Secret Mother Eps 25 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 25 Part 1, Cara pintas untuk memperoleh spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini

Hari itu, telepon di meja Yoon Jin berbunyi. Yoon Jin menjawabnya, halo?

Terdengar bunyi wanita, yang meminta pertolongan. Tapi telepon itu kemudian terputus.

Kamera menyorot gagang telepon lazim yang terjuntai ke bawah.

Yoon Jin pergi ke ruang arsip RS.

Staf di sana menjelaskan, ada fungsi merekam otomatis yang terpasang di tiap telepon di rumah sakit. Sudah tersimpan di ponsel anda.

Staf mengembalikan ponsel Yoon Jin setelah menyimpan rekaman si penelpon tadi ke ponsel Yoon Jin.

Yoon Jin beranjak pergi.

Di ruangannya, Jae Yeol tengah menonton keterangan Hyeon Joo.

“Ada kendaraan beroda empat didapatkan di waduk di Namyangju tiga hari lalu. Ternyata itu kendaraan beroda empat pelaku problem tabrak lari yang terjadi nyaris setahun silam. Pelaku menabrak anak berusia enam tahun dan melarikan diri. Polisi tidak sanggup memperoleh bukti dan itu menyusahkan penyelidikan. Bukti paling penting kali ini ditemukan. Tapi pemilik kendaraan beroda empat menghilang sejak hari itu hingga sekarang. Menurut bukti dan situasi, beliau disangka bunuh diri sempurna setelah kejadian. Polisi menginformasikan tak punya pilihan selain menutup problem alasannya yakni mereka tidak sanggup mendapatkan kesaksian dari pelaku maupun korban.”

Yoon Jin juga tengah menonton keterangan itu di ruangannya.

Tentu saja beliau tidak percaya Hyeon Joo bundir.

Eun Young duduk di halte. Ponselnya kemudian berbunyi.

Dia menjawab.

Yoon Jin : Ini aku, Yoon Jin.

Bersamaan dengan itu, bus bandara lewat.

Yoon Jin : Kau di mana? Ada yang perlu kubicarakan.

Eun Young : Soal apa?

Yoon Jin : Kita bicara pribadi saja.

Eun Young pun menemui Yoon Jin di kafe.

Eun Young menyimak rekaman seseorang yang mengontak Yoon Jin, yang sudah tersimpan di ponsel Yoon Jin.

“Tolong aku. Kumohon tolong aku. Tolong aku.”

Yoon Jin berkata, itu berasal dari bilik telepon yang ada di pinggiran Gyeonggi-do.

Yoon Jin : Tidak ada keterangan lagi selain itu. Bagaimana menurutmu?

Eun Young mengembalikan ponsel Yoon Jin.

Eun Young : Entahlah. Aku tadi dalam perjalanan kembali usai menyelediki barang kakakku yang didapatkan di kendaraan beroda empat itu.

Yoon Jin : Kau tidak percaya Kim Hyeon Joo yang menelepon? Keyakinanmu tidak sekuat itu? Jasadnya belum ditemukan. Memang kamu tak ingin meyakini kakakmu mungkin saja masih hidup?

Eun Young : Mobilnya sudah didapatkan dan orang bilang beliau mungkin bunuh diri. Kenapa kamu menyampaikan bahwa kakakku yang menghubungimu?

Yoon Jin : Aku tidak memercayai ucapan orang.

Eun Young : Kau cuma tidak mau percaya. Itu alasannya yakni kamu ingin beliau tetap hidup dan mengeluarkan duit perbuatannya. Aku mesti pergi. Ada penerbangan yang mesti kukejar.

Eun Young bangun dari duduknya. Dia mau pergi namun ditahan oleh Yoon Jin.

Yoon Jin : Kini saya ingin tau soal peristiwa yang menimpa kakakmu hari itu. Aku pun ingin mencari tahu soal itu. Aku juga ingin tahu keterlibatan suamiku atas menghilangnya kakakmu.

Eun Young berbalik, memandang Yoon Jin.

Eun Young : Saat kuberi tahu soal ini, kamu tidak memercayaiku. Kau sudah memperoleh bukti? Kau yang bilang jangan menuduh seseorang tanpa bukti, bukan? Apa yang membuatmu secara tiba-tiba berubah pikiran?

