True Beauty Ep 15 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 15 Part 4. Untuk mencari spoiler terlengkapnya ada pada tulisan yang ini. Sedangkan penelusuran untuk Episode sebelumnya baca di sini.

Disaat Ju Kyung lagi galau mempertimbangkan Soo Ho dan Seo Jun, dibawah ortu dan adiknya lagi sibuk menolong Pak Han merencanakan kejutan romantis untuk Hee Kyung.

Rencananya, Pak Han akan melamar Hee Kyung.

Pak Han mendekati Ju Young. Pak Han berterima kasih lantaran Ju Young sudah membantunya dan selaku rasa terima kasih beliau menyediakan Ju Young duit untuk jajan.

Ju Young : Kakak iparku tersayang. Bagaimana kalau kita menghasilkan hati di sudut jalan lilin?

Pak Han : Mau menjadikannya bahu-membahu selaku kerabat ipar?

Keduanya tertawa.

Ju Kyung turun. Ibu tanya, Ju Kyung mau kemana.

Ju Kyung bilang toserba.

Ibu yang sudah meniup banyak balon, merasa pusing. Dia bilang beliau gak sanggup melaksanakan itu lagi.

Tapi ayah malah nangis.

Ibu terkejut lihat ayah nangis.

Ayah : Hee Kyung akan menikah.

Ibu : Kau mulai lagi. Hee Kyung yang sebaiknya menangis, bukan kau.

Ibu lantas bertujuan mengontak Hee Kyung. Dia mau menginformasikan kejutan itu pada Hee Kyung.

Ayah melarang. Dia bilang itu kejutan.

Ibu keluar rumah dan mengontak Hee Kyung.

Hee Kyung sendiri masih di kantor.

Ibu : Joon Woo tiba ke tempat tinggal sekarang, merencanakan seluruhnya untuk lamaran kejutan.

Hee Kyung : Apa? Lamaran? Itu sebabnya beliau berpura-pura kesal tadi.

Ibu : Dia sungguh bersemangat merencanakan semuanya, jadi, kau mesti menangis. Pastikan kau menangis.

Hee Kyung : Aku tidak sanggup memaksakan diri untuk menangis.

Tapi kemudian Hee Kyung bilang, baiklah.

Hee Kyung gak ngerti kenapa Pak Han sanggup semanis itu.

Dia kemudian bertanya-tanya, gimana cara menghasilkan dirinya menangis. Dia bahkan tak ingat kapan terakhir kali beliau nangis.

Ju Kyung di toserba, mengambil soju dan camilan.

Lalu beliau ke kasir untuk membayarnya.

Seorang pegawai toserba melalui di belakang Ju Kyung sambil menenteng payung2 untuk dijual.

“Ini sudah salju pertama? Menyebalkan sekali di saat bersalju.” ucapnya, kemudian menaruh payung2 di bersahabat pintu.

Ju Kyung keluar dan mendongak ke langit, memandang salju pertama yang turun.

Ju Kyung naik gondola, menikmati panorama malam sambil menikmati masakan ringan dan soju yang tadi dibelinya.

Namsan Tower nampak di belakang gondola yang dinaiki Ju Kyung.

Selepas naik gondola, Ju Kyung menaiki tangga menuju namsan tower.

Tapi tiba2 aja, beliau meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.

Seorang lelaki menyerupai Soo Ho terlihat di depan Ju Kyung.

Ju Kyung yang tadinya kesakitan, pribadi termangu menyaksikan lelaki itu.

Berpikir itu Soo Ho, Ju Kyung pun pribadi mengejarnya. Tapi lelaki itu bukan Soo Ho.

Pria menyerupai Soo Ho itu kemudian memungut minuman stroberi nya yang jatuh pas tadi beliau ditarik Ju Kyung.

Pria itu bilang, pacarnya suka stroberi.

Sontak Ju Kyung termangu dan makin inget sama Soo Ho.

Pria menyerupai Soo Ho menelpon pacarnya dan pergi.

“Tentu saya sudah di sini. Dingin, kenakan busana hangat.”

Ju Kyung lantas duduk.

Dia bilang, mungkin beliau mesti memeriksakan matanya.

Seo Jun tiba di Move dan duduk di lobi.

Seo Jun memegangi dadanya dan berkata beliau tak sanggup tenang.

