Tentangsinopsis.com – Sinopsis Snowdrop Episode 8, Cara pintas untuk memperoleh spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Untuk episode sebelumnya disini.

Chang Su secepatnya menuju rumah sakit menemui Yeong U. Dokter tersebut menerangkan terhadap Chang Su kalau ia gres menyediakan obat penenang terhadap Yeong U. Yeong U membuka matanya, dengan terbata-bata berkata saya berjanji terhadap Ibu akan melindungi Eun Young Ro, memerintahkan Chang Su mempertahankan Yeong Ro kemudian menutup matanya.
Gang Mu mengeluarkan pisau yang di ambilnya dari perlengkapan medis Chung Ya kemudian memotong ikatan lainya dan keluar dari kamar kawasan di kurung dengan mengendap-endap. Gang Mu bersembunyi di salah satu ruangan sehabis menyaksikan Gyeok Chang berpatroli dan ternyata ruangan tersebut sarat dengan alat komunikasi.

Soo Ho secepatnya mematikan TV yang sedang menayangkan keterangan ajal Yeong U kemudian berbalik, membelakangi Yeong Ro. Kakakku terbunuh, kakakku sudah meninggal tanya Yeong Ro kemudian menangis seraya menggelengkan kepalanya berkata tidak mungkin. Soo Ho mengejar-ngejar Yeong Ro yang berlari keluar dan menahan tangannya yang hendak menuruni tangga kemudian berkata itu berbahaya.
Yeong Ro menampar pipi dan memukuli dada Soo Ho seraya mengajukan pertanyaan kamu pemimpin dari orang-orang yang membunuh Eun Young U kemudian berkata beliau tidak mengerjakan apa pun sampai layak mendapatkannya, bawa beliau kembali, kembalikan dia. Soo Ho menggendong Yeong Ro yang pingsan membawanya ke klinik memerintahkan Chung Ya memeriksanya.

Soo Ho mematikan TV yang menayangkan keterangan tentangnya kemudian memerintahkan Gyeok Chan memasang jebakan di jendela kantin dan meletakkan bom tambahan, menginformasikan akan menekan tombolnya jikalau Chang Su menipunya lagi. Gang mu bersembnyi menyaksikan Gayeok Cham memasuki ruangan dan melihatnya yang sedang mengeluarkan tas berisi bom.
Soo Ho memerintahkan Gang Mu berbalik kemudian menemeriksa dan mengambil pisau di saku Gung Mo, membawanya keluar sehabis mengikatnya, berkata saya punya detonator di sakuku, jadi jangan macam-macam, memerintahkan Gang Mu kembali memasuki ruangan. Soo Ho menanyakan kondisi Yeong Ro terhadap Chung Ya. Chung Ya menjelaskannya kemudian memerintahkan mengikutinya.
Karena kamu berutang kebijaksanaan kepadanya, itu niscaya mengganggumu tetapi jangan biarkan perasaan pribadimu menghancurkan misi kita ucap Chung Ya. Soo Ho menginformasikan kalau ia tidak pernah punya perasaan pribadi kepadanya.


Chang Su terduduk di lantai seraya memandangi foto Yeong U, menyalahkan dirinya sendiri alasannya merupakan yang menjadikannya terbunuh. Saat kamu mengirimnya ke garis depan, kamu mengalami krisis alasannya merupakan UU Stabilisasi Kampus, kamu tidak memiliki pilihan selain itu, beliau memprotes pemerintah ucap Ae Ra, memerintahkan Chang Su mengontrol dirinya.
Yeong Ro membuka matanya ketika berimajinasi Yeong U menghilang ketika berada di makam ibunya. Chung Ya memerintahkan Yeong Ro mengontrol dirinya kemudian mengajukan pertanyaan kamu tidak ingat ketika kamu pingsan, tetapi Yeong Ro cuma membisu tidak menjawab dan kembali menangis seraya memegang dadanya. Chung Ya menenangkannya kemudian membuka kerah baju Yeong Ro dan menyaksikan kalung milik Soo Ho.
Soo Ho mematikan TV yang sedang memberitakan keterangan perihal Yeong U yang meneulis surat untuk Yeong Ro kemudian mendekati Yeong Ro yang menemuinya, menyuruhnya kembali kekamar. Yeong Ro cuma membisu kembali melangkah, berkata terhadap Soo Ho yang menahan tangannya, Keluarkan aku, saya ingin menyaksikan kakakku untuk kali terakhir. Soo Ho cuma membisu saja kemudain menjinjing Yeong R kembali ke kamar.
Soo Ho memasuki kamar 207 dan menyaksikan syal Yeong Ro yang di temukan dari Yeong U kemudian mengambilnya dan memberikannya terhadap Yeong Ro. Yeong Ro menyembunyikan parasnya di syal dan kembali menangis.

