Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 16 Part 2, Baca juga daftar lengkap di goresan pena yang ini. Untuk Kamu yang ingin tahu Episode sebelumnya baca di sini.
Foto tvn
Soo Ho mengejar-ngejar Ju Kyung.
Soo Ho : Kenapa kamu kabur?
Ju Kyung : Aku? Tidak.
Soo Ho : Apa kamu tidak tiba menemuiku?
Ju Kyung : Aku mesti pulang. Ini sungguh penting.
Ju Kyung lari, tetapi salah jalan.
Soo Ho : Bukan itu jalannya.
Foto tvN Foto tvN
Ju Kyung muter arah, tetapi Soo Ho menjangkau lengannya, menghasilkan ia kaget.
Soo Ho : Aku akan mengantarmu pulang.
Foto tvN
Di mobil, Ju Kyung memalingkan parasnya dari Soo Ho.
Soo Ho memandang Ju Kyung. Dia tanya, apa Ju Kyung membencinya.
Soo Ho : Kau tidak mengijinkanku menyaksikan wajahmu?
Ju Kyung : Lagipula kamu akan kembali. Kau tetap kembali. Makara kenapa kamu melaksanakan itu?
Ju Kyung terlihat sedih.
Soo Ho : Karena itu akan terlalu sukar bagimu untuk menunggu.
Ju Kyung : Itu jauh lebih sukar dibandingkan dengan menunggu.
Foto tvN
Soo Ho lantas memegang tangan Ju Kyung. Dia bilang, itu juga sukar untuknya.
Soo Ho : Karena itulah, saya sedang mencari cara untuk kembali. Bahkan jika ayahku tidak bangun, saya akan kembali padamu.
Ju Kyung : Bagaimana jika saya melupakanmu?
Soo Ho : Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi.
Ju Kyung : Bagaimana jika saya masih menyampaikan tidak?
Soo Ho : Aku akan menangis dan memohon, dan menjajal merayumu.
Fotio tvN
Soo Ho memegang pipi Ju Kyung. Dia minta Ju Kyung menatapnya.
Ju Kyung memandang Soo Ho.
Soo Ho : Aku minta maaf lantaran membuatmu menderita.
Ju Kyung : Kenapa kamu minta maaf? Aku tahu bagaimana perasaanmu. Ya, tetapi melihatmu lagi, saya teringat betapa sakitnya itu.
Soo Ho : Aku minta maaf sudah menyakitimu.
Foto tvN
Ju Kyung : Kau juga terluka. Pasti sungguh sukar di negeri yang jauh itu. Kau tidak punya keluarga lain. Kau berada di rumah sakit sendirian, tidak sanggup melaksanakan apa pun. Pasti sungguh sakit. Aku sungguh khawatir, sehingga saya ingin melayang kesana, tapi…
Ju Kyung nangis, seorang anak berusia 18 tahun tidak punya uang.
Soo Ho : Kita masih terlalu muda, bukan?
Ju Kyung : Iya.
Soo Ho : Jangan menangis.
Foto tvN
Di perjalanan, Ju Kyung memberitahu Soo Ho bahwa kakaknya akan menikah dengan Pak Han.
Soo Ho : Cukup mengagetkan bahwa mereka berkencan. Sungguh fantastis bahwa mereka akan menikah.
Ju Kyung : Aku tahu. Siapa lagi yang sanggup menanggulangi kakakku selain Pak Han?
Ju Kyung melirik Soo Ho. Dan ia memalingkan wajah dikala Soo Ho balas menatapnya.
Saat Soo Ho memandang kembali ke depan, Ju Kyung kembali melirik Soo Ho.
Soo Ho : Apa yang kamu lihat?
Ju Kyung, apa? Hanya saja…. kamu sudah banyak berubah. Kau bahkan mengemudi sekarang.
Foto tvN
Ju Kyung kemudian menyaksikan gantungan couple milik Soo Ho.
Ju Kyung : Kau masih menyimpan ini? Kau tidak membuangnya.