Lalu Seo Jun membaca catatan yang berisi kata-kata yang dipersiapkannya untuk menembak Ju Kyung.

“Kau duniaku dan setiap momen dalam hidupku….” begitulah bunyi awalan kalimatnya.

Seo Jun bilang beliau tak sempat menyampaikan semua itu.

Seo Jun juga lupa bilang arti bunga tulip yang diberikannya ke Ju Kyung.

Ju Kyung masih di Namsan.

Dia menikmati sojunya dan berkata, minum sendirian yakni yang terenak.

Lagi asik nyeruput soju, sojunya habis.

Ju Kyung kemudian membentuk pipet nya menjadi bentuk love dan meletakkannya di sampingnya bareng dompetnya.

Setelah itu, beliau menyaksikan jam di ponselnya dan pergi.

Dia tak sadar, beliau meninggalkan dompetnya.

Ju Kyung ke stasiun.

Petugas meminta tiket Ju Kyung.

Saat itulah Ju Kyung sadar dompetnya gak ada.

Terpaksalah Ju Kyung balik ke wilayah Namsan Tower.

Ju Kyung bersorak pas menerima dompetnya.

Seorang lelaki berbalik, begitu mendengar bunyi Ju Kyung. Dia Soo Ho!!

Soo Ho terkejut menyaksikan Ju Kyung.

Ju Kyung yang merasa matanya bermasalah, mengucek2 matanya. Dan beliau pun mematung menyadari lelaki di depannya sungguh-sungguh Soo Ho.

Soo Ho bergegas mendekati Ju Kyung.

Soo Ho bilang beliau ke sana sehabis mendarat.

Soo Ho : … dan ini dia.

Ju Kyung masih mematung namun matanya mulai berkaca-kaca.

Soo Ho memegang tampang Ju Kyung. Dia bilang tampang Ju Kyung membeku. Ju Kyung niscaya kedinginan.

Ju Kyung yang masih terluka, menepis tangan Soo Ho.

Ju Kyung : Kenapa kau kembali?

Soo Ho : Karena saya merindukanmu.

Ju Kyung : Tapi kita putus. Kaprikornus kenapa kau masih merindukanku?

Soo Ho : Aku masih merindukanmu. Aku sungguh merindukanmu.

Soo Ho kian mendekat ke Ju Kyung. Tapi Ju Kyung melangkah mundur.

Ju Kyung bilang beliau gak merindukan Soo Ho sama sekali.

Soo Ho terkejut mendengarnya.

Ju Kyung pun lari.

Soo Ho mengejar-ngejar Ju Kyung, Lim Ju Kyung!

Seo Jun masih di Move. Dia berlangsung di koridor sambil mengetikkan pesan buat Ju Kyung, kemudian mengirimnya.

Seo Jun tanya, apa Ju Kyung pulang dengan selamat.

Seo Jun kemudian berjumpa Hee Kyung.

Hee Kyung : Kau tiba untuk berlatih selarut ini?

Seo Jun : Ya, kurasa saya tidak akan sanggup tidur malam ini.

Hee Kyung : Kenapa? Kau nervous lantaran debutmu sebentar lagi?

Seo Jun mengangguk.

Hee Kyung : Bagaimanapun, teruslah melakukan pekerjaan keras.

Hee Kyung lantas menginformasikan Seo Jun bahwa Soo Ho pulang hari ini.

Seo Jun kaget, apa?

Hee Kyung : Kau tak tahu? Ayahnya sudah sadar bulan lalu. Dokter menyebutnya keajaiban. Itu kabar baik, bukan?

Seo Jun tersenyum dan membenarkan.

Hee Kyung : Omong-omong, jangan hingga kecapekan dan secepatnya pulang. Sampai jumpa.

Setelah Hee Kyung pergi, Seo Jun mengecek ponselnya namun tak ada telepon dari Ju Kyung.

Seo Jun : Akankah kau mati kalau menelepon?

Seo Jun mengontak Ju Kyung namun tak dijawab.

Ju Kyung murka pada Soo Ho.

Dia bilang beliau gak mau ketemu Soo Ho.

Dia mau pergi namun perutnya sakit lagi.

Soo Ho cemas, ada apa? Apa kau sakit?

Ju Kyung bilang beliau baik-baik saja, namun beliau kemudian terjatuh.

