Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Road : The Tragedy of One Episode 1 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.
Foto tvN
Terdengar suatu narasi.
“Saat ini, semua mungkin terlihat samar, seperti kita menyaksikan ke cermin, tetapi kalau waktunya tiba, kita akan berdiri berhadapan.”
Foto tvN
Seseorang menembak seekor rusa.
Lalu dari arah yang berlawanan, seorang lelaki berstelan jas masuk dan menyaksikan rusa yang sudah mati ditembak itu. Kemudian, beliau menyaksikan seekor rusa lainnya juga ditembak.
Foto tvN Foto tvN
Pria itu kemudian memandang si penembak.
Si penembak merupakan lelaki bau tanah berjulukan Seo Ki Tae.
Foto tvN
Ki Tae menurunkan senjatanya dan mendekati lelaki itu.
Ki Tae : Lihat itu. Rusa muda itu sekarat, tetapi masih melarikan diri. Itu sifat alami mereka. Kau mesti mengatasinya untuk menjadi orang hebat. Kau setuju, bukan?
Pria itu, Baek Soo Hyun, pun berkata kalau itu mimpi yang sia-sia.
Soo Hyun : Kau tidak sanggup mendapatkan orang menyerupai itu.
Ki Tae : Itukah alasanmu menolak menjadi juru bicara di Gedung Biru?
Soo Hyun : Aku tidak terpesona mengatakan untuk mereka yang berkuasa.
Ki Tae : Kau tidak mau mewakili mereka atau tidak harapkan kekuasaan?
Foto tvN
Soo Hyun : Mari berhenti mencampakkan waktu. Ini akan masuk berita, jadi, menyerahlah saja.
Ki Tae tertawa, kau sungguh terus terang hingga saya tidak tahu mesti berkata apa. Baiklah. Kuakui itu mimpi kosong. Jadi, maksudmu, kau akan melaporkan isu itu, apa pun yang terjadi?
Soo Hyun : Apa lagi yang sanggup kulakukan? Ini pekerjaanku.
Ki Tae : Keyakinanmu jadinya menyakiti banyak orang. Aku benci tersakiti. Aku lebih benci kalau tidak memperoleh apa pun.
Foto tvN
Ki Tae kemudian memandang tajam Soo Hyun.
Ki Tae : Lebih baik menetralisir rasa sakit mudah-mudahan mereka tidak akan berani memulainya. Itu keputusanku. Soal kau, saya ingin tahu sejauh apa kau akan bertindak.
Foto tvN
Ki Tae memotong leher rusa yang sudah mati. *Ih, kejaaam.
Soo Hyun mengambil senapan laras panjang Ki Tae. Lalu beliau mengarahkan senapan itu ke Ki Tae.
Ki Tae berbalik dan terkejut menyaksikan Soo Hyun mengarahkan senapannya kepadanya.
Foto tvN
Soo Hyun siap menembak. Tapi yang ditembaknya ternyata merupakan rusa.
Soo Hyun memandang tajam Ki Tae : Aku akan melakukannya hingga akhir. Itulah sifatku.
Ki Tae : Baiklah. Mari kita lanjutkan. Kita berdua.
Foto tvN
Ki Tae mengambil senjatanya, kemudian pergi.
Setelah Ki Tae pergi, Soo Hyun memandang rusa yang tadi disembelih Ki Tae.
Foto tvN Foto tvN
Sekarang kita ke BNS News Night.
Soo Hyun merupakan seorang reporter. Dia melakukan pekerjaan di sana dan sedang rapat dengan tim nya.
Mereka membahas kasus penggelapan dana.
Soo Hyun : Seperti yang kalian tahu, dua pekan lalu, kita memperoleh laporan kasus besar. Salinan rekening dana gelap dan salinan dana kampanye ilegal Jegang Group yang diantarkan terhadap Anggota Dewan Hwang Tae Seob. Jaksa, polisi, dan anggota dewan belakang layar mencari si pelapor. Lebih tepatnya, Seo Ki Tae dan Hwang Tae Seob. Mereka mengincar berkas aslinya. Saat yang orisinil dipublikasikan, setidaknya lusinan orang akan kehilangan pekerjaan.
Kang Jae Yeol berkata, kalau mereka gagal, itu memiliki arti mereka pun akan kehilangan pekerjaan.
Foto tvN
Soo Hyun : Pelapornya merupakan Kim Seok Pil.
Park Moon Hwa berkata, Kim Seok Pil merupakan lelaki yang gres saja diselidiki lantaran menolong jaksa.
