Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 13 Part 1, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.
Foto SBS
Yoon Jin menemui Hyun Chul sendirian. Hyun Chul bilang, entah apa yang diberikannya akan memberi isyarat atau tidak, namun ia memungut barang itu di kawasan Min Ji kecelakaan pada hari itu.
Yoon Jin terkejut. Hyun Chul melemparkan tas kecilnya ke Yoon Jin.
Hyun Chul : Semoga kamu menemukannya. Meski saya memang tidak berhak berkata begitu. Maaf.
Hyun Chul mengambil amplop di tas Yoon Jin dan eksklusif pergi.
Foto SBS
Bersamaan dengan itu, Jung Wan tiba sambil berlari dan menabrak Hyun Chul.
Sontak, duit yang di amplop beserakan keluar.
Begitu menyaksikan duit itu, Jung Wan pun sadar siapa yang ditabraknya.
Hyun Cheol terkejut menyaksikan yang ditabraknya Jung Wan.
Hyun Cheol menggerutu, sial! Hyun Cheol pun kabur.
Foto SBS
Jung Wan eksklusif mengejar-ngejar Hyun Cheol.
Hyun Cheol menaiki keretanya. Dia bergegas, melajukan keretanya. Tapi ia nyaris ditabrak oleh kendaraan beroda empat yang tiba-tiba datang. Ternyata kendaraan beroda empat Chi Yeol.
Jung Wan memerintahkan Chi Yeol mengikuti Hyun Cheol.
Foto SBS Foto SBS Foto SBS
Yoon Jin menyaksikan isi tas yang diberikan Hyun Chul.
Dia terkejut, isinya sepatu wanita.
Ponsel Yoon Jin berbunyi. Telepon dari Jung Wan.
Foto SBS
Yoon Jin pun lari menghampiri Jung Wan.
Yoon Jin : Kau mengenal lelaki yang barusan ada di sini?
Jung Wan : Dia saksi, bukan?
Yoon Jin mengangguk.
Jung Wan : Sudah kuduga niscaya bangsat itu.
Yoon Jin : Kau sudah tahu?
Foto SBS Foto SBS
Jung Wan : Aku melalui lokasi kecelakaan itu tahun kemudian sebab Kang Hyun Chul. Ada laporan pencurian kendaraan beroda empat dan saya mengejarnya.
Yoon Jin : Kau juga menerka ia saksi? Dia niscaya menyaksikan seseorang.
Jung Wan : Dia sedang diburu, akan sulit mendapat kesaksiannya hingga ia ditahan.
Jung Wan kemudian tanya, apa Yoon Jin mendapat bukti dari Hyun Chul.
Yoon Jin terdiam.
Foto SBS
Jung Wan dihubungi Chi Yeol.
Jung Wan : Ada apa? Kau menangkapnya?
Chi Yeol : Dia menghilang. Mobil patroli di Jembatan Yeongdong mulai melacaknya. Mereka bergerak ke arah kami.
Jung Wan : Baik, terus kabari aku.
Yoon Jin lantas pamit. Jung Wan tanya, apa Yoon Jin percaya sanggup menyetir sendiri. Yoon Jin mengangguk, kemudian pergi.
Foto SBS Foto SBS
Setelah Yoon Jin pergi, Jung Wan juga pergi namun kemudian ia menyaksikan Eun Young bangun di tepi jalan.
Jung Wan ingat CV Eun Young. Jung Wan kemudian menyaksikan Eun Young menaiki taksi.
Jung Wan pun bergegas mengikuti Eun Young.
Foto SBS
Yoon Jin pulang. Min Joon eksklusif memeluk Yoon Jin. Di sana juga ada Joo Hee dan Direktur Park.
Min Joon : Ibu baik-baik saja.
Jae Yeol : Kau dari mana saja? Kami sungguh mencemaskanmu.
Yoon Jin : Sayang, ada yang mesti kukatakan.
Direktur Park dengan nada kesal, memerintahkan Joo Hee menenteng Min Joon ke kamar.
Joo Hee yang paham ibunya marah, menegur ibunya.
Joo Hee : Eomma.
Direktur Park : Jika tidak hari ini, ibu tidak akan punya waktu lagi untuk bicara.
Joo Hee menenteng Min Joon ke kamar.
Foto SBS Foto SBS
Direktur Park memarahi Yoon Jin.