== 9 HARI SEBELUM PEMILU ==
Semua siswa menyantap makananya sehabis mengambil makanan. Seol Hui dan yang yang lain memerintahkan Yeong Ro makan, tetapi Yeong Ro cuma membisu saja. Man Dong melepaskan ikatan tali Gang Mu sehabis memperoleh ijin dari Eung Cheol kemudian makan bareng seraya bercerita perihal kehidupan Seung Hee dan Bu Sung yang meruapkan eksekutif asrama sebelumnya.

Ha Na kembali pergi keluar sehabis memperoleh klarifikasi dari Seung Jun perihal photo Lim Soo Ho dan enam jasus yang berjumlah tujuh dan menangkapnya. Ha Na memasuki ruangan Gyeong Hui tanpa mengetuk pintu da mengambil dokumen yang sedang di pegangnya kemudian berkata dengan berteriak beliau memegang detonatornya, jikalau beliau menekannya semua orang akan mati.
Jangan melawan arus alasannya merupakan kita mengerjakan yang ditugaskan tanpa ragu dan putri eksekutif ada di dalam sana, kamu pikir beliau akan mengerjakan sesuatu yang sanggup membunuhnya tanya Gyeong Hui kemudian menyruh Ha Na keluar.
Semua reporter yang berada di didalam ruangan memngambil gambar, Gyeong Hui yang sedang menerangkan perihal Soo Ho dan penyaderaan di universitas. Ha Na memasuki ruangan kemudian duduk di samping Sang Sik yang sedang makan seraya menyaksikan Gyeong Hui kemudian mengajukan pertanyaan mau menyelediki Kasus tanpa bukti besar lengan berkuasa tetapi dengan bukti tidak langsung. Situasi penyanderaan Hosu, tanpa sepengetahuan Ahn tanya Sang Sik dan di agguki oleh Ha Na.

Skema brutal dan ancaman dari rezim boneka ulang Chung Ya memalsukan ucapan Gyeong Hui dan mematikan TVnya. Mereka tahu kita cuma bertiga tetapi mereka menginformasikan kita bertujuh ucap Soo Ho kemudian mengajukan pertanyaan apakah mesti saya memercayai mereka dan mengikuti arahan dari partai. Aku percaya mereka cuma ingin menyingkir dari kesalahan bahwa mereka gagal menangkap tiga orang dengan ratusan serdadu ucap Chung Ya.
Menurutmu bagaimana mereka akan menyelesaikan penyanderaan ini tanya Soo Ho. Chung Ya memerintahkan Soo Ho membebaskan setengah sandera kemudian berkata mereka tak akan berkhasiat bagimu dan susah mengontrol semuanya. Aku akan membebaskan semua orang kecuali yang betul-betul kita perlukan ucap So Ho kemudain kembali menjinjing Chung Ya bergabung bareng yang lainnya.


Aku akan membebaskan 30 dari kalian hari ini ucap Soo Ho kemudian memerintahkan Seung Hee mengundang nama-namanya, setelahnya Seung Hee mengundang siswa. Soo Ho menelpon Tae Il menginformasikan kalau ia membebaskan 30 orang dan memerintahkan mengantarkan barang yang di minta kemudian mengucapkan barangnya.
Bun Ok pergi ke dapur untuk mengambilkan Seung Hee air panas. Saat mengolah masakan air panas, Bun Ok menyaksikan tas milik Soo Ha yang berada di lemari kemudian mengmabilnya dan menyaksikan duit dan senjata di dalamnya. Sang Beom tiba kemudian merebut tasnya dan mengambil uang, atu buah pistol, menaruhnya didalam bajunya.
Gyeok Chan tiba kemudian menghantam Sang Beom dan mengambil duit yang di curinya, kembali membanya ke kantin. Sang Beom bangun dengan menodongkan pistol di depan leher Gyeok Chan, memukau pelatukknya tetapi tidak sanggup dan ternyata pistol tersebut tidak ada pelurunya. Gyeok Chan mengambil pistolnya kemudian menghantam kepala Sang Beom menggunakan senapannya dan memukuli Man Dong alasannya merupakan menlidung Sang Beom, menghasilkan semua siswa berteriak ketakutan.
Dengan murka Gang Mu berteriak memerintahkan Gyeok Chan menghentikannya dan menemaknya. Gyeok Chan menurunkan senepannya dan berteriak dengan murka kemudian memandang Soo Ho dan Chung Ya. Soo HO memerintahkan Gyeok Chan mengurung Man Dong, Sang Beom dan Gang Mu di ruang ibadah. Setelahnya Gyeok Chan menjinjing ketigaya di ruang ibadah dan mengikatnya.