Jae Yeol : Pelapor pelanggaran terlalu berkelas untuknya. Alih-alih hancur lantaran skandal itu sendiri, beliau membocorkan salinannya untuk menjatuhkan semua orang bersamanya. Tapi Kim Seok Pil memang luar biasa. Dia mengawali selaku tukang pukul dan naik cukup tinggi untuk terhubung dengan para petinggi.
Soo Hyun : Masalahnya, Kim Seok Pil membagikan laporan itu. Saat beliau mengirimi kita salinannya, beliau juga menelepon Pimpinan Seo.
Jae Yeol : Menurutmu beliau sudah memberinya yang asli?
Foto tvN
Soo Hyun teringat percakapannya dengan Ki Tae di hutan.
Soo Hyun : Mari berhenti mencampakkan waktu. Ini akan masuk berita, jadi, menyerahlah saja.
Soo Hyun membaca air wajah Ki Tae. Dari sana, beliau yakin, Ki Tae belum mendapatkan yang asli.
Jae Yeol : Kalau begitu, Kim Seok Pil ingin memihak semua orang yang sanggup membantunya. Bagaimana menjadikannya memihak kita?
Jae Yeol kemudian memerintahkan lainnya keluar, lantaran beliau mau bicara dengan Soo Hyun.
Foto tvN Foto tvN
Setelah mereka keluar, Soo Hyun bangun dari duduknya dan mendekati layar besar yang memperlihatkan foto dan profil Seok Pil yang merupakan Presdir Royal.
Jae Yeol mengikuti Soo Hyun.
Soo Hyun : Kita mesti meminimalisir pilihannya. Mari tayangkan ini di selesai program malam ini. Ini pertarungan melawan waktu. Makin lama, kian kecil kesempatan kita. Hanya itu cara mendapatkan berkas yang orisinil dan menyaksikannya secepat mungkin. Percayalah kepadaku. Kim Seok Pil akan menelepon kita begitu siaran berakhir.
Jae Yeol terlihat berpikir.
Foto tvN
-Ruang Berita Terkini 1-
Seorang pria, kayaknya atasan Soo Hyun, tiba marah-marah dan mencari Soo Hyun.
Tapi tak ada satu pun yang berani menjawab.
Pria itu kemudian mengajukan pertanyaan pada Kwon Yeo Jin, Ketua Soo Hyun. Dia tanya, dimana Soo Hyun.
Yeo Jin : Dia akan tiba sempurna waktu untuk membaca berita.
Pria itu tambah marah. Dia bilang beliau yang memberi Yeo Jin posisi.
“Kau memihak orang lain sekarang?”
“Simpan saja rahasiamu.” jawab Yeo Jin.
Foto tvN
Lalu Soo Hyun tiba bareng Jae Yeol dan Moon Hwa.
Pria itu memerintahkan Soo Hyun membatalkan isu yang sedang Soo Hyun tangani.
“Kau meneriaki orang lain sekarang?” tanya Soo Hyun.
Pria itu kesal, berandal.
“Atau tuanmu berubah pikiran?” tanya Soo Hyun.
Yeo Jin pun berupaya menenangkan sang atasan.
Yeo Jin : Perhatikan tekanan darahmu. Naiklah ke ruanganmu. Biar saya yang mengomelinya.
Pria itu jadinya pergi.
Foto tvN Foto tvN
Yeo Jin menasihati Soo Hyun.
Yeo Jin : Pahami saja. Dia memperoleh banyak telepon dari atasan. Pelan-pelan saja. Kita butuh berkas aslinya untuk melaporkannya. Kau tidak memilikinya, bukan?
Soo Hyun : Bukan kau, benar?
Lalu Soo Hyun memperhatikan mimik Yeo Jin.
Yeo Jin : Jangan salah paham dan periksa sebelum menyimpulkan.
Yeo Jin beranjak pergi.
Foto tvN
Soo Hyun pun mulai siaran.
Soo Hyun : Pekan ini di Mata Pembaca Berita. Hari ini, saya ingin bicara soal kelas. Kelas merujuk terhadap martabat atau keanggunan yang mesti dimiliki.
Soo Hyun memperlihatkan laporan isu malam wacana jaksa sponsor.
Soo Hyun : Semuanya dimulai dengan tablet yang didapatkan di loker suatu kelab yang terperinci dikosongkan dengan terburu-buru. Identitas jaksa sponsor yang dibicarakan secara luas. Publik terkejut dikala mengenali bahwa duit kotor itu berasal dari seorang pemilik kelab. Kita sudah menyaksikan wajah orisinil penduduk yang mementingkan duit dan keadilan sosial sirna.
Foto tvN
Soo Hyun kemudian memutar video pertemuan pers Jaksa Agung.
