiang Yue kemudian memutar lagunya.
Yanran tiba namun Jiaxin nggak ada. Sebelumnya ia pernah menyaksikan Jiaxin membuka sandi pintunya. Dan berkat itu ia sanggup masuk. Ia menyaksikan permainan Jiaxin masih terbuka dan berpikir kalo ia gres saja pergi. Yanran bermaksud untuk membiarkannya untuk dikala ini dan pergi dari sana.



Dari jendela Jiaxin menyaksikan kalo Yanran sudah pergi. Jiang Yue nyuruh biar ia secepatnya pergi namun Jiaxin nggak mau buru-buru. Ia yang sempat dengar Jiang Yue akan berkencan menampilkan kelas kencan. Ia menenteng Jiang Yue ke suasana kedai makanan dan berpura-pura menampilkan buku menu. Tanpa sengaja jari mereka bersinggungan hingga kesannya buku hidangan itu berubah tangan. Jiaxin menginformasikan kalo itu yakni sentuhan mendebarkan. Tapi Jiang Yue nggak mencicipi apapun tuh.
Selanjutnya Jiaxin mengambil sesuatu di rambut bersahabat indera pendengaran Jiang Yue dan menghasilkan parasnya merah. Ia menginformasikan lagi kalo indera pendengaran tergolong titik sensitif pada pria. Jiang Yue sanggup menyampaikan sesuatu wacana itu. Jiang Yue yang nggak mau terus hanyut menyudahi. Ia mengambil ponselnya dan nggak sengaja jadi deket banget sama Jiaxin hingga menghasilkan parasnya merah.
Jiaxin yang nggak mau mengakuinya nyuruh Jiang Yue untuk konsentrasi pada trik yang ia ajarkan barusan.

Esok harinya Jiang Yue masih belum menegaskan mau pakai baju apa. Ningyuan sudah di bawah dan ia pun secepatnya turun.
Di jalan suasana terasa canggung. Jiang Yue mau mempraktekkan apa yang diajarkan sama Jiaxin dan mau menjamah rambut Ningyuan. Ih penduduknya malah nengok dan menghasilkan Jiang Yue nggak jadi melakukannya.

Akhirnya mereka hingga di restoran. Sesaat Ningyuan ingat konferensi pertamanya sama Jiang Yue. Ia sesumbar kalo penilaiannya nggak pernah salah dan menampilkan kalo Jiang Yue jadi pemimpin yang bagus sekarang. Pelayan tiba dan menampilkan buku menu. Jiang Yue berpikir kalo inilah dikala yang sempurna seumpama yang dibilang Jiaxin. Duh belum juga ia mengambil buku hidangan itu, Ningyuan malah nggak sengaja menjatuhkannya dikala pramusaji menanyakan pesanannya.
Setelah makanan datang, Jiang Yue mau melaksanakan trik berikutnya yakni menjamah muka Niangyuan. Sama seumpama dikala di kendaraan beroda empat tadi, kali ini ia juga gagal dan kembali menggunakan argumentasi kalo tangannya sedang keram. Hehe Ningyuan malah menyarankan biar ia berobat di rumah sakit.


Selanjutnya mereka mulai mengobrol. Ningyuan mengajukan pertanyaan wacana target Jiang Yue untuk melepas masa lajang dalam waktu 3 bulan. Jiang Yue menjawab dengan respon yang ambigu. Tujuannya untuk menghasilkan Ningyuan gelisah dan kian ingin tau dengan dirinya. Jingjing terus mengirim pesan menanyakan pertumbuhan kencannya.
Jiang Yue gelisah mesti membicarakan apa lagi. Jiaxin bilang ia boleh ngomongin soal pekerjaan kalo misalnya sudah nggak ada topik lagi. Ia pun membicarakan wacana rencana kerjasamanya dengan perusahaannya terkait LoveNote. Ningyuan nampak nggak tenteram dan menghentikan Jiang Yue. Ia menyampaikan kalo mereka sanggup membicarakan kendala pekerjaan di perusahaan dan kini cuma membicarakan hal pribadi. Jiang Yue tertawa dan mengiyakan.
Bersambung…