True Beauty Ep 14 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis True Beauty Episode 14 Part 4. Untuk simak daftar lengkap seluruh dongeng ada gaes pada tulisan yang ini. Tak cuma itu bab recap ketiga ada pada Episode sebelumnya baca di sini.

Soo Jin diomeli ayahnya.

Pak Kang : Kau melalaikan sesi lesmu lagi. Apa kamu tidak cukup dimarahi terakhir kali? Apakah kamu memberontak?

Soo Jin membisu saja.

Pak Kang semakin marah, apa masalahmu! Jawab aku!

Pak Kang kemudian meminta ponsel Soo Jin.

Soo Jin : Kenapa?

Pak Kang : Kau bergaul dengan pecundang, bahwa kamu begitu tidak disiplin? Aku perlu memeriksa. Serahkan ponselmu!

Soo Jin gak mau.

Pak Kang : Berikan sekarang!

Soo Jin berdiri dan membanting piring di meja.

Pak Kang marah, kamu gila!

Ibu Soo Jin datang.

Pak Kang mau menghantam Soo Jin.

Tapi Soo Jin teriak.

Puas berteriak, Soo Jin pribadi beranjak pergi.

Pak Han risikonya berdiri dan risau sendiri mendapati dirinya ada di mana.

Hee Kyung sama orang bau tanah dan adik2nya sibuk menyiapkan sarapan.

Setelah sarapan siap, Hee Kyung mengajak Pak Han sarapan.

Ibu mengundang Pak Han menantu dan menyuruhnya makan.

Ayah : Menantu? Dia Jeruk bali. Jeruk Bali.

Pak Han : Ayah. Aku bukan Jeruk Bali.

Ju Young : Kami tidak mesti memanggilmu “Pak Han” di rumah kan? Benar, kandidat abang ipar?

Ju Kyung : Mengapa putus alasannya merupakan aku? Aku merasa jelek sekarang. Tahun pedoman sudah selsai kini dan saya naik kelas, jadi tidak apa-apa.

Pak Han : Ju Kyung. Aku sungguh malu

Ibu : Jangan. Kau akan secepatnya menjadi keluarga.

Pak Han berbisik ke Hee Kyung.

Pak Han : Hee Kyung, apa yang terjadi padaku?

Hee Kyung : Apa lagi? Kau terjebak sekarang. Kotoran Mata.

Hee Kyung membersihkan kotoran mata Pak Han.

Ayah yang kesal menyaksikan itu, memerintahkan mereka makan.

Soo Jin hingga di sekolah, heran menyaksikan semua mata tertuju padanya.

Para murid yang berdiri di koridor, mengatakan, bahwa mereka tidak percaya Soo Jin melaksanakan itu.

Soo Jin terus beranak menuju kelas. Di depan kelas, ia berjumpa Ju Kyung yang juga gres datang.

Soo Jin memandang Ju Kyung sejenak, kemudian ia masuk duluan ke kelas tanpa menyampaikan apapun.

Seisi kelas juga pribadi memandanginya.

Ju Kyung masuk.

Shi Hyun tanya, apa Ju Kyung sudah menyaksikan komunitas daring sekolah.

Ju Kyung : Komunitas daring?

Ju Kyung dan Soo Jin sama-sama mengambil ponsel mereka dan menyelediki komunitas daring.

Eh ternyata, ada postingan perihal Soo Jin.

Di postingan itu tertulis, terdengar di kamar mandi perempuan, Kang Soo Jin dari kelas 2-5 merupakan penyihir yang menakutkan.

“Dialah yang mengunggah video dan foto Lim Ju Kyung. Mereka merupakan kawan dekat baik, tetapi ia cemburu bahwa Soo Ho berkencan dengan temannya. Aku tidak mengada-ada. Aku menyaksikan seorang kawan dekat lain menyerang Kang Soo Jin. Dia menyerupai penjahat dalam suatu drama.”

Ju Kyung terkejut dan pribadi memandang ke arah Soo Jin.