Soo Ho : Kita sama.
Ju Kyung : Apa?
Soo Ho : Kita belum berganti dari sebelumnya.
Foto tbN
Ju Kyung : Dari sebelumnya, kapan? Saat kamu masih cengeng?
Soo Ho : Aku menangis sekali. Berhenti memanggilku cengeng.
Ju Kyung : Kau sungguh-sungguh cengeng. Mengapa kamu tidak memberi tahuku lebih awal? Aku tidak akan tahu jika saya tidak menyaksikan goresan pena di dinding.
Soo Ho : Aku ingin memberi tahumu pada hari istimewa, namun tidak bisa.
Ju Kyung : Seharusnya kamu memberitahuku.
Soo Ho : Aku juga menyukaimu dikala saya kecil. Aku biasa menunggumu di toko buku komik setiap hari. Aku kira itu tidak sepihak jika kamu mengingatku.
Ju Kyung : Aku tidak menyukaimu. Aku cuma mengingatmu selaku anak yang cengeng toko buku komik.
Soo Ho : Itu menyedihkan. Aku kira itu merupakan cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Foto tvN
Soo Ho lantas membicarakan sembelit Ju Kyung.
Ju Kyung malu, tidak apa-apa.
Soo Ho : Kau mesti sering berolahraga dan makan banyak serat. Kau memerlukan probiotik dan air. Kau perlu melakukannya secara berkala biar tidak sembelit …
Ju Kyung marah, hei. Haruskah kamu merusak mood dengan membicarakan hal itu? Itu sungguh memalukan. Itu lantaran saya mengalami banyak tekanan. Orang dengan metode pencernaan aktif lazimnya sungguh aktif. Menarik. Aku akan jalan pulang untuk berolahraga. Iya. Di sana. Kau sanggup menurunkanku di sana. Berhenti disana.
Foto tvN
Soo Ho menepikan mobilnya.
Ju Kyung makin kesal. Dia memandang Soo Ho dengan tatapan sengit.
Soo Ho tersenyum, kemudian ia memegang kedua pipi Ju Kyung dan…. mencium bibir Ju Kyung.
Ju Kyung masuk kamarnya dan duduk di ranjang. Dia tak berhenti tersenyum, dan menyaksikan barang-barang kenangannya dengan Soo Ho yang selama ini ia simpan dalam kotak.
Ju Kyung sudah tidak murung lagi. Dia dan Soo Ho sudah bareng kembali.
Foto tvN
Ju Kyung kemudian menelpon Soo Ho.
Ju Kyung : Apakah kamu dalam perjalanan pulang?
Soo Ho : Ya, benar.
Ju Kyung : Apa kamu tidak lelah?
Soo Ho : Tidak terlalu.
Ju Kyung : Apakah sukar mengatakan lantaran kamu sedang mengemudi? Telpon saya lagi di saat kamu sampai?
Soo Ho bilang enggak.
Foto tvN
Lah Soo Ho nya lagi berhenti di depan toko komik.
Soo Ho : Tidak apa-apa. Aku ingin tetap mendengar suaramu. Apa yang mau kamu laksanakan besok?
Ju Kyung : Mengapa?
Soo Ho : Aku ingin pergi menemuimu. Seperti mimpi, hingga ketemu besok.
Ju Kyung : Aku juga.
Foto tvN Foto tvN
Seo Jun terlihat termangu disaat rekan-rekannya sibuk latihan.
Seo Jun pun teringat pembicaraannya dengan Soo Ho dikala mereka minum soju di suatu kafe, usai Soo Ho memergoki Seo Jun dan Ju Kyung pelukan di depan toko komik.
Seo Jun : Mengapa kamu mesti keluar dikala itu? Kau membuatku terlihat tak berdaya.
Soo Ho : Maksudmu apa?
Seo Jun : Luar biasa. Hari ini merupakan peluang terakhirku. Apa yang tidak saya laksanakan dua tahun lalu, memberitahunya bagaimana perasaanku dan saya ditolak. Aku alhasil sanggup melakukannya.
