Secret Royal Inspector And Joy Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Royal Inspector and Joy Episode 15, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode sebelumnya disini ya.

foto:tvN

“Episode 15, Guijeong – Kembali ke jalan yang benar”

Kim Joy memamerkan barangnya terhadap orang teresebut sesudah mendapatkan bayarakannya kemudian mengajukan pertanyaan boleh saya memakai toiletmu. Kim Joy masuk kedalam sesudah di perbolehkan dan menyaksikan seorang pramusaji dan bawah umur yang sedang merobek buku, kemudian berkata dalam hati bukti yang ditemukan Tuan Yi Eon dengan mempertaruhkan nyawanya.

Kim Joy mengintip Park Seung, Do Soo yang sedang bercanda dan menyaksikan seorang pramusaji yang memamerkan kaos kaki yang di buatnya terhadap Park Seung. Park Seung mendapatkannya kemudian memakainya dan memasukkan kertas di kantong kaos kakinya. Kim Joy berlangsung mendekati Park Seung dan Do Soo yang tengah tidur kembali dikala tertangkap berair Do Soo yang hendak mengambil kertas tersebut.

foto:tvN

Kamu akan pergi ke Kementerian Kehakiman tanya Deok Bong terhadap Han Ki yang duduk di depannya. Itu yang dikehendaki Tae Seo si absurd dan yang sanggup kuharapkan yakni akreditasi kami menolong mengungkap kejahatan Park Seung, itulah penebusan terakhir kami ucap Han Ki kemudian pergi bareng Maeng Soo.

Deok Bong menemui Pengawal Putra Mahkota meminta maaf sebab tidak sanggup menjaga kawasan ini dan akan pergi, menyuruhnya memberitahu identitas penunjang selama ini.

Pendukung awalmu yakni mendiang Putra Mahkota jadi sejak itu, Tuan Ra Yi Eon yang sanggup dianggap kerabat angkat ia meneruskan kehendak ia dan terus mendukungmu jawab pengawal tersebut.

foto:tvN

Kim Joy kembali ke rumahnya, menginformasikan Bi Ryung bila kaus kaki yang di buatnya ternyata untuk Tuan Park Seung, melihanya memakai kaus kaki dan menenteng sesuatu yang seakan-akan surat. Itu niscaya sungguh penting bila dia membawanya di kaus kakinya ucap Gwang Soon.

Kim Joy mengambil sepatu milik Yong Gyun seraya kenapa satu belahan ini berbeda. Gwang Soon mengambilnya kemudian menyaksikan kertas yang terikat di sepatu dan membawacanya seraya berkata resep ramuannya, Ayahku meninggalkan resepnya selaku bukti untuk menunjukan bahwa Putra Mahkota diracuni.

foto:tvN
foto:tvN

Park Seung datang, melarang Do Soo yang hendak menyantap manisan menginformasikan bila ini mengandung aconitum dan menjadikannya khusus untuk diberikan terhadap Raja sebab sudah saatnya Raja bergabung dengan Putra Mahkota.

Yi Eon tiba dirumahnya kemudian mengolah masakan masakan dan memakannya. Deok Bong bangkit di depan rumah Yi Eon kemudian masuk kedalam dan menyaksikan Yi Eon sedang makan. Dengan verbal yang penuh, Yi Eon mengajukan pertanyaan ada yang sanggup kubantu. Ibu panggil Kim Joy setalah meliahat Deok Bong yang tiba bareng yang lainnya.

Pertemuan kita bukan kebetulan dan siapa pun di sini mesti membalas kemurahan hati Putra Mahkota untuk menghukum Park Seung sebab akar dari semua yang sudah terjadi ucap Yi Eon kemudian memerikan surat dari Tae Seo, kembali berkata Park Seung menulis ini untuk membungkam tabib bengkak itu wacana pembunuhan Putra Mahkota. Gwang Soon mengambil dan membacanya kemudian memamerkan kertas yang berisi resep ramuan terhadap Yi Eon.

Surat dengan cap Park Seung, daftar materi ramuan dengan cap tabib bisul, meski kita mesti menyaksikan apa dia menepati janjinya atau tidak tetapi dengan akreditasi Park Tae Seo ucap Yi Eon.