Soo Jin memandangi teman-temannya yang memandang padanya.

Hyun Kyu : Kau tidak merasa kasihan pada Ju Kyung?

Soo Jin teringat kata-kata Seo Jun di saat melabraknya.

Seo Jun : Aku percaya kamu pikir kamu merusak Ju Kyung. Tapi kamu gres saja merusak diri sendiri.

Tak tahan dengan persepsi teman-temannya sekarang, Soo Jin pun lari meninggalkan kelas.

Ju Kyung mengejar-ngejar Soo Jin.

Ju Kyung : Kang Soo Jin, kamu mau kemana? Kenapa kamu kabur?

Soo Jin menepis tangan Ju Kyung dan tetap ingin pergi.

Ju Kyung menahan Soo Jin.

Ju Kyung : Apakah kamu masih tak punya apa-apa untuk dibilang kepadaku? Apakah kamu tidak merasa jelek sama sekali?

Soo Jin : Tidak, saya tidak merasa buruk.

Ju Kyung : Aku tak mau kehilanganmu menyerupai ini. Makara saya ingin mengatakan untuk terakhir kalinya. Karena saya tak mau menyesal nanti. Soo Jin-ah, jangan laksanakan ini.

Ju Kyung memegang tangan Soo Jin.

Soo Jin tetap aja keras kepala.

Soo Jin : Kau pikir saya akan memegang tanganmu?

Soo Jin menghempaskan tangan Ju Kyung.

Soo Jin : Kau percaya kita sanggup kembali menyerupai semula!

Ju Kyung terdiam.

Soo Jin pergi.

Ju Kyung teringat kebersamaannya dengan Soo Jin selama ini.

Sementara itu, Soo Jin berhenti berjalan.

Dia jatuh terduduk dan menangis.

Ju Kyung sedang merencanakan dirinya untuk cobaan akta kosmetologi.

Dan Soo Ho mengisi waktunya dengan merajut.

Ujian akta sudah selesai.

Ju Kyung keluar dan menghampiri Soo Ho dengan tampang murung.

Melihat tampang duka Ju Kyung, Soo Ho tanya, apa ujiannya tidak lancar.

Soo Ho pun menyemangati Ju Kyung. Dia bilang tidak apa-apa. Lain kali, Ju Kyung niscaya sanggup melakukannya dengan benar.

Tapi Ju Kyung lantas berteriak kalau ia lulus dan memeluk Soo Ho.

Soo Ho : Kerja bagus.

Ju Kyung memandang Soo Ho.

Soo Ho bilang ia besar hati dengan Ju Kyung.

Ju Kyung : Aku bahkan menebaknya dengan benar.

Ju Kyung memeluk Soo Ho lagi dengan erat.

Soo Ho bilang, ia gak sanggup bernapas kini alasannya merupakan pelukan Ju Kyung kelewat erat.

Seo Jun keluar rumah, mau buang sampah.

Salah satu sampah yang akan dibuangnya merupakan bekas gips tangannya.

Dia merasa berat membuangnya karena ada goresan pena penyemangat dari Ju Kyung di sana. Tapi pada akhirnya, Seo Jun tetap membuangnya.

Ju Kyung masih bareng Soo Ho.

Soo Ho : Kau mesti merasa hening kini setelah cobaan selesai.

Ju Kyung : Ini gres permulaan. Kudengar cobaan tertulisnya tidak sesulit itu, jadi saya mesti menampilkan semuanya pada tes kinerja.

Soo Ho : Begitu susah untuk berkencan.

Ju Kyung : Kau mesti menuntut ilmu untuk ujianmu juga. Kau sepertinya tidak melaksanakan banyak hal belakangan ini.

Soo Ho : Aku terlalu sibuk dengan Lim Ju Kyung.

Ponsel Ju Kyung berbunyi.

Telepon dari Seo Jun.

Soo Ho membolehkan Ju Kyung menjawabnya.

Seo Jun : Ujianmu sudah selesai?