Foto tvN
Lamunan Seo Jun pun buyar lantaran ia menerima pesan dari Ju Kyung.
Foto tvN Foto tvN
Seo Jun pribadi menemui Ju Kyung.
Dia berupaya tersenyum di depan Ju Kyung.
Seo Jun : Apa yang kamu laksanakan di sini?
Foto tvN
Seo Jun dan Ju Kyung ke kafe.
Seo Jun : Aku tidak sibuk hari ini, jadi saya akan membiarkanmu menyampaikan apa yang tidak sanggup kamu katakan kemarin.
Ju Kyung : Sejujurnya saya tidak tahu mesti berkata apa.
Seo Jun : Itu sudah tertulis di seluruh wajahmu. Kau senantiasa menjadi orang yang mengenakan hatimu di lengan baju.
Ju Kyung : Yang sanggup saya katakan kepadamu merupakan bahwa saya bersyukur dan menyesal.
Foto tvN Foto tvN
Seo Jun : Seolah-olah itu merupakan sesuatu yang mesti disesali. Aku sadar bahwa kamu belum melalaikan Soo Ho. Makara jangan minta maaf. Kau tak punya ruang untukku di hatimu, tetapi saya menjajal menjadi serakah sekali.
Ju Kyung : Maafkan aku.
Seo Jun : Akulah yang mesti meminta maaf lantaran membingungkanmu dengan memberi tahumu bagaimana perasaanku. Kau niscaya ingin saya menyampaikan itu, tetapi itu konyol. Setidaknya saya mesti memberitahumu bagaimana perasaanku. Adikmu pernah berkata padaku bahwa ditolak membantumu untuk bangkit. Namun jangan khawatir. Debutku sebentar lagi, jadi saya tidak akan punya waktu untuk memikirkanmu. Aku move on lebih singkat dari yang kamu pikirkan. Tetap tahan ekspresi itu, dan saya akan pergi.
Ju Kyung L Haruskah aku? Oke, ayo habiskan minuman kita.
Foto tvN Foto tvN
Paginya, Ju Kyung, ayahnya dan Soo Ho lagi latihan menikah. Pak Lim bahkan juga memakai stelan jas.
Pak Lim mengantarkan Ju Kyung ke Soo Ho, seperti sedang mengantarkan Ju Kyung ke Soo Ho yang menanti di depan altar untuk menikah.
Soo Ho menjangkau tangan Ju Kyung. Dia mengajak Ju Kyung pergi tetapi Pak Lim mencengkram tangannya.
Pak Lim : Apakah kamu sudah mempermainkanku untuk orang bodoh?
Soo Ho : Tolong biarkan saya pergi.
Ju Kyung : Aku akan mempertaruhkan semua lilin aromaku kepadamu memiliki niat yang tidak terlampau polos. Apa yang mau kamu pertaruhkan selaku imbalan?
Foto tvN Foto tvN
Nyonya Hong yang lagi nyiapin sarapan, menegur Pak Lim.
Nyonya Hong : Sudah hentikan itu! Apa yang kamu laksanakan dengan setelanmu itu?
Pak Lim : Aku ingin berlatih berlangsung Hee Kyung menyusuri lorong.
Nyonya Hong : Untuk apa? Dia dan Joon Woo akan melakukannya sendiri. Sarapan sudah siap!
Foto tvN
Pak Lim pribadi mendekati istrinya dan minta penjelasan, tapi, Kenapa?
Soo Ho dan Ju Kyung duduk ke ruang makan, disusul dengan Ju Young.
Nyonya Lim : Banyak pasangan yang melakukannya akhir-akhir ini.
Ju Young : Kau di sini lagi, Soo Ho? Apakah kamu tidur lagi? Kau sudah berada di sini nyaris saban hari selama sebulan terakhir. Mengapa kamu tidak menikahinya saja?
Foto tvN
Pak Lim pun yang gak rela anak gadisnya menikah, pribadi menjewer Ju Young.