Deok Bong menginformasikan bila ia percaya dia akan melakukannya sebab menyaksikan mereka menjajal mengaku dikala di Pulau Ganghwa, Park Tae Seo, Ji Maeng Soo, dan Kang Han Gi sebaiknya sudah tiba di Hanyang sekarang.

Park Seug dan Do Soo sedang berada di pantai yang ialah miliknya. Jangan merasa bersalah ucap Maeng Soo terhadap Tae Seo dikala sedang berajalan bareng Han Ki. Tae Seo memerintahkan Han Ki dan Maeng Soo pergi lebih dahulu kemudian berlari memburu ibunya sesudah melihatnya dam mengatakan dengannya kemudian kembali pergi.

Do Soo tiba dan menusuk Tae Seo dari belakang memakai pisau kemudian kembali menusuknya dari depan menghasilkan Tae Seo terhatuh dengan mulutnya yang mengeluarkan darah.

Tae Seo terduduk di tanah kemudian mengundang Park Seung Ayah sedangkan Park Seung mengabaikannya dan menenteng pergi Do Soo pergi. Sementara di depan perajurit Park Seung sedang menyerang dan menghabisi Maeng Soo dan Han Ki. Ibu Tae Seo menangis dikala menyaksikan peristiwa tersebut.

foto:tvN

Ibu Tae Seo mencari Deok Bong di rumah Kim Joy kemudian masuk kedalam menginformasikan bila Pulau Ekor menjadi milik Park Seung. Bagaimana dengan anak-anak, Ba Hwe Dae Gi dan perempuan yang lain tanya Deok Bong. Dae Gi sukses lolos dengan bawah umur tetapi Ba Hwe meninggal jawab Ibu Tae Seo. Park Tae Seo dibunuh tanya Yi Eon dikala sedang berkumul bersama.

Dia sedang ke pelabuhan dengan kawannya untuk menyerahkan diri tetapi Park Seung dan putranya membunuh mereka dan dia menyaksikan kejadiannya ucap Deok Bong. Ibu Tae Seo menginformasikan bila Tae Seo yakni anak sahnya bukan Do Soo sebab ia menukar mereka dikala masih bayi dan akan melaksanakan apa pun untuk menyaksikan Park Seung mati. Aku bertekad menjatuhkan Park Seung, izinkan kami membantumu mudah-mudahan dia dieksekusi ucap Deok Bong dengan marah.

Tujuan kita sama yakni untuk menghukum Park Seung tetapi dia sukses menyingkir dari interogasi jadi tanpa akreditasi Park Tae Seo, bila kita mengincar dia cuma dengan catatan dan daftar materi ramuan tabib maka dia sanggup membalikkan kondisi ucap Yi Eon, setelahnya mereka semua menyiapkan seni administrasi yang hendak di lakukannya.

Kalau begitu, saya akan mencari cara untuk menemui Yang Mulia, bila kalian mendapatkan surat itu, saya akan memasuki istana dengan bukti yang kita miliki dan mendapatkan surat penangkapan Park Seung ucap Yi Eon. Jika kau sukses menangkapnya, kami akan menyusun planning untuk menjungkirbalikkan hidupnya ucap Deok Bong.

foto:tvN

Yi Eon dan yang yang lain sedang berlangsung untuk menjalakan rencananya. Yi Eon sedang menghasilkan injeolmi dengan di bantu Go Pal dan Yook Chil. Yi Eon memamerkan injeolmi yang di buatnya terhadap Tae Seon memerintahkan Raja menikmatinya bila menikmatinya dia akan memintanya lagi dikala itu saya akan mengantarnya secara pribadi.

Do Soo ketakutan dikala menyaksikan Yook Chil dan yang yang lain menyamar menjadi hantu, berlari menuju kamar Park Seung menginformasikan bila ia menyaksikan hantu kemudian pingsan dikala menyaksikan bayangan Yook Chil kembali menghasilkan Park Seung panik.