Ju Kyung : Kalau belum selesai, saya takkan sanggup menjawab teleponmu. Kenapa kamu tanya?

Seo Jun : Aku ingin bertemu.

Ju Kyung : Sekarang juga? Tapi saya bareng Soo Ho. Bisakah ia tiba juga?

Seo Jun bilang cuma ia dan Ju Kyung saja.

Seo Jun : Ada yang ingin kukatakan.

Ju Kyung bilang ini bukan di saat yang tepat.

Seo Jun : Ingat di saat kamu bilang akan mengabulkan permintaanku? Aku akan mengirimimu alamatnya. Temui saya disana.

Seo Jun matiin telepon.

Ju Kyung ngasih tahu Soo Ho kalau Seo Jun ngajak ia ketemuan alasannya merupakan pengen menyampaikan sesuatu.

Soo Ho yang tahu Seo Jun mau bilang apa, membolehkan Ju Kyung pergi.

Seo Jun menanti Ju Kyung di taman.

Tak lama, Ju Kyung datang. Ju Kyung lari menghampiri Seo Jun.

Ju Kyung tanya, kenapa Seo Jun menanti di sana padahal cuaca sedang dingin.

Ju Kyung : Astaga, hidungmu kini merah.

Seo Jun berdiri. Ju Kyung tanya, apa yang akan Seo Jun katakan.

Seo Jun memandang Ju Kyung dan terdiam. Tak lama, ia mengajak Ju Kyung makan.

Mereka makan tteokbokki pedas.

Seo Jun : Kau yang traktir, kan?

Ju Kyung : Kau semestinya mengharapkan sesuatu yang lebih mahal.

Seo Jun : Ini yang kamu suka.

Ju Kyung : Kau benar. Aku sanggup melaksanakan ini sepanjang minggu.

Ju Kyung kemudian tanya, apa yang akan Seo Jun katakan.

Ju Kyung : Kau mengajakku berjumpa cuma untuk membelikanmu ini?

Seo Jun bilang ia butuh hikmah hubungan.

Ju Kyung kaget, apa? Betulkah? Aku bukan jago dalam hal ini. Tapi, katakan.

Seo Jun bilang, ada gadis yang ia suka tetapi ia mau move on.

Ju Kyung : Mengapa? Sudahkah kamu menginformasikan ia bagaimana perasaanmu?

Seo Jun : Tidak.

Ju Kyung : Tapi kamu mau move on?

Seo Jun : Dia punya pacar.

Ju Kyung : Kenapa mesti gadis yang sudah punya pacar? Apa kamu sungguh menyukainya.

Seo Jun : Sangat.

Ju Kyung memerintahkan Seo Jun merebut gadis itu dari pacarnya. *Si Ju Kyung kagak tahu aja kalau gadis itu dia.

Seo Jun tersenyum, haruskah?

Ju Kyung kemudian tanya, apa gadis itu berasal dari sekolah mereka.

Seo Jun : Lupakan. Ini suatu rahasia.

Tak usang kemudian, Ju Kyung curiga.

Ju Kyung : Mungkinkah… kau… tidak mungkin.

Seo Jun kaget. Dia merasa Ju Kyung tahu siapa gadis itu.

Ju Kyung : Apa Soo A? Jangan berani-berani merebutnya. Kasihan Tae Hoon.

Seo Jun bilang bukan Soo A.

Ju Kyung : Dia niscaya cantik.

Seo Jun : Ya, ia cantik. Standarku tinggi.

Ju Kyung : Harusnya kamu beritahu ia lebih permulaan dan jadikan ia pacarmu.

Seo Jun : Menurutmu ia akan tiba padaku jikalau saya melakukannya?

Ju Kyung : Apa gunanya semua ini sekarang, bukan?

Ju Kyung bilang ia gak sanggup bantu Seo Jun soal itu. Dan selaku gantinya, ia mau traktir Seo Jun dan Seo Jun boleh pesan apa saja.

Ju Kyung kemudian memesan dua takaran tteokbokki pedas lagi.