Direktur Park : Kau masih menerka pasien yang kamu rawat hari itu menculik Min Ji? Katakan yang sejujurnya. Yoon Jin-ah, kamu menjalankan apa kepadanya di hari itu hingga masih mencurigainya hingga sekarang?
Yoon Jin : Ibu, maafkan aku. Nanti akan kujelaskan.
Foto SBS
Direktur Park : Kau tahu yang dibicarakan orang di rumah sakit? Sudah setahun kamu tidak menampilkan wajahmu di rumah sakit. Mereka pikir itu sebab kamu abnormal usai kehilangan anakmu. Dia terbunuh dalam kecelakaan sabung lari. Kenapa kamu mesti menyimak hal-hal semacam itu?
Jae Yeol : Ibu, kita bicara nanti.
Jae Yeol menenteng Yoon Jin ke kamar.
Foto SBS
Sampai di kamar, Yoon Jin menampilkan sepatu itu ke Jae Yeol.
Jae Yeol : Apa ini?
Yoon Jin : Ini menjelaskan bahwa perempuan yang menculik putri kita yakni pasien itu.
Jae Yeol terkejut.
Yoon Jin : Sudah niscaya ia yang menculiknya. Aku mesti menerima Kim Eun Young.
Jae Yeol : Dari mana kamu mendapat ini?
Foto SBS Foto SBS
Yoon Jin : Dari saksi.
Jae Yeol terkejut ada saksi.
Yoon Jin : Tadinya saya enggan memberitahumu, namun saya dihubungi dan sudah pernah menemuinya sekali. Dia hanya bilang pelaku sabung lari yakni seorang wanita, namun kali ini, ia memberiku bukti ini.
Jae Yeol : Siapa lelaki ini? Kau punya nomor kontaknya?
Yoon Jin : Dia menghubungiku dari telepon umum. Dia sedang diburu. Aku mengetahuinya dari Detektif Ha.
Jae Yeol : Detektif Ha? Ha Jung Wan? Kau habis bareng Letnan Ha?
Yoon Jin : Keadaannya terjadi menyerupai itu. Detektif Ha selama ini mengejar-ngejar si saksi. Kita mesti menyelediki identitasnya dahulu.
Foto SBS
Jae Yeol eksklusif mengambil jasnya.
Jae Yeol : Aku akan ke kantor polisi dan bicara dengan Letnan Ha.
Yoon Jin : Kita mesti menegaskan apakah sepatu hak itu memang milik pasien. Aku mesti menelusuri rekaman video di rumah sakit.
Jae Yeol : Jangan terlalu cemas.
Foto SBS
Eun Young turun dari taksi. Dia sempat berhenti melangkah sejenak di saat seseorang memanggilnya dengan nama Eun Young. Tapi kemudian, ia meneruskan langkahnya. Tapi langkahnya dihalangi seseorang. Ternyata Jung Wan. Jung Wan menampilkan CV Eun Young selaku Lisa di ponselnya.
Eun Young terkejut. Jung Wan meminta kartu identitas Eun Young.
Eun Young : Siapa kau?
Jung Wan menampilkan tanda pengenalnya selaku detektif, sambil mengenalkan dirinya yakni detektif divisi pembunuhan dari Kepolisian Gangnam.
Eun Young bengong mengenali itu.
Foto SBS Foto SBS
Lalu Mi Seon tiba menyelamatkan Eun Young.
Mi Seon : Eun Young-ah, ada apa? Dia ingin bersenang-senang?
Eun Young eksklusif percaya diri, saya tidak yakin.
Mi Seon merangkul lengan Jung Wan.
“Hei tidak perlu memasang ekspresi datar menyerupai itu.” ucapnya ke Jung Wan.
Lalu Mi Seon memperingatkan Eun Young untuk tidak merayu polisi.
Mi Seon menggandeng Eun Young. Eun Young tersenyum pada Jung Wan, sambil beranjak masuk ke Kafe Blue Moon.
Foto SBS Foto SBS
Mi Seon : Kau mendapat urusan selagi mencari Hyeon Joo? Kenapa ada polisi mengejarmu?
Eun Young menampilkan sepatu itu ke Mi Seon.
Eun Young : Omong-omong, apakah ini milik Kak Hyeon Joo?
Mi Seon : Ini sepatu hak dengan hiasan. Hyeon Joo menyukainya. Tapi kenapa kotor sekali?
Eun Young : Maksudmu dulu ini milik Kak Hyeon Joo?