Pak Lim : Kau niscaya menduga kamu kebal terhadap rasa sakit.
Nyonya Hong : Akan menggembirakan untuk menyelesaikannya.
Pak Lim : Aku tidak akan mengizinkannya dengan mudah.
Soo Ho : Kapan saya mesti menjemputmu hari ini?
Ju Kyung memindah piring lauk ke depan Soo Ho.
Ju Kyung : Ya, benar. Kau mungkin akan terlalu lelah.
Soo Ho : Aku akan baik-baik saja.
Foto tvN
Ju Young : Itu yang saya kehendaki darimu. Kau merupakan lelaki yang muda, kaya, dan tampan. Aku iri lantaran kamu tidak mesti melakukan pekerjaan untuk menerima uang.
Nyonya Hong : CSATmu mesti menjadi apa yang cuma kamu pikirkan.
Ju Young : Aku mencar ilmu hingga lewat tengah malam tadi malam. Tidak ada yang lebih tertekan dibandingkan dengan saya sekarang.
Ju Kyung : Seolah-olah Go Woon akan menanti hingga kamu masuk sekolah tinggi tinggi.
Ju Young : Haruskah kamu begitu menyebalkan, brengsek?
Soo Ho : Kau brengsek? Kepada kakakmu?
Foto tvN
Pak Lim memandang Soo Ho dengan kesal.
Pak Lim : Mengapa kamu terus bertindak seumpama kerabat iparnya?
Nyonya Hong memerintahkan Pak Lim makan saja.
Foto tvN
Tampak pengumuman wacana lomba rias grup idol gres yang ditempel di dinding.
Ju Kyung membacanya, lomba rancangan makeup untuk grup idola baru?
Foto tvN
Tak lama, Chen tiba dengan manajernya dan Ju Kyung bergegas mendekati Chen.
Manajer Chen bilang kalau syuting sudah dimundurkan.
Manajer : Bisakah kamu menunggu?
Chen bilang tentu.
Lalu si manajer pergi untuk menelpon seseorang.
Foto tvN
Chen : Ju Kyung-ah, apa kamu dan Seo Jun berkencan?
Ju Kyung tersenyum, tidak.
Chen senang, pasti saja. Aku tahu ia memiliki tolok ukur yang tinggi.
Ju Kyung : Betul sekali. Dan lantaran standarnya yang tinggi, ia tidak akan pernah berkencan dengan siapa pun.
Mendengar itu, Chen pun kesal dan meminta face mist.
Ju Kyung bergegas menyemprotkan face mist ke wajah Chen, tetapi Chen terbatuk-batuk lantaran Ju Kyung menyemprotkannya kelewat banyak.
Foto tvN
Chen pun melempar botol face mist nya.
Chen : Cukup! Aku tidak tahu saya berada di sauna. Bersikaplah santai, bukan?
Ju Kyung pun pergi mengambil botol face mist di lantai, kemudian ia memandang kesal Chen dan berupaya menahan diri.
Foto tvN
Setelah itu, Ju Kyung dan seniornya mengikuti Chen dan manajer Chen ke mobil.
Chen pun protes dan tanya kenapa Ju Kyung mesti ikut mereka kemana-mana.
Senior Ju Kyung membela Ju Kyung.
“Dia cuma menempati ruang di dalam van. Ini tidak seumpama ia melaksanakan pekerjaan apa pun. Dia magang dan perlu mempelajari seluk-beluknya.”
“Aku tahu, tetapi kenapa mesti tepat waktu? Bahkan para profesional tidak sanggup menyanggupi semua permintaanku dengan sempurna, jadi itu menggangguku untuk sedikit memiliki pekerja magang.” jawab Chen.
Lalu Chen meminta kimbap dengan keju lantaran ia lapar.
Senior Ju Kyung mengetahui dan memerintahkan Ju Kyung pergi membelinya.
Foto tvN
Ju Kyung pun makin memandang sengit Chen yang beranjak menuju mobil.