Soo Ho yang cemas, pribadi menggendong Ju Kyung dan membawanya pergi.

Soo Ho menenteng Ju Kyung ke RS.

Soo Ho menunggui Ju Kyung yg belum sadarkan diri.

Soo Ho bilang, beliau gak suka menyaksikan Ju Kyung sakit.

Tak usang kemudian, Ju Kyung pun bangun.

Ju Kyung terkejut menyaksikan Soo Ho masih bersamanya.

Ju Kyung : Kau masih di sini? Aku menyuruhmu meninggalkanku.

Soo Ho : Bagaimana bisa?

Ju Kyung : Pergilah.

Soo Ho : Aku tidak akan ke mana-mana.

Ju Kyung : Kalau begitu, saya saja yang pergi.

Tapi gres saja duduk, dokter datang. Soo Ho udah cemas, namun dokter bilang Ju Kyung sakit lantaran sembelit. Wkwkwkw….

Ju Kyung gak tahu apa itu sembelit. Dia tanya ke dokter, apa itu penyakit serius? Apa beliau butuh operasi?

“Anda tidak buang air secara teratur. Karena itu, anda mencicipi nyeri sementara di perut anda.” ucap dokter.

Dokter bahkan nunjukin hasil rontgen Ju Kyung.

Dokter tanya, sudah berapa usang Ju Kyung gak pup.

Ju Kyung yang malu, bilang beliau terencana pup.

Ju Kyung mau pergi, namun beliau gak sengaja menjatuhkan kemasan bekas masakan ringan dan soju nya.

Dokter mengambil kemasan soju.

Dokter : Minum minuman tidak menolong sembelit.

Ju Kyung mengambil kemasan bekas nya dari tangan dokter dan bergegas kabur.

Soo Ho mengejar-ngejar Ju Kyung.

Ju Kyung keluar dari kamar mandi. Tapi pas mau pergi, ada Soo Ho di bersahabat pintu keluar.

Ju Kyung pribadi sembunyi.

Beruntung, ada perawat tiba meminta Soo Ho ikut dengannya ke resepsionis.

Begitu Soo Ho pergi, Ju Kyung pribadi kabur.

Pak Han, ayah, ibu dan Ju Young bersiap.

Mereka kemudian mendengar bunyi pintu terbuka.

Pak Han mulai bernyanyi

Pak Han : “Pada persepsi pertama, saya tahu kau….”

Tapi yang masuk Ju Kyung.

Pak Han : Calon adik iparku…. LOL LOL

Ju Kyung terus ke atas, menuju kamarnya.

Ju Kyung : Bunuh saja aku. Kenapa saya sibuk-sibuk hidup? Sungguh reuni yang memalukan.

Hee Kyung masuk sambil akal-akalan nangis.

Dia masuk sambil berlari dan hingga menabrak Ju Young.

Hee Kyung : Jeruk Baliku, saya sungguh terharu.

Pak Lim : Tidak, ini tidak bagus. Kita mulai dari awal. Hee Kyung, keluarlah kembali. Kau akan masuk lagi.

Ayah dan ibu menenteng Hee Kyung keluar.

Lamarannya diulang.

Soo Ho yang gres tiba di rumahnya, dihubungi Pak Kang.

Pak Kang bilang beliau sudah membawakan koper Soo Ho.

Pak Kang : Sulit kupercaya kau kabur tanpa pulang dahulu.

Soo Ho teringat di saat beliau ke Namsan tadi.

Flashback…

Saat menaiki tangga menuju Namsan Tower, Soo Ho berpapasan dengan lelaki yang dikira Ju Kyung dirinya.

Soo Ho tiba di Namsan Tower. Saat itulah, Ju Kyung tiba untuk mengambil dompet nya yang tertinggal.

Flashback end…

Soo Ho bilang ke Pak Kang lantaran itu salju pertama.

Soo Ho memandang stiker tengkorak berupa love yang beliau tempel di lampunya.

Soo Ho lantas mengontak Ju Kyung, tapi…. Ju Kyung menolak panggilannya.

Soo Ho mengantarkan pesan ke Ju Kyung.

Soo Ho : Kau pulang dengan selamat?

Setelah mengantarkan pesan ke Ju Kyung, Soo Ho membaca notif di ponselnya.