Ju Kyung juga nawarin Seo Jun beberapa gorengan.

Ju Kyung sedang merias dirinya.

Dan Soo Ho sudah siap untuk pergi.

Pagi itu, mereka bertujuan ke pantai.

Tapi Soo Ho lupa menenteng ponsel.

Ponselnya di atas meja, berbunyi.

Pak Lee mengirim beberapa foto kedai makanan ke Soo Ho.

Dia tanya, Soo Ho suka yang mana.

Pak Lee kemudian berdiri, tetapi tiba-tiba ia merasa pusing.

Pak Lee bergegas meminum obatnya.

Tapi setelah meminum obat, Pak Lee masih merasa kesakitan.

Dan gelas yang ia pegang, hingga jatuh ke lantai.

Soo Ho dan Ju Kyung berjumpa di stasiun.

Hari sudah terang.

Soo Ho : Kau menata rambutmu?

Soo Ho kemudian bilang Ju Kyung cantik.

Ju Kyung : Aku mengontak untuk menyampaikan bahwa saya terlambat, namun kamu tidak mengangkatnya.

Soo Ho : Aku meninggalkan teleponku di rumah.

Soo Ho kemudian memberi Ju Kyung syal rajutannya.

Ju Kyung terkejut tahu syal itu rajutan Soo Ho sendiri.

Soo Ho bilang, seseorang yang menyuruhnya merajut sambil memberi beberapa benang.

Ju Kyung : Aku tidak pernah meminta apapun. Itu cuma untuk membantumu menenangkan pikiran.

Ju Kyung kemudian bilang syalnya cantik.

Soo Ho memakaikan syal itu ke leher Ju Kyung.

Soo Ho juga pakai syal yang sama.

Soo Ho dan Ju Kyung berkencan.

Mereka berbelanja makan domba.

Setelah itu, mereka jalan berdua.

Ju Kyung bilang memberi makan domba menjadikannya lapar.

Soo Ho bilang ia mendengar perut Ju Kyung berbunyi tadi.

Ju Kyung bilang domba yang menghasilkan bunyi itu.

Ju Kyung kemudian mengunggah fotonya ke medsos. Soo Ho tanya, kenapa Ju Kyung tak unggah foto mereka berdua juga.

Ju Kyung : Kupikir kamu akan tidak senang dengan itu.

Soo Ho : Aku baik-baik saja dengan itu.

Ju Kyung : Berarti saya boleh mengunggahnya?

Soo Ho mengangguk.

Ju Kyung bahagia dan pribadi mengunggah foto mereka ke medsos nya.

Sekarang, Soo Ho dan Ju Kyung duduk di kafe.

Mereka saling melukis tampang masing-masing.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Seo Jun lagi kerja. Dia mengepel lantai kafe. Hee Kyung tiba-tiba tiba dan menginjak kain pel Seo Jun.

Hee Kyung : Halo. Lama tidak bertemu.

Seo Jun : Ya, usang tidak bertemu.

Hee Kyung : Hei, kenapa kamu mengatakan denganku tanpa sopan santun?

Seo Jun : Karena begitulah caramu mengatakan denganku.

Hee Kyung : Kau merupakan kawan dekat Ju Kyung. Aku abang perempuannya.

Seo Jun : Kau merupakan abang perempuan Ju Kyung?

Seo Jun ingat pas Hee Kyung mabuk malam itu.

Hee Kyung bahkan hingga muntah di jaket Soo Ho.

Seo Jun tertawa, jadi kamu perempuan yang mabuk dan muntah itu?

Hee Kyung : Muntah? Kau melihatnya?

Seo Jun : Apa yang membawamu kemari?

Hee Kyung : Kau seorang bintang, Seo Jun.

Seo Jun : Bicara apa?

Hee Kyung pun menampilkan video Seo Jun nyanyi.

Ya, video Seo Jun nyanyi malam itu alasannya merupakan kalah taruhan sama Soo Ho.

Hee Kyung bilang videonya viral.