Mi Seon : Di mana kamu menemukannya? Kenapa kotor sekali?
Eun Young : Sepatu ini dikubur di vila seseorang.
Mi Seon : Mustahil. Aku percaya banyak orang yang memiliki sepatu menyerupai ini. Belum pasti ini miliknya.
Eun Young : Aku juga berharap firasatku salah.
Foto SBS Foto SBS
Jung Wan gres kembali ke kantornya, namun ia eksklusif dihampiri Jae Yeol yang juga gres datang.
Jae Yeol : Kudengar saksi ini buronan. Kau tahu anggapan keberadaannya?
Jung Wan : Aku meminta tim patroli terdekat untuk mengejarnya. Tapi mereka kehilangan jejak.
Jae Yeol : Kau mengejarnya usai mengenali ia saksi kecelakaan putriku?
Jung Wan : Dia berada di sekeliling TKP dikala dalam pelarian. Aku terbuka untuk semua kemungkinan.
Jae Yeol : Tapi kita sanggup terus mencarinya sebab sudah tahu. Kudengar dikala itu kamu bareng istriku di TKP.
Jung Wan : Aku menghubunginya untuk mengajukan pertanyaan beberapa hal soal Kim Eun Young. Tapi kemudian ia membahas soal seorang saksi.
Jae Yeol : Mulai sekarang, eksklusif kabari saya jikalau hal menyerupai ini terjadi lagi.
Foto SBS
Jae Yeol hendak masuk, namun Jung Wan mengajukan pertanyaan bukti apa yang diberikan Hyun Chul ke Yoon Jin.
Jung Wan : Tampaknya ia mendapat sesuatu dikala mereka bertemu.
Jae Yeol : Benda yang Kang Hyun Chul peroleh di TKP. Tapi kita mesti menghimpun kesaksian lagi. Setidaknya kita memerlukan saksi untuk membandingkan bukti.
Jung Wan : Akan kupanggil saksi begitu menerima Kim Eun Young.
Jae Yeol : Kau belum mengenali keberadaannya?
Jung Wan : Aku akan secepatnya mengetahuinya.
Jae Yeol : Kirimkan dokumen terkait saksi kini juga.
Foto SBS
Jung Wan mengerti. Jae Yeol masuk ke dalam. Bersamaan dengan itu, Kepala Tim keluar sambil ngedumel di telepon. Dia terkejut menyaksikan Jae Yeol.
Jung Wan ikut masuk.
Kepala Tim menghentikan Jung Wan.
Kepala Tim : Sedang apa Pak Kepala di sini?
Foto SBS Foto SBS
Di ruangannya, Jae Yeol bingung menimbang-nimbang perihal saksi kecelakaan putrinya.
Tak lama, Kepala Tim tiba membawakan Jae Yeol berkas saksi.
Kepala Tim : Anda niscaya sungguh cemas.
Jae Yeol : Aku ingin kamu menahan Kang Hyun Chul secepat mungkin.
Kepala Tim bilang Jung Wan sedang berupaya menerima Hyun Chul.
Jae Yeol : Aku sudah memintanya mencari saksi terkait kecelakaan itu. Jadi, saya ingin kamu yang memimpin proses penahanannya.
Kepala Tim : Anda ingin saya yang memimpin?
Jae Yeol : Aku ingin kamu menemukannya sebelum saksi memberi kesaksian.
Foto SBS
Kepala Tim memahami dan beranjak pergi.
Jae Yeol kembali menyaksikan berkas yang dibawakan Kepala Tim.
*Berkas Hyun Chul? Apa berkas Eun Young ya? Atau keduanya?
Foto SBS
Di rumahnya, Eun Young kembali memandang foto sang kakak, sambil teringat dongeng Yoon Jin perihal kakaknya penculik Min Ji.
Eun Young kemudian masuk ke kamarnya dan menyelediki dus yang isinya barang2 sang kakak.
Eun Young mengambil tanda terima perbaikan.
Lalu ia mencocokkan nomor seri sepatu yang ia peroleh di vila Yoon Jin dengan nomor seri sepatu yang tertera di tanda terima perbaikan.
Foto SBS Foto SBS
Yoon Jin sendiri di perpustakannya, tengah memandang sepatu Hyeon Joo.
Dia teringat kata-kata Hyun Chul dikala menampilkan sepatu itu padanya.
Hyun Chul : Aku memungutnya di kawasan putrimu ditemukan. Semoga kamu menemukannya.