Yoon Jin : Seperti katamu, saya tidak sanggup menyingkir dari kondisi cuma alasannya yakni takut. Meski saya menutup mata pun, kebenaran soal suamiku tidak sanggup disembunyikan.

Karena itulah, Eun Young sanggup kembali menjadi guru Min Joon. Jae Yeol terkejut menyaksikan Eun Young di rumahnya.

Yoon Jin bilang beliau butuh Eun Young alasannya yakni akan secepatnya kembali bekerja.

Jae Yeol yang tersudut, alhasil beranjak dengan wajah kesal.

Eun Young nampak sedikit tersenyum. Ada kepuasan di parasnya menyaksikan reaksi Jae Yeol tadi. Min Joon mendekati Eun Young. Dia mengajak Eun Young ke kamarnya.

Yoon Jin memerintahkan Eun Young ke kamar bareng Min Joon.

Eun Young mengerti dan mengajak Min Joon ke kamar.

Jae Yeol tiba di lantai, di depan ruang kerjanya.

Dia memandang Yoon Jin dengan tatapan marah, kemudian masuk ke ruang kerjanya.

Yoon Jin cuma diam, memandang Jae Yeol dengan tatapan kecewa.

Jae Yeol menenangkan dirinya. Yoon Jin menyusul Jae Yeol. Dia menginformasikan Jae Yeol bahwa Eun Young akan tinggal bareng mereka untuk sementara.

Yoon Jin : Tahan saja rasa tidak nyamanmu demi kebaikan Min Joon.

Jae Yeol : Menurutmu ini masuk akal? Menurutmu masuk nalar mempekerjakannya kembali? Kenapa mesti beliau yang menjadi guru privat Min Joon?

Yoon Jin : Aku sudah memaafkan kebohongannya soal latar belakang pendidikannya. Dia juga punya pengalaman mengasuh anak di Kanada. Dia cukup baik untuk menjadi guru privat Min Joon.

Lah Jae Yeol yang salah, beliau pula yang ngegas.

Jae Yeol : Yang kumaksud bukan kecakapannya!

Yoon Jin emosi, pelankan suaramu. Aku tidak akan berubah pikiran! Mulai sekarang, keputusan ada di tanganku. Aku juga melaksanakan ini demi kebaikanmu.

Yoon Jin beranjak ke pintu.

Jae Yeol : Aku sungguh ingin memperbaiki korelasi kita. Aku akan melaksanakan semua hal yang ingin kamu saya lakukan dan mengusahakan segala kemungkinan untuk permulaan yang baru. Tapi kamu menenteng Eun Young kembali ke tempat tinggal kita. Bagaimana saya sanggup menerimanya?

Yoon Jin kembali memandang Jae Yeol.

Yoon Jin : Jangan berupaya demi aku. Demi dirimu saja.

Yoon Jin beranjak keluar.

Jae Yeol yang kesal, melemparkan bunga yang dibawanya tadi ke pintu.

Eun Young mulai mengetes Min Joon. Dia memberi Min Joon soal persamaan, memakai smart board.

Eun Young : Mari lihat seberapa jauh pekembanganmu, Min Joon-ah.

Min Joon : Baik, saya yakin.

Min Joon selesai melaksanakan soal dari Eun Young.

Min Joon : Bagaimana menurut anda? Jawabanku benar, bukan?

Eun Young : Kau hebat. Lanjut ke pertanyaan berikutnya?

Min Joon : Baiklah.

Eun Young : Selesaikan soal dongeng ini sementara saya bicara dengan ibumu.

Eun Young beranjak keluar, mencari Yoon Jin namun malah berjumpa Jae Yeol yang gres turun ke bawah.

Jae Yeol memandang Eun Young sarat rasa benci, kemudian beranjak pergi.

Eun Young pergi ke dapur. Yoon Jin lagi masak.

Eun Young : Kau berupaya menghasilkan suamimu tidak tenteram dan mengusirnya dari rumah? Itukah alasanmu membawaku kembali kemari?

Yoon Jin : Kau benar. Aku memang ingin menjadikannya merasa tidak nyaman. Aku ingin beliau merasa tak ingin lagi hidup dalam ketidaknyamanan dan alhasil mengungkapkan rahasianya sendiri. Aku ingin memberinya satu potensi terakhir. Meski kamu berpikir saya memanfaatkanmu, ini tidak akan buruk bagimu. Entah kamu memperoleh kakakmu atau merusak suamiku, pada akhirnya, kamu akan memperoleh kebenarannya. Tapi jikalau kamu tidak suka, saya tidak akan menahanmu pergi.