Ju Kyung : Aku berbelanja pangsit dikala Sekolah Menengan Atas dan kini saya berbelanja gimbap terhadap oranglain.
Foto tvN Foto tvN
Ju Kyung pergi. Dan tak lama, ia kembali menenteng pesenan Chen. Tapi Chen protes lagi. Dia tanya, apa Ju Kyung gak tahu ia benci ketimun.
Chen : Seharusnya kamu mengeluarkannya.
Ju Kyung : Maaf. Aku tidak tahu kamu tidak menyukainya. Haruskah saya membelikanmu yang lain?
Foto tvN Foto tvB
Chen : Lakukan saja dan ambil mentimunnya. Aku kelaparan.
Ju Kyung menolak. Lakukan sendiri.
Chen : Ju Kyung-ah, saya ini Chen.
Ju Kyung : Lakukan sendiri, sialan. Kau punya tangan, bukan? Aku tidak mencar ilmu tata rias untuk menyeleksi mentimunmu. Beraninya kamu menyalahgunakan kekuatanmu?
Chen : Apakah kamu ingin dipecat?
Ju Kyung : Aku lebih senang berhenti dibandingkan dengan dipecat olehmu, dasar anak badung menjengkelkan!
Foto tvN
Manajer Chen tiba dan tanya ada apa. Chen akal-akalan nangis dan menunjuk-nunjuk Ju Kyung.
Manajer Chen memarahi Ju Kyung.
Ju Kyung protes, berhenti mempermainkan korban, sialan.
Foto tvN Foto tvN
Manajer Chen makin murka dan mendorong Ju Kyung.
Seseorang tiba dan menampilkan tendangan ke manajer Chen.
Ju Kyung terkejut menyaksikan orang itu, Kang Soo Jin.
Soo Jin memandang Ju Kyung.
Soo Jin : Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu terluka?
Foto tvN
Ju Kyung dan Soo Jin pergi perpustakaan cafe.
Soo Jin tanya, apa Ju Kyung baik-baik saja.
Ju Kyung : Aku rasa iya.
Ju Kyung kemudian tanya kabar Soo Jin.
Soo Jin berkata, sehabis putus sekolah, ia dan ibunya pergi ke tempat tinggal bibinya di luar negeri. Orang tuanya sudah bercerai.
Ju Kyung : Kalau begitu kamu kuliah?
Soo Jin : Tidak, saya sudah melaksanakan pekerjaan sukarela di luar negeri. Aku gres saja kembali dari Haiti.
Ju Kyung : Pantas saja. Tidak ada yang mendengar darimu, jadi saya jadi penasaran.
Soo Jin : Itu lantaran saya tidak pernah menginformasikan siapa pun. Sekarang sehabis saya kembali, saya ingin meminta maaf kepadamu. Itu sebabnya saya bertanya-tanya untuk mencari tahu di mana kamu bekerja.
Foto tvN Foto tvN
Soo Jin kemudian minta maaf lantaran perlu waktu usang untuk minta maaf pada Ju Kyung. Dia bilang ia sungguh menyesal.
Soo Jin : Aku niscaya sungguh semrawut dikala itu. Kau memiliki apa yang tidak sanggup saya miliki jadi saya merasa seumpama saya kehilangan arah lagi. Mencuri apa yang kamu miliki dan menginjak hubunganmu kelihatannya cara untuk menang. Aku senantiasa mesti berada di atas semua orang. Itulah yang diajarkannya kepadaku. Menjauh dari ayahku alhasil membuatku menyaksikan seberapa dalam saya menyakitimu dikala itu dan apa yang sudah hilang. Aku meratapi perbuatanku dan menjajal untuk meminta maaf kepadamu, namun kelihatannya tidak tepat untuk mengatakannya lewat telepon. Aku juga berpikir kamu akan mengabaikan panggilanku juga.
Ju Kyung : Kau semestinya menelepon. Aku akan sungguh senang mendengar darimu.