Ada miscall dari Seo Jun.

Soo Ho membuka pintu. Seo Jun datang.

Seo Jun memeluk Soo Ho.

Soo Ho : Bagaimana kau tahu?

Seo Jun bilang beliau mendengarnya di agensi.

Soo Ho mengajak Seo Jun masuk.

Seo Jun tanya, kenapa Soo Ho gak menghubunginya.

Soo Ho : Aku terburu-buru datang, jadi, banyak yang mesti kuurus.

Seo Jun : Rumahmu tidak berubah sedikit pun.

Soo Ho : Aku cuma punya air.

Seo Jun : Tidak apa-apa. Bagaimana kondisi ayahmu? Dia baik-baik saja sekarang? Dia sudah boleh pulang?

Soo Ho : Dia akan mulai menjalani terapi rehabilitasi.

Seo Jun : Itu kabar baik.

Seo Jun kemudian mengomeli Soo Ho lantaran tak mengunjunginya setiba di Korea.

Seo Jun : Aku sangsi kau tidak menelepon. Aku terus meneleponmu.

Soo Ho tersenyum dan bilang beliau tak sempat.

Soo Ho kemudian bilang kalau beliau berjumpa Ju Kyung.

Seo Jun termangu pada awalnya, namun kemudian beliau tersenyum.

Seo Jun : Benarkah? Kau berjumpa dengannya hari ini?

Soo Ho : Ya. Kebetulan.

Seo Jun teringat di saat makan tteokbokki pedas dengan Ju Kyung.

Seo Jun : Kau menangis?

Ju Kyung : Ini cuma pedas.

Seo Jun : Kau tidak pernah berurusan makan masakan pedas.

Seo Jun mau makan, namun Ju Kyung nangis.

Seo Jun pun tanya, apa Ju Kyung nangis lantaran gagal masuk universitas?

Ju Kyung pun ngaku kalau beliau rindu Soo Ho.

Seo Jun kesal, astaga. Berandal itu. Kalau begitu, telepon dia. Menilik kepribadiannya, beliau putus lantaran merasa bersalah. Kau mau saya meneleponnya?

Ju Kyung meniadakan tangisnya.

Ju Kyung : Tidak. Akan kulupakan beliau sekarang. Aku nyaris sanggup melupakannya. Ada apa denganku hari ini? Mungkin lantaran sedang bersalju.

Flashback end…

Soo Ho : Seo Jun-ah.

Seo Jun menoleh, ya?

Soo Ho : Kau sudah makan? Haruskah saya memesan sesuatu?

Seo Jun : Tentu saja. Sudah usang kita tidak bertemu. Beri saya kabar terbaru.

Soo Ho : Tunggu di sini.

Besok paginya, Ju Kyung mau berangkat kerja.

Tapi pas keluar rumah, beliau terkejut mendapati Soo Ho sudah berdiri di depan rumahnya.

Soo Ho : Astaga, kebetulan sekali. Aku sangsi berjumpa denganmu di sini.

Tapi Ju Kyung menyingkir dari Soo Ho.

Soo Ho : Kenapa kau pergi?

Ju Kyung : Jangan mengikutiku.

Soo Ho : Aku tidak mengikutimu. Aku juga mesti ke sini. Itu kebetulan lainnya. Kau sudah sarapan? Biar kulihat wajahmu. Kemarin hari bersalju pertama. Kenapa kau pergi ke Namsan? Kau memikirkanku, bukan?

Ju Kyung berhenti berjalan.

Soo Ho senang, Ju Kyung-ah. Kau benar. Permohonanku sungguh-sungguh terkabul.

Tapi Ju Kyung kemudian membalikkan badannya dan kabur.

Soo Ho bergegas mengejar-ngejar Ju Kyung, namun Ju Kyung keburu pergi dengan taksi.

*Duh, Soo Ho. Minta maaf dahulu kek sama Ju Kyung…

Di salon, Ju Kyung melipat handuk sambil ngomel-ngomel.

Ju Kyung : Dia bahkan tidak menghubungiku selama setahun penuh. Apa yang beliau kehendaki sekarang?

Ju Kyung kemudian mendorong meja dorongnya keluar.

Dan beliau pun terkejut menyaksikan Soo Ho.

Ju Kyung : Bagaimana kau tahu wilayah ini?