Jae Yeol minum-minum di bar, sambil mikirin kata-kata Eun Young tadi di ruangannya.

Eun Young : Baik. Aku kalah. Bukti keterlibatanmu atas menghilangnya kakakku kini sudah hilang semua.

Lalu Jae Yeol ingat di saat Hyun Chul menyerahkan tas Eun Young kepadanya.

Flashback…

Hyun Chul berlari ke kendaraan beroda empat Jae Yeol. Jae Yeol menunggunya di tepi jalan, di bersahabat hotel. Hyun Chul menginformasikan Jae Yeol bahwa Eun Young jatuh dari atap.

Jae Yeol kaget, apa?

Hyun Chul panic, beliau mungkin sudah tewas.

Jae Yeol lantas meyakinkan Hyun Chul bahwa beliau akan mengelola sisanya. Dia meminta Hyun Chul mempertimbangkan keamanan Ye Eun saja.

Hyun Chul mengerti. Jae Yeol mengambil tas Eun Young dari Hyun Chul. Dia memeriksanya dan memperoleh flashdisk Eun Young.

Flashback end…

Jae Yeol : Apakah beliau kembali untuk mengambil itu kembali?

Yoon Jin tengah belajar, di saat beliau mendengar bunyi Jae Yeol pulang.

Eun Young tengah minum di dapur. Jae Yeol pulang2, pribadi menawan Eun Young ke ruang cuci.

Jae Yeol marah, kamu sudah gila? Berani sekali kamu kembali kemari?

Eun Young : Tidakkah menurutmu ini langkah-langkah ceroboh? Aku sanggup teriak di sekarang ini juga.

Jae Yeol : Apa tujuanmu? Kau bilang apa terhadap istriku hingga sanggup kembali kemari?

Eun Young : Aku bilang tidak akan pergi hingga memperoleh kakakku.

Jae Yeol : Kau belum dengar soal bunuh diri kakakmu? Kau sudah membaca artikelnya.

Eun Young : Kita belum mengenali goresan pena itu benar adanya atau bunuh diri itu direkayasa.

Jae Yeol kian pusing, Kim Eun Young-ssi. Kau semestinya tidak berada di sini sekarang. Kumohon pergilah diam-diam.

Eun Young : Jika kamu ingin saya meninggalkan wilayah ini secepat mungkin, peroleh bukti nyata bahwa kakakku benar bunuh diri dan tunjukkan kepadaku.

Jae Yeol gedek dan beranjak keluar. Diluar, beliau ngeliat Yoon Jin lagi minum. Jae Yeol memandang kesal Yoon Jin, kemudian beranjak pergi.

Eun Young keluar.

Eun Young : Jangan cemas. Aku sudah menerka ini sanggup terjadi.

Hwa Sook dan Hye Kyung menyarankan Ji Ae untuk bercerai.

Ji Ae kaget, pengacara perceraian?

Hwa Sook : Aku sendiri juga berkonsultasi dengan pengacara itu. Dia sungguh rasional dan damai menghadapi hal sulit. Dia pengacara hebat. Ingin kutemani ke kantornya sore ini?

Hye Kyung : Bukankah lebih baik mempersiapkannya dahulu?

Ji Ae tertawa, saya tidak percaya kamu menyarankanku bercerai. Dari permulaan semestinya kita sudah saling terbuka.

Lalu Yoon Jin tiba bareng Eun Young. Semua bahagia menyaksikan mereka.

Hwa Sook : Omo, Lisa!

Hye Kyung : Kim Sonsaeng, sudah usang sekali. Kau baik-baik saja sekarang?

Hwa Sook : Senang sekali menyaksikan kalian lagi menyerupai ini.

Eun Young : Senang menyaksikan kalian juga.

Eun Young dan Yoon Jin duduk.

Hwa Sook : Kau mengajar Min Joon lagi?

Yoon Jin : Aku sudah kembali bekerja. Aku membawanya hari ini kemari alasannya yakni kalian semua mencemaskannya, dan beliau juga ingin menemui kalian.

Hwa Sook : Kau sudah mengalami banyak duduk problem selama ini.

Eun Young : Keadaanku baik sekarang.

Hwa Sook : sempat rehat melakukan pekerjaan demi pendidikan Min Joon. Kenapa tentukan kembali melakukan pekerjaan secepat ini?