Ju Kyung kemudian berkata, ingatan itu sudah tak menyakitinya lagi dan itulah alasannya tidak sanggup tidak senang Soo Jin.
Soo Jin : Tetap saja, saya senang sanggup melihatmu dan meminta maaf secara langsung.
Ju Kyung : Aku lebih senang untukmu. Kau bebas sekarang. Tanganmu juga sudah sembuh.
Ju Kyung bilang tangan Soo Jin cantik.
Foto tvN Foto tvN
Soo Jin tertawa dan menampilkan kedua tangannya yang sudah sembuh.
Ju Kyung : Tendanganmu masih sama mengancamnya.
Soo Jin : Aku membiarkan amarahku menguasai diriku. Aku harap saya tidak memperburuk keadaanmu.
Ju Kyung : Yang sanggup mereka laksanakan hanyalah memecatku, jadi saya baik-baik saja.
Foto tvN
Hee Kyung tengah membujuk Soo Ho. Dia bilang, ia sudah menjadi fans Leo sejak lama.
Hee Kyung : Kau dan Se Yeon menghasilkan lagu itu bersama. Dan saya pikir akan sungguh memiliki arti membiarkan Seo Jun menyanyikannya. Tidakkah kamu merasa jelek meninggalkannya selaku lagu yang dijiplak? Aku percaya kamu kesal juga.
Soo Ho : Kenapa kamu sungguh serius? Aku tidak sanggup mempercayainya. Aku tidak pernah mencar ilmu musik. Pelajaran yang saya sanggup cuma dari Se Yeon.
Hee Kyung : Seo Jun sudah memberitahuku semuanya. Dia menyampaikan kepadaku bahwa gampang untuk menyampaikan betapa kamu menggemari musik dilihat dari instrumen dan peralatan yang kamu miliki. Jika kami tidak menggemari lagumu, kami tidak akan merilisnya. Makara jangan terlalu terburu-buru. Aku mau dengar lagu “Missing You” model Leo. Jangan merasa terlalu tertekan dan kirimkan saja lagunya terhadap kami. Oke? Baiklah kalau begitu. Sudah cukup wacana pekerjaan. Bisakah saya membuka kado pernikahanku?
Soo Ho : Tentu.
Foto tvN
Hee Kyung mengangkat kado nya di atas meja. Dia heran lantaran kadonya berat sekali.
Hee Kyung membukanya. Ternyata kadonya peralatan tukang.
Hee Kyung : Kau menentukan kado terbaik yang pernah ada.
Soo Ho : Selamat atas ijab kabul mu.
Hee Kyung : Aku punya banyak hal untuk diperbaiki di rumah.
Foto tvN
Soo Ho kembali ke rumahnya dan terdiam memandang kunci pintu kamar musiknya.
Soo Ho mempertimbangkan ajuan Hee Kyung.
Hee Kyung : Aku mau dengar lagu “Missing You” model Leo.
Foto tvN
Soo Ho masuk ke kamar musiknya.
Dia menyalakan lagu ‘Missing You’ nya dan mulai sedikit mengedit.
Foto tvN Foto tvN
Ju Kyung bicara sama Soo Ho di telepon sambil mencuci kuas make up.
Soo Ho : Siapa lelaki itu? Siapa namanya?
Ju Kyung : Soo Jin sudah menendang parasnya dengan baik.
Soo Ho : Aku senang ia melakukannya. Jika saya ada di sana, saya akan mengalahkannya …
Ju Kyung : Kau tidak akan memukulinya hingga babak belur. Untungnya, saya tidak dipecat. Tapi saya dieksekusi lantaran itu. Aku mesti mengakhiri ini. Aku akan meneleponmu kembali nanti.
Ju Kyung menegaskan panggilan Soo Ho.
Foto tvN
Lalu Selena datang. Selana tanya, Ju Kyung lagi apa.
Ju Kyung : Aku sedang mencuci kuas makeup dan spons.
Selena : Kau melakukannya sendirian?
Tapi tiba-tiba Selena marah.