Jaksa Agung : Saya sungguh minta maaf atas gangguan ditimbulkan oleh skandal terkait jaksa yang disponsori. Saya mengundurkan diri selaku Jaksa Agung mulai dikala ini.
Foto tvN
Soo Hyun : Enam bulan sudah berlalu sejak kami melaporkan relasi di antara pemilik kelab Gangnam, Kim, dan jaksa berpangkat tinggi. Hal itu menghasilkan Jaksa Agung mundur. Namun, hari ini, ada yang tidak berkelas memperlihatkan diri mereka.
Lalu Soo Hyun memperlihatkan foto salinan dana kampanye ilegal J Group, Anggota Dewan Hwang dan pemilik kelab.
Foto tvN
Yeo Jin yang menonton isu itu dari ruangannya marah.
Dia bergegas pergi tetapi Anggota Dewan Hwang menghubunginya dan beliau tidak menjawabnya.
Foto tvN
Soo Hyun meneruskan laporannya.
Anggota Dewan Hwang sendiri ada di mobilnya.
Dia resah dan terus berupaya menelepon Yeo Jin.
Foto tvN
Di rumah, Ki Tae menonton isu itu bareng putrinya, Seo Eun Soo.
Eun Soo minta maaf pada ayahnya. Lalu beliau bilang, beliau percaya pada Soo Hyun.
Ki Tae : Ayah tahu. Kau senantiasa bilang tidak mengharapkan kekayaanku. Jadi, kau tidak ragu soal ini juga?
Eun Soo : Benar.
Ki Tae : Kau niscaya melakukan pekerjaan keras, memandang kontraknya.
Ki Tae beranjak pergi.
Foto tvN Foto tvN
Siaran selesai.
Soo Hyun keluar dari studio. Semua memberi applause dan memuji Soo Hyun.
Jae Yeol juga.
Foto tvN
Yeo Jin menghampiri Soo Hyun.
Yeo Jin : Selamat dikarenakan sudah menjadi pembaca isu paling menarik.
Soo Hyun : Maaf lantaran tidak memperingatkanmu sebelumnya.
Yeo Jin : Jangan berbohong setelah menusukku dari belakang. Kau mencurigaiku?
Soo Hyun : Kau mesti dikecualikan kalau ingin sanggup tetap melakukan pekerjaan setelah itu.
Yeo Jin : Jangan sombong. Bukan pertimbanganmu yang membuatku menjaga pekerjaanku, tetapi rating.
Soo Hyun : Kalau begitu, tidak ada yang perlu kita khawatirkan.
Yeo Jin : Kau mempunyai berkas aslinya, bukan?
Soo Hyun : Apakah ada argumentasi lain kita memerlukan yang asli?
Yeo Jin : Tidak ada argumentasi lain kita membutuhkannya.
Soo Hyun bicara dalam hati : “Tidak ada argumentasi lain kita membutuhkannya.”
Foto tvN Foto tvN
Soo Hyun kemudian membaca air wajah Yeo Jin.
Ponsel Yeo Jin tiba-tiba bunyi.
Soo Hyun menyaksikan nama si penelpon.
Soo Hyun : Pimpinan Seo meneleponmu?
Yeo Jin : Teleponku terus berdering. Aku akan pulang sebelum bos menemukanku.
Yeo Jin beranjak pergi.
Foto tvN
Soo Hyun meninggalkan ruangan studio.
Tak lama, beliau di SMS istrinya.
Eun Soo : Kau hebat hari ini. Aku senantiasa mendukungmu.
Foto tvN
Soo Hyun kembali ke mejanya.
Jae Yeol menghampiri Soo Hyun.
Jae Yeol : Selamat tiba di neraka. Aku sanggup menyanyikan haleluya.
Melihat mimik Soo Hyun, Jae Yeol tanya ada apa.
Soo Hyun : Mari kita jauhkan Ketua Kwon dari semua anggota tim kita.
Jae Yeol : Kau mewaspadai sesuatu?
Soo Hyun teringat mimik Yeo Jin tadi.
Soo Hyun : Dia terlihat gugup.
Foto tvN
Saat mengatakan dengannya tadi di studio, di saat beliau tanya, apa ada argumentasi lain mereka butuh salinan itu, Yeo Jin tanpa sadar mengangguk.
Soo Hyun : Setuju tanpa sadar. Tapi menyangkalnya. Dia berbohong. Dia menyembunyikan sesuatu. Aku tidak tahu apa.
Jae Yeol : Hwang Tae Seob, polisi, dan jaksa. Mereka terlalu banyak. Kita dikelilingi musuh.