Seo Jun : Lalu?

Hee Kyung : Kau masih belum terpesona menjadi penyanyi? Apa kamu akan tetap kerja paruh waktu di sini? Jika kamu ingin menjadi pemilik kafe, maka saya akan mendukung impianmu. Tapi saya mendengar kamu ingin menjadi penyanyi.

Seo Jun : Apa menurutmu saya akan menandatangani persetujuan dengan agensi itu lagi?

Hee Kyung : Kenapa tidak? Seperti yang sudah kamu ketahui, semua administrator diganti. Move Entertainment sudah berubah. Kami tidak menyerupai dulu.

Seo Jun : Mengapa kamu begitu semangat untuk meyakinkanku?

Hee Kyung : Karena saya punya firasat. Aku menyaksikan videomu selaku trainee di saat saya mencari Leo. Mengapa kamu tidak mulai bernyanyi lagi?

Seo Jun ingat kata-kata Soo Ho.

Soo Ho : Aku ingin kamu bernyanyi lagi. Aku percaya Se Yeon mengharapkan hal yang sama.

Tiba-tiba, ponsel Seo Jun berbunyi.

Seo Jun menjawab, halo?

“Seo Jun, kamu bareng Soo Ho?” tanya bunyi di seberang sana.

Soo Ho dan Ju Kyung lari-larian di tepi pantai.

Ju Kyung tidak menenteng tasnya, tetapi menaruhnya tasnya di atas meja agak jauh dari pantai.

Ju Kyung ingin berfoto lagi.

Soo Ho pun lari mengambil ponsel Ju Kyung.

Selagi Soo Ho mengambil ponselnya, Ju Kyung menuliskan di pasir kalau ia mengasihi Soo Ho.

Soo Ho tiba dan tanya apa yang Ju Kyung tulis.

Soo Ho mau melihat, tetapi goresan pena Ju Kyung keburu kesapu ombak.

Mereka mau berfoto lagi, tetapi ponsel Ju Kyung mati.

Ju Kyung : Sepertinya itu karna terlampau banyak mengambil foto tadi. Kita tidak akan sanggup mengambil foto apa pun di tepi laut.

Soo Ho : Mengapa kita tidak kembali dan mengambil foto di sini nanti?

Ju Kyung setuju.

Soo Ho mengajak Ju Kyung pergi mencari charger.

Seo Jun ke tempat tinggal Soo Ho.

Dia menggedor pintu rumah Soo Ho.

Seo Jun : Lee Soo Ho!

Karena tak ada respon, Seo Jun risikonya pergi dan terus berupaya mengontak Soo Ho.

Tak sanggup mengontak Soo Ho, Seo Jun mengontak Tae Hoon.

Tae Hoon : Ada apa?

Seo Jun : Kau bareng Soo A? Tanya ke Soo A dimana Soo Ho dan Ju Kyung sekarang. Laut?

Soo Ho dan Ju Kyung lagi makan di tepi laut.

Ju Kyung : Aku pikir saya memiliki dua perut. Aku makan tteokbokki kemarin dengan Seo Jun, tetapi saya masih sanggup makan lebih banyak.

Soo Ho : Apa percakapannya berlangsung lancar?

Ju Kyung : Ya. Dia ingin meminta saranku pada seseorang yang ia suka. Apa menurutmu ia menggemari Soo Ah?

Sontak lah Soo Ho ketawa mendengarnya.

Ju Kyung : Itu akan menghasilkan semuanya jadi rumit. Tapi ia bilang ia tidak menyukainya jadi saya mesti percaya padanya.

Ju Kyung makan lagi. Tapi ia kepedesan dan terus menggaruk hidungnya.

Soo Ho ketawa.

Ju Kyung : Mengapa kamu tertawa?

Soo Ho : Sayang saya tidak sanggup mengambil foto.

Ju Kyung : Kenapa? Apa ada sesuatu di wajahku?

Soo Ho pun mengusap-ngusap hidung Ju Kyung.