Selena : Ini lateks. Kalau dicuci dengan air panas, menyusut.
Ju Kyung : Maafkan aku.
Selena : Kau perlu membaginya menjadi kuas alami dan sintetis apalagi dahulu. Kau perlu mencucinya secara berbeda, jadi jangan hingga tercampur.
Ju Kyung : Baik.
Selena : Apakah namamu Lim Su Jeong?
Ju Kyung : Tidak, saya Lim Ju Kyung.
Selena : Apakah kamu orang yang berteriak pada Chen sebelumnya?
Ju Kyung : Aku juga sungguh menyesal wacana itu.
Selena : Aku senang kamu melaksanakan itu. Dia terlalu meremehkan karyawan kita. Aku menyampaikan kepadanya untuk merias parasnya di wilayah lain.
Foto tvN Foto tvN
Selena mau pergi, tetapi Ju Kyung tanya bisakah ia ikut lomba tata rias untuk grup idola gres dari Move Entertainment.
Selena : Lim Kyung Ja-ssi, tidak bisakah kamu membaca? Dikatakan semua karyawan diizinkan ikut. Apakah kamu tidak menyaksikan itu?
Selena pergi.
Ju Kyung senang, terima kasih! Aku akan melaksanakan yang terbaik! Tapi namaku Lim Ju Kyung.
Ju Kyung di kafe. Dia tengah mencar ilmu merias dari ponselnya, memakai alat-alat lukis.
Ju Kyung juga sesekali mengkonsumsi ramen nya.
Tak lama, Soo Ho datang. Tiga siswi Sekolah Menengan Atas pribadi memuji ketampanan Soo Ho.
Soo Ho menghampiri Ju Kyung. Tiga siswi Sekolah Menengan Atas itu ingin tau apa Ju Kyung pacar Soo Ho apa bukan. Melihat wajah Ju Kyung, mereka percaya Ju Kyung cuma temannya Soo Ho.
Ju Kyung kesal.
Foto tvN Foto tvN
Soo Ho yang gres aja mau duduk, heran mendengar Ju Kyung secara tiba-tiba memanggilnya sayang.
Ju Kyung juga menyuapi Soo Ho.
Soo Ho : Apakah kamu gres saja cemburu, sayang?
Ju Kyung : Aku tidak cemburu. Jangan berkeliling dengan senyuman di wajahmu mulai sekarang, oke?
Soo Ho : Aku pikir belum dewasa Sekolah Menengan Atas itu membuatmu cemburu, sayang.
Ju Kyung : Hentikan, Soo Ho.
Soo Ho : Sayang, kenapa tidak coba panggil saya “Sayang” lagi?
Ju Kyung : Lupakan.
Foto tvN
Ju Kyung kemudian menyebabkan Soo Ho selaku modelnya. Dia merias wajah Soo Ho.
Ju Kyung : Aku belum banyak merias wajah, jadi saya tidak sudah biasa dengan itu.
Soo Ho gak sanggup membisu lantaran geli.
Ju Kyung : Diam. Biarkan saya menjajal ini dengan benar.
Soo Ho nakal. Dia mengerlingkan matanya ke Ju Kyung.
Ju Kyung : Kau model yang buruk.
Foto tvN Foto tvN
Seo Jun lagi pemotretan bareng grupnya.
Hee Kyung dan para staf memantau mereka.
Hee Kyung gempar sendiri, kalian sungguh tampan! Gadis sampaumur akan tergila-gila pada kalian.
Seo Jun kesal, akankah kalian berhenti bereaksi berlebihan?
Hee Kyung : Itu lantaran kamu hebat. Mari kita bangun industri musik. Aku suka cemberut di wajahmu. Seo Jun, itu bagus.
Foto tvN
Soo Ho mengantarkan model tamat Missing You ke Move Entertainment.
Bersambung ke part 4…






























