Foto tvN
Tak lama, Jae Yeol dihubungi Seok Pil.
Tapi Seok Pil ingin bicara dengan Soo Hyun.
Foto tvN
Jae Yeol pun memperlihatkan ponselnya ke Soo Hyun.
Jae Yeol : Dia marah. Dia ingin bicara denganmu.
Soo Hyun menjawab.
Soo Hyun : Ini Baek Soo Hyun. Aku akan mengantarkan nomorku.
Foto tvN
Soo Hyun mengantarkan nomornya.
Setelah itu beliau bilang, beliau akan mengambil berkas yang orisinil besok pagi.
Jae Yeol : Kau akan pergi sendiri?
Soo Hyun : Aku punya argumentasi sendiri.
Foto tvN Foto tvN
Seorang perempuan masuk ke dalam mobil.
Itu kendaraan beroda empat Yeo Jin. Yeo Jin sudah menanti di dalam dan perempuan itu menyaksikan Yeo Jin tengah melamun.
“Kau memanggilku kemari dan pikiranmu di wilayah lain. Aku kalah dari Soo Hyun?” tanya perempuan itu.
Yeo Ji membisu saja, seakan membenarkan.
Wanita itu kesal.
“Hanya itu artiku bagimu?” tanya perempuan itu. Wanita itu mau turun dari mobil, tetapi ditahan Yeo Jin.
Foto tvN
Yeo Jin dongeng kalau beliau akan kehilangan pekerjaannya, itu sebabnya beliau banyak berpikir.
Wanita itu tanya, lantaran si brengsek itu?
“Aku lebih senang orang berambisi ketimbang yang yakin. Itu lebih manusiawi. Dengan begitu, saya sanggup berhenti menjadi orang dengan keyakinan.”
Foto tvN
Wanita itu turun dan menelepon seseorang.
“Hai, yeobo? Aku akan pergi setelah siaran berita. Baiklah.” ucap perempuan itu.
Pembicarannya dengan suaminya selesai.
Foto tvN
Wanita itu kemudian pergi ke BSN.
Di lobi, beliau papasan dengan Soo Hyun yang akan pergi. Mereka saling bertatapan dengan persepsi tidak suka.
Wanita itu kemudian berkata, kalau beliau menonton isu Soo Hyun.
“Bagaimana kalau kau dipecat?” tanya perempuan itu.
“Khawatirkan dirimu sendiri. Maksudku, selamatkan dirimu sebelum orang lain mengungkapnya.” jawab Soo Hyun, kemudian pergi.
Foto tvN
Soo Hyun ke mobilnya dan mendapatkan amplop merah yang diletakkan di wiper mobilnya.
Soo Hyun membacanya. Dia keluar, kemudian memerintahkan seseorang berjulukan Sung Hwan keluar.
Foto tvN
Sung Hwan keluar.
Sung Hwan : Pasti cuma saya yang mengirim bahaya kepadamu.
Soo Hyun : Jual saja ke perusahaan media lain. Mengerti?
Sung Hwan : Untuk apa saya menjualnya? Aku mesti menyiksamu hingga pekerjaanku kembali.
Soo Hyun : Lakukan sesukamu.
Foto tvN
Soo Hyun mau masuk ke mobilnya, tetapi dihalangi Sung Hwan.
Sung Hwan mencengkram tangan Soo Hyun, hingga tas dan… suatu kotak kecil milik Soo Hyun jatuh.
Sung Hwan : Apa lagi yang sanggup kulakukan semauku? Aku sudah menebus perbuatanku mengikuti selebritas 10 tahun!
Foto tvN
Sung Hwan menyerang Soo Hyun, tetapi Soo Hyun sukses menangkis dan menekan leher Sung Hwan ke beling mobilnya.
Soo Hyun : Kau menebusnya?
Sung Hwan : Itu cuma sekali. Itu kesalahan!
Soo Hyun : Maksudmu kau pernah tertangkap tangan sekali. Karena suap yang kau terima, seluruh tim mengeluarkan duit upahnya dan hidup beberapa orang hancur. Tapi apa?
Foto tvN Foto tvN
Soo Hyun kemudian mendorong Sung Hwan ke lantai.
Sung Hwan : Bagaimana denganmu? Berhentilah bersikap sok mulia. Apa bedanya kau denganku?
Soo Hyun : Bicara saja semaumu. Cobalah sesukamu. Kau tidak akan pernah kembali selama saya melakukan pekerjaan di industri ini.
Foto tvN
Soo Hyun mengambil rantang dan tasnya, kemudian beranjak pergi.
Sung Hwan kesal, Soo Hyun, dasar berengsek!