Soo Ho : Kebetulan sekali. Inikah wilayah kerjamu? Kapan kau selesai melakukan pekerjaan hari ini?

Ju Kyung : Siapa yang memberitahumu? Apakah Ju Young? Tae Hoon?

Soo Ho : Aku bersumpah itu cuma kebetulan.

Ju Kyung : Maksudmu kau kebetulan tiba ke salon kecantikan?

Soo Ho : Ya. Aku tiba untuk menata rambutku.

Ju Kyung : Semoga sukses menata rambutmu.

Ju Kyung pergi.

Pegawai salon lain melayani Soo Ho.

Ju Kyung mondar mandir bekerja.

Soo Ho akal-akalan haus. Rekan kerja Ju Kyung memerintahkan Ju Kyung mengambil minum.

Ju Kyung pergi merencanakan minuman.

Rekan kerja Ju Kyung tiba dan memerintahkan Ju Kyung menyediakan Soo Ho banyak camilan.

Ju Kyung : Soo Ho membenci masakan manis. Astaga, kenapa saya masih ingat hal ini?

Ju Kyung kemudian menyediakan minuman ke Soo Ho dan beranjak pergi.

Soo Ho memandang kepergian Ju Kyung.

Soo Ho : Dia tidak makan?

Pegawai yang melayani Soo Ho datang. Dia bilang, rambut Soo Ho akan selesai dalam 10 menit lagi.

Soo Ho kaget, secepat itu? Lalu beliau minta pegawai meluruskan rambutnya lagi.

Ju Kyung selesai bekerja. Dia mau pergi dan pamit pada semua rekan kerjanya.

Ju Kyung kemudian termangu menyaksikan Soo Ho sudah pergi.

Ju Kyung keluar dan berjumpa Seo Jun.

Ju Kyung terkejut menyaksikan Seo Jun berdiri di depan salon tempatnya bekerja.

Seo Jun : Kau selesai lebih awal.

Ju Kyung : Sedang apa kau di sini?

Seo Jun : Ada waktu untukku hari ini?

Ju Kyung : Apa?

Seo Jun : Kau menjanjikanku tiga kencan. Kau sudah lupa?

Ju Kyung : Begini… Kemarin…

Seo Jun : Kau berjumpa Soo Ho, bukan?

Ju Kyung : Kau sudah dengar?

Seo Jun : Lalu kenapa? Bukan memiliki arti kita tidak sanggup bertemu.

Seo Jun kemudian memegang pundak Ju Kyung.

Seo Jun : Hari ini, saya cuma ingin kau memikirkanku. Lakukan itu untuk orang yang mengajakmu berkencan.

Ju Kyung : Baiklah. Apa yang mau kita lakukan?

Seo Jun : Ikuti saya saja.

Ju Kyung : Kita hendak kemana?

Ju Kyung pergi sama Seo Jun.

Tepat sehabis mereka pergi, Soo Ho kembali ke salon menenteng makanan.

Seo Jun mengajak Ju Kyung main ice skating.

Ju Kyung tanya, kenapa Seo Jun tiba-tiba ingin main ice skating.

Seo Jun : Pria menenteng perempuan bermain seluncur es di saat berkencan. Pria menolong perempuan di saat akan jatuh dan itu memberi mereka peluang untuk bersentuhan. Mereka sanggup bermain seluncur es dan bersenang-senang bersama.

Ju Kyung termangu mendengarnya. Tapi kemudian beliau bilang beliau gak berakal main ice skating.

Seo Jun : Aku juga tidak.

Ju Kyung kaget, kita mesti bagaimana?

Seo Jun kemudian memasangkan sepatu ice skatingnya ke kaki Ju Kyung.

Ju Kyung lagi2 termangu memandangi Seo Jun.

Sekarang mereka main ice skating.

Tapi Seo Jun mau jatuh.

Ju Kyung lekas memegangi Seo Jun, namun kemudian Seo Jun dengan mahirnya berputar-putar di depan Ju Kyung.

Seo Jun kemudian mengajak Ju Kyung bertaruh.

Seo Jun : Orang pertama yang meraih pilar itu yakni pemenangnya. Pemenang boleh menghasilkan permohonan.

Ju Kyung : Kau memang menyerupai itu.

Seo Jun : Ayolah. Mari kita coba. Aku akan berlangsung mundur.