Kim Joy memamerkan baju terhadap salah satu pramusaji kemudian berkata mengenai Do Soo dan memperkenalkan Bi Ryung yang menjadi dukun dikala menyaksikan Park Seung keluar.

foto:tvN
foto:tvN

Ke esokan paginya Park Seung menenteng Do Soo menemui Bi Ryung. Kamu membunuh orang di mana-mana jadi, ada banyak hantu di tubuhmu ucap Bi Ryung sesudah mengawali ritualnya. Kim Joy dan Gwang Soon berakting berkata saya tidak sanggup melaksanakan perintahmu, saya sudah gagal.

Kamu bahkan tidak sanggup melaksanakan kiprah sederhana yang kuminta, beraninya kau menghasilkan Do Soo mengotori tangannya teriak Bi Ryung kemudian mengajukan pertanyaan Putra Mahkota, Yang Mulia sudah usang meninggal, mengapa Yang Mulia belum pergi. Membuat Park Seung ketakutan dan menyuruhnya diam.

Tae Seon menemui Yi Eon menginformasikan bila Yang Mulia meminta injeolmi-mu dan ingin kau tiba ke istana menenteng injeolmi-mu. Yi Eon menginformasikan Kim Joy bila tidak memiliki waktu setelahnya Kim Joy memerintahkan Bi Ryung mempercepatnya. Setelah sukses mengambil surat yang berada di dalam kaos kaki Park Seung, Kim Joy menemui Yi Eon memamerkan surat tersebut.

Sebagai ganti meracuni Putra Mahkota, Park Seung menggantikan Provinsi Chungcheong dengan izin Paduka Raja ucap Yi Eon sesudah membaca surat tersebut. Kamu akan baik-baik saja tanya Kim Joy. Aku akan menangkap Park Seung lebih dahulu dan akan mendapatkan surat perintah untuk menangkap Park Seung jawab Yi Eon.

foto:tvN

Dengan menenteng injeolmi, Yi Eon menemui Raja menginformasikan bila ia menyertakan materi herba terbaik, aconitum, ke dalam injeolmi. Raja mengeluarkan injeolmi yang di makannya dan menyingirkan wadah yang berisi injeolmi kemudian mengajukan pertanyaan berapa banyak yang kau tambahkan, kau menyertakan aconitum ke injeolmi yang dahulu kumakan.

Yi Eon cuma membisu kemudian memamerkan kertas berisi resep dan kertas milik Park Seung terhadap Raja seraya mengajukan pertanyaan bila Yang Mulia tidak memamerkan izin, mengapa Park Seung memiliki surat goresan pena tangan Yang Mulia dengan cap Yang Mulia. Aku tidak memberi izin tetapi Park Seung kalut Putra Mahkota terlalu terpelajar dan dia memerasku jawab Raja.

Jika Yang Mulia merasa menyesal atas kematian Putra Mahkota, mohon beri saya hak menangkap Park Seung untuk menghukumnya, dan mengambil kembali hak untuk memerintah Pulau Ganghwa ucap Yi Eon. Raja mengambil pedang dan menodongkannya di depan Yi Eon seraya berkata alih-alih itu, saya sanggup memberimu gelar yang megah.

Yi Eon menginformasikan yang di inginkannya yakni penghakiman yang adil bukan kekuasaan yang tidak adil. Aku akan memberimu hak untuk memerintah Pulau Ganghwa dan hak untuk menangkap Park Seung ucap Raja kemudian memerintahkan Yi Eon pergi.

foto:tvN
foto:tvN

Ayahku memerintahkan Tae Seo mencuri duit dan barang pajak atau upeti raja, untuk menutupinya, dia membunuh inspektur diam-diam dan meneror tabib bengkak itu, dia menyuruhnya memasukkan aconitum dalam obat untuk memperburuk kondisi Putra Mahkota dan mangkuk racun terakhir saya yang membawakannya ucap Do Soo dengan menangis ketakutan,

Yi Eon dan yang yang lain tiba menghasilkan Park Seung terkejut. Kalian semua dengar pengakuannya tanya Yi Eon dan di jawab Ya oleh siapa pun kemudian menenteng Park Seung di tepi tebing. Yi Eon tiba dan membuka epilog kepala Park Seung.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Secret Royal Inspector and Joy Eps 16 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang saya tulis, salam A2One.

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...