Setelah sukses melepaskan ikatan tali yang mengikatnya Gang Mu melepaskan ikatan Man Dong. Man Dong membuka pintu di ruang gereja, menyuruhnnya masuk seraya berkata jikalau kamu menuruni tangga, ada pintu keluar di basemen dua. Gang Mu serera menuruni tangga tersebut dan membuka pintu kembali berlangsung melalui lorong.
Sebelum membuka pintu, Gang Mu melepaskan benang jebakan Soo Ho kemudian keluar menginformasikan Tim kalau ia ketua tim Investigasi Antikomunis Satu dan memerintahkan Tim masuk kedalam. Tim mengabari orang-orang markas menginformasikan kalau Gang Mu gres saja keluar dan meminta kami ikut masuk. Suruh beliau masuk kini teriak Tae Il.
Karena Tim tidak mengikutinya masuk, Gang Mu kembali keluar menyurhnya maruk. Salah satu Tim menembakkan pistol keatas, memerintahkan Gang Mu masuk kembali. Gnag Mu masuk kembali kedalam sehabis para Tim SWAT menembakinya dan bersembunyi ketika menyaksikan Soo Ho dan Gyeok Chan tiba dan pergi kembali ke ruang komunikasi sehabis Soo Ho pergi.

Soo Ho secepatnya mengunci pintu dan kembali memasang jebakan, memerintahkan Gyeok Chan pergi ke ruang ibadah dan menyusulnya, memerintahkan Gyeok Chan memasuki ruangan sehabis pintunya di buka Man Dong. Gang Mu memutar percakapan Soo Ho dan Chung Ya lewat alat komunikasi yang sedang membicarakan Utara dan Selatan menghasilkan perjanjian rahasia dan ANSP tidak akan melukai kalian. Utara dan Selatan menghasilkan perjanjian untuk pemilihan, urusan Han I Seop serta penyanderaan ini juga tanya Gang Mu.
Tae Il memerintahkan Soo Ho memantau Gang Mu ketika menelponnya menanyakan baku tembak Tim SWAT, berkata bertahanlah 9 hari lagi dan kami akan mengirimmu kembali ke Utara tanpa ada yang tahu kemudian menutup panggilan telponnya. Mereka tak bertujuan menyelamatkan sandera tetapi cuma manfaatkanku para sandera dan jasus Utara demi penyeleksian presiden ucap Gang Mu.


Soo Ho memerintahkan Gyeok Chan pergi memantau sandera dan akan memantau Yeong Ro kemudian memerintahkan Yeong Ro mengikutinya sehabis meminta beristirahat dan kini sedang berada di dasalah satu kamar dan sedang mengubah perban di tangan Yeong Ro. Pesawat kertas yang kuterbangkan, kenapa ada padamu, apa kamu tiba ke asrama alasannya merupakan itu tanya Yeong Ro.
Aku menemukannya ketika dikejar dan turut berduka atas kakakmu ucap Soo Ho menginformasikan akan pergi 9 hari lagi alasannya merupakan tidak mau menyakiti semua orang di asrama ini. Yeong Ro bangun mendekati Soo HO dan memleuknya dari belakang. Soo Ho melepaskan pelukan Yeong Ro kemudian berbalik dan memeluk Yeong Ro. Dengan rahasia Yeong Ro mengambil Detonator berada di saku Soo Ho kemudian berkata jikalau tombolnya ditekan, asrama ini akan meledak.
BERSAMBUNG……
Sampai berjumpa lagi di Snowdrop Eps 9 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang saya tulis, salam A2One.