Foto tvN
Mobil Soo Hyun memasuki kediaman mewah.
Itu merupakan kediamannya, yang beliau tinggali bareng istrinya.
Foto tvN
Narasi Soo Hyun terdengar.
“Tempat sarat rahasia yang terkubur dan tidak ada kebenaran yang sanggup masuk. Sebuah wilayah yang sarat dengan kebohongan dan kemunafikan. Jika hidup memilikinya, mungkin batas-batas itu berada di sekeliling sana. Begitu kau melalui batas-batas itu, semua orang dirimu, kau tidak sanggup kembali…”
Di meja, terlihat beberapa penghargaan Soo Hyun selaku jurnalis terbaik di tahun 2007, juga tokoh media terbaik 2020 dari BSN News Night.
Foto tvN
Narasi Soo Hyun berlanjut.
“Itu sebabnya saya senantiasa takut. Aku tidak percaya dengan posisiku dan mesti terus mengamati. Namun, saya tidak tahu dikala itu bahwa saya sudah melalui batas sejak lama. Bahwa saya sudah hancur.”
Di meja, juga ada foto Soo Hyun bareng Eun Soo dan putra semata wayang mereka.
Foto tvN
Soo Hyun kemudian masuk ke ruangan Eun Soo dan mendapati Eun Soo tengah menghasilkan sesuatu.
Eun Soo menyaksikan Soo Hyun dan tersenyum.
Soo Hyun : Boleh saya masuk?
Eun Soo : Tentu saja.
Soo Hyun : Kau bergadang semalaman lagi lantaran program amal itu? Aku membelikan kesukaanmu.
Eun Soo : Pasti cuma saya yang tahu betapa manisnya dirimu.
Foto tvN
Eun Soo membuka kotak kecil putih dari Soo Hyun.
Ternyata isinya kue, tetapi kuenya sudah hancur.
Soo Hyun : Pasti bergeser di mobil. Kita buang saja.
Eun Soo : Kenapa saya mesti membuangnya? Yang penting niatnya.
Foto tvN
Eun Soo kemudian memandang Soo Hyun dalam-dalam.
Eun Soo : Harimu niscaya berat. Matamu terlihat lelah.
Soo Hyun : Baru saja membaik begitu melihatmu.
Eun Soo pun memeluk Soo Hyun.
Eun Soo : Suamiku yang malang tidak sanggup bertahan tanpaku.
Foto tvN
Soo Hyun kemudian mencium bibir Eun Soo.
Setelah itu, Soo Hyun mengajak Eun Soo ke kamar.
Eun Soo : Yeon Woo tidak ada di rumah.
Mendengar itu, Soo Hyun mengangkat badan Eun Soo ke atas meja dan lanjut menciumi Eun Soo.
Foto tvN
Ki Tae dan putra bungsunya, Seo Jung Wook, sedang menikmati makan malam.
Tapi situasi makan malam terasa kaku.
Jung Wook terlihat tidak menggemari perempuan yang melayani ayahnya.
Seorang perempuan muda yang cantik, terlihat melayani Ki Tae.
Soo Hyun dan Eun Soo bercinta di ranjang.

Wanita yang tadi menemui Yeo Jin, terlihat habis tabrak dengan suaminya.
Habis berkelahi, mereka malah berciuman.
Tanpa sadar, putri mereka yang sudah remaja, menyaksikan mereka, kemudian beliau beranjak pergi dengan tatapan kecewa.
Foto tvN Foto tvN
Soo Hyun terbangun. Diluar masih gelap.
Soo Hyun memandang Eun Soo yang tidur membelakanginya.
Setelah itu, beliau bangun dan beranjak keluar dan Eun Soo pun bangun begitu Soo Hyun keluar.
Foto tvN Foto tvN
Soo Hyun ke ruangan kerjanya dan membaca profil Seok Pil.
“Kim Seok Pil, 45 tahun. Bukjeong-dong dan Sinchang-dong. Memulai selaku tukang pukul pada tahun 1998.”
Soo Hyun kemudian mendapatkan dua notifikasi pesan gres dari e-mailnya.
“Pabrik Kimia Namyangju Woorim Blok B, pukul 11.00 pagi. Royal the Hill.” isi notifikasinya.
Foto tvN
Pagar kediaman glamor yang ditinggali Soo Hyun menutup dengan otomatis.
Lalu penyekat jalan timbul dari bawah tanah. Alarm berbunyi.
Soo Hyun tinggal di Royal the Hill.
Bersambung ke part 2…






























