Seo Jun masih terus berupaya mengontak Soo Ho.

Sekarang, Soo Ho dan Ju Kyung udah selesai makan.

Ju Kyung mau bilang, apa yang ia tulis di pasir sebelumnya.

Soo Ho tersenyum, menanti Ju Kyung bicara.

Soo Ho berdiri mendekati Ju Kyung.

Ju Kyung mejemin minta dicium. Soo Ho pergi mengambil korek, dan kembali ke Ju Kyung.

Soo Ho : Kenapa kamu memejamkan matamu?

Ju Kyung pribadi akal-akalan kelilipan.

Soo Ho tanya apa yang Ju Kyung pikirkan.

Ju Kyung bilang ia mempertimbangkan pasir di matanya.

Soo Ho yang paham apa yang dipikirkan Ju Kyung, mencium pipi Ju Kyung.

Ju Kyung melongo memandang Soo Ho, tetapi kemudian ia tersenyum.

Soo Ho menyalakan kembang api.

Ju Kyung pengen berfoto.

Soo Ho pribadi bergegas kembali ke dalam kedai makanan untuk mengambil ponsel Ju Kyung.

Tiba-tiba, Seo Jun dan Manajer Kang datang.

Ju Kyung terkejut menyaksikan Seo Jun.

Seo Jun : Dimana Lee Soo Ho?

Soo Ho tiba dan terkejut menyaksikan Seo Jun.

Soo Ho : Kenapa di sini?

Seo Jun : Kenapa tidak menyelediki ponselmu?

Soo Ho : Ada apa?

Manajer Kang : Soo Ho-ya.

Mereka pun pribadi kembali.

Seo Jun membaca postingan Pak Lee yang sedang menjalani operasi pendarahan otak di AS.

Soo Ho melongo dan matanya sembap.

Ju Kyung memandang Soo Ho, kemudian menggenggam tangan Soo Ho untuk memberi Soo Ho kekuatan.

Malam itu juga, Soo Ho pribadi ke bandara.

Ju Kyung menguatkan Soo Ho. Dia bilang ayah Soo Ho akan baik-baik saja.

Manajer Kang tiba dan memberitahu Soo Ho sudah saatnya untuk pergi.

Seo Jun dan Ju Kyung mengirimkan Soo Ho.

Soo Ho menjajal tegar dan memerintahkan Ju Kyung pulang.

Soo Ho meminta Seo Jun mengirimkan Ju Kyung.

Soo Ho mau pergi, tetapi Ju Kyung memanggilnya lagi.

Ju Kyung berlari ke pelukan Soo Ho.

Ju Kyung nangis dan menyampaikan kalau ia mengasihi Soo Ho.

Soo Ho juga nangis.

Tak lama, Soo Ho melepas pelukan Ju Kyung dan berkata akan menelpon Ju Kyung setelah mendarat.

Soo Ho pergi.

Begitu Soo Ho pergi, tangis Ju Kyung pecah lagi.

Ju Kyung takut ayah Soo Ho meninggal.

Seo Jun mendekati Ju Kyung. Dia juga sama menyerupai Ju Kyung.

-Dua tahun kemudian-

Temen2 Seo Jun berkumpul di kafe.

Ada Ju Kyung dan Soo A, serta Hye Min di sana.

Ju Kyung mabuk, tutup ekspresi kalian!

Lalu Ju Kyung pingsan.

Soo A berupaya membangunkan Ju Kyung.

Tak usang Seo Jun tiba dan menghela nafas menyaksikan Ju Kyung mabuk.

Seo Jun : Kalian, siapa yang menghasilkan Ju Kyung minum?

Cho Rong bilang Ju Kyung minum sendiri.

Seo Jun berupaya membangunkan Ju Kyung.

Ju Kyung berdiri dan tersenyum menyaksikan Seo Jun.

Ju Kyung kemudian masuk ke dalam dekapan Seo Jun.

Seo Jun tersenyum memandang Ju Kyung.

Bersambung…..

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...