Yoon Jin lantas menyimpan sepatu itu di lacinya.
Ponselnya berbunyi.
Telepon dari Jung Wan.
Foto SBS
Ji Ae menemani putrinya belajar.
Chae Rin kemudian dongeng perihal Soo Min yang masuk kelas berguru karakter Mandarin yang lebih tinggi.
Ji Ae menghibur Chae Rin dengan memuji Chae Rin. Dia bilang Chae Rin juga pintar.
Ji ae : Apakah menurutmu kamu sanggup berhenti berguru di kawasan les matematika? Ibu dengar anak lain kesusahan sebab mereka mengikuti banyak pelajaran di banyak kawasan les. Tapi kamu sudah cukup pintar.
Chae Rin : Tapi saya ingin lebih baik. Aku juga ingin berguru menulis karakter Mandarin. Semua anak pintar berguru di kawasan les itu. Jika sanggup berguru di sana, saya akan merasa bangga. Aku ingin mengikuti cobaan masuk kawasan les itu. Kapan saya sanggup mulai les privat?
Ji Ae : Apakah kamu sungguh-sungguh ingin?
Chae Rin : Kenapa? Tidak boleh?
Ji Ae : Tentu saja boleh. Ibu akan mengizinkanmu menjalankan semua yang kamu mau. Aku ibumu.
Foto SBS
Sekarang, Ji Ae bengong di depan meja riasnya.
Tak usang kemudian, ia membuka laci meja riasnya dan mengambil kartu bisnis Mi Seon.
Cukup usang ia memandang kartu usang Mi Seon sembari berfikir. Sepertinya Ji Ae menentukan kembali melakukan pekerjaan selaku perempuan penghibur demi ongkos les Chae Rin.
Foto SBS Foto SBS
Hye Kyung keluar dari rumahnya. Dia bangun di teras, menghirup udara.
Lalu ia melirik ke tempat tinggal Sung Hwan yang berada sempurna di sebelah rumahnya.
Dan ia teringat kata-kata Sung Hwan yang tak sanggup menemui Soo Min malam ini sebab ada reuni alumni SMA.
Hye Kyung kesal, kemarin kumpul dengan anggota klub. Hari ini ada reuni alumni SMA. Besok ia pergi mendaki gunung.
Hye Kyung hendak masuk. Tapi dikala menoleh ke kiri, ia menyaksikan Sung Hwan lagi ciuman sama perempuan di dalam mobil.
Sontak lah Hye Kyung terkejut dan eksklusif turun. Dia mau melabrak namun gak jadi gara-gara keinget ciuman ia sama Tae Hwan.
Foto SBS Foto SBS
Hye Kyung mau masuk ke rumahnya namun ia dikejar Sung Hwan.
Sung Hwan : Yeobo, yang kamu lihat barusan salah paham. Dia tadi menungguku di depan dan tiba-tiba masuk mobil…
Hye Kyung : Lupakan saja.
Sung Hwan : Kumohon jangan salah sangka menyerupai tempo hari. Ini tidak menyerupai yang kamu pikirkan.
Hye Kyung : Setidaknya usahakan mudah-mudahan tidak ketahuan. Ketahuan menduakan itu lebih buruk daripada selingkuh.
Foto SBS
Selingkuhan Sung Hwan turun dari mobil.
Hye Kyung berlari meninggalkan mereka.
Sung Hwan memarahi selingkuhannya.
“Aku sudah melarangmu ke rumahku.”
“Baiklah. Kurasa sekian untuk hari ini.”
“Hei, sudah cukup. Yang benar saja.”
“Kau tahu? Begitu saya berkata jujur, hidupmu akan hancur.”
Foto SBS
Si selingkuhan pergi.
Sung Hwan kesal.
Sung Hwan menjangkau ponsean suara.dalam saku jasnya dan menghentikan rekaman suara.
Foto SBS
Hye Kyung menenangkan dirinya di taman.
Hye Kyung : Aku niscaya sudah gila. Aku niscaya sudah hilang akal. Aku tidak berhak menyampaikan apa pun.
Tapi si pelakor datang.
“Jika memang sungguh menderita, kenapa tidak minta bercerai? Kenapa menjaga ijab kabul padahal sudah tinggal terpisah? Kudengar sudah setahun kalian mulai tinggal terpisah. Kenapa tidak menyerahkan ia kepadaku saja? Kau