Mereka lanjut main. Berlomba meraih pilar.

Tapi Ju Kyung tiba-tiba jatuh.

Seo Jun pribadi menolong Ju Kyung.

Seo Jun membawakan plester untuk Ju Kyung.

Seo Jun : Parahkah lukanya?

Ju Kyung : Tidak, cuma tabrakan kecil.

Seo Jun bertujuan masangin plester ke luka Ju Kyung.

Ju Kyung mulanya gak mau, namun Seo Jun maksa.

Ju Kyung keingetan Soo Ho lagi pas Seo Jun masangin plester ke lukanya.

Dia ingat di saat Soo Ho juga memasangkan plester ke lututnya yang terluka.

Teringat Soo Ho, Ju Kyung pribadi mengambil plester di tangan Seo Jun dan memakainya sendiri.

Setelah itu, Ju Kyung menyediakan selotip plesternya ke Seo Jun dan memerintahkan Seo Jun membuangnya.

Seo Jun : Seharusnya kita tidak bertaruh.

Ju Kyung : Kenapa kau suka sekali bertaruh?

Seo Jun : Aku yang menang, ya?

Soo Ho ke tempat tinggal Ju Kyung.

Dia mengontak ponsel Ju Kyung namun tak dijawab.

Ju Kyung sendiri masih bareng Seo Jun.

Seo Jun menyaksikan pedagang anting di saat mereka berlangsung di pinggir jalan.

Seo Jun menentukan untuk membelinya.

Ju Kyung tanya, untuk Go Woon.

Seo Jun bilang buat beliau sendiri dan memerintahkan Ju Kyung memilihnya.

Ju Kyung pun menentukan satu. Seo Jun kemudian bilang pada si pedagang kalau Ju Kyung lah yang mau membayar.

Soo Ho ke toko komik. Dia terkejut menyaksikan banyak pergantian di toko komik.

Soo Ho duduk dan membaca goresan pena Ju Kyung.

“Tempat Lim Ju Kyung. Jika duduk tanpa izin, bokongmu akan berbulu!”

Lalu beliau menyaksikan ada goresan pena Ju Kyung yang lain dibawahnya.

“Setelah semua ini, kau ingin putus? Berengsek. Semoga kau sembelit.”

Soo Ho tersenyum, kemudian mengantarkan pesan ke Ju Kyung.

Ju Kyung lagi di kedai makanan sama Seo Jun.

Seo Jun : Kau membelikanku anting-anting itu, jadi, saya akan mengeluarkan duit ini.

Ju Kyung : Seharusnya saya memesan masakan mahal.

Seo Jun : Ini memang mahal.

Ju Kyung : Ini enak.

Ponsel Ju Kyung berbunyi. Pesan masuk dari Soo Ho. Ju Kyung termangu membacanya. Dalam pesannya, Soo Ho tanya Ju Kyung dimana dan bilang akan menanti Ju Kyung.

Seo Jun yang tahu itu dari Soo Ho, pribadi mengalihkan perhatian Ju Kyung. Dia menawari Ju Kyung es krim. Ju Kyung belum jawab, beliau mesen es krim ke pelayan.

Nah habis dari restoran, Seo Jun mengantarkan Ju Kyung pulang.

Ju Kyung : Kau tidak perlu mengantarku pulang.

Seo Jun : Itu lantaran kita keluar selaku lelaki dan perempuan hari ini. Aku tidak akan melakukannya kalau kita berteman.

Ju Kyung lagi-lagi termangu mendengarnya.

Seo Jun : Rumahmu terlalu bersahabat dengan stasiun.

Ju Kyung : Apa maksudmu? Jauh sekali.

Seo Jun : Tidak. Dekat sekali.

Mereka berhenti di depan toko komik.

Ju Kyung : Kita sudah sampai. Hati-hati di jalan.

Wajah Seo Jun berubah serius, Ju Kyung-ah.

Ju Kyung, ya?

Seo Jun : Aku akan memakai permohonanku.

Seo Jun memeluk Ju Kyung.

Ju Kyung terkejut Seo Jun memeluknya.

Tepat di saat itu, Soo Ho keluar dan menyaksikan mereka berpelukan.

Seo Jun terkejut menyaksikan Soo Ho.

Bersambung……..

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...