Yoon Jin : Selama ini saya konsentrasi pada pendidikan Min Joon, namun bukan itu alasanku mengambil cuti. Usai kehilangan adik Min Joon dalam kecelakaan, kukira saya butuh sesuatu yang sanggup membantuku tetap fokus, jadi, saya mencurahkan perhatian pada pendidikan putraku.

Hwa Sook, Hye Kyung dan Ji Ae terkejut mendengarnya.

Yoon Jin : Tapi sekarang, saya tentukan untuk tidak bersembunyi lagi.

Hye Kyung : Ternyata itu alasanmu sungguh konsentrasi terhadap Min Joon. Aku mengerti perasaanmu.

Hwa Sook : Pasti sulit. Bagaimana kamu sanggup hidup dengan semua beban itu di hatimu?

Ji Ae : Kami tidak tahu. Itulah argumentasi kami salah memahamimu di saat kali pertama kamu pindah kemari.

Yoon Jin : Meski begitu, kalian sudah sungguh membantuku.

Yoon Jin kemudian melirik jamnya dan berkata beliau mesti pergi sekarang.

Eun Young : Jangan cemaskan kami dan pergilah.

Yoon Jin pergi.

Hwa Sook tanya apa Eun Young tahu soal Min Ji.

Eun Young mengiyakan.

Ji Ae : Kelihatannya memang tidak ada yang salah dengan keluarganya.

Hye Kyung : Setiap keluarga memiliki masalahnya sendiri. Kau sungguh baik-baik saja sekarang?

Eun Young : Kudengar kalian semua mencemaskanku.

Hye Kyung : Maaf soal peristiwa tempo hari. Kukira kamu yang mengantarkan foto-foto itu.

Cuma Hwa Sook yang gak tahu foto apa.

Eun Young menyelamatkan Hye Kyung sekali lagi.

Eun Young : Bu Kang risau soal sesuatu. Bukan apa-apa.

Hye Kyung : Aku sungguh salah menilaimu.

Ji Ae : Maafkan saya juga. Maksudku saya memojokkanmu dengan agresif alasannya yakni merasa bersalah. Aku bahagia kita sudah meluruskan semuanya. Beri tahu saya jikalau ada yang mengganggumu. Keadaanku juga tidak terlampau baik, namun saya akan membantu.

Hwa Sook : Ya, kudengar kamu mencari kakakmu. Beri tahu saja jikalau kami sanggup membantu. Setidaknya kami sanggup menolong mempertahankan Min Joon.

Eun Young : Terima kasih, Semuanya.

Jung Hwan yang masih dalam masa skors, belakang layar menyelediki problem Min Ji, Hyun Chul, Eun Young.

Dia di depan kantor polisi, menanti di mobil. Lalu Chi Yeol tiba dan memberikannya riwayat panggilan Hyun Chul.

Chi Yeol : Seringnya beliau mengontak rumah sakit atau perawat, namun ada nomor telepon lain yang sering beliau hubungi seminggu sebelum jatuhnya Kim Eun Young. Mereka juga bicara selama sejam sebelum beliau ditahan.

Jung Wan : Sudah periksa nomor ini?

Chi Yeol : Aku tidak sanggup memeriksanya. Sudah kutanyakan ke semua perusahaan telekomunikasi, namun saya tidak sanggup memperoleh namanya. Kita sanggup memperoleh nama Tionghoa jikalau ini ponsel sekali pakai, namun tetap saja tidak sanggup memperoleh nama siapa pun. Perusahaan telekomunikasi juga bingung. Itu juga nomor pribadi. Tidak sanggup dilacak.

Jung Wan : Bagaimana dengan ponsel Kang?

Chi Yeol : Kami tidak sanggup menemukannya. Perawat putrinya menyampaikan ada perempuan yang tiba tidak usang usai kecelakaan Kang dan menggeledah semua barangnya di ruangan itu. Mungkin beliau yang mengambil ponselnya.

Jung Wan : Tampaknya beliau tak punya anggota keluarga. Akan kuperiksa.

Chi Yeol : Kau tahu, saya sanggup melaksanakan apa pun untukmu. Seharusnya saya yang dihukum.

Chi Yeol pun turun dan pergi.

Ponsel Jung Wan berdering.

Jung Wan : Ya?

Bersambung ke part 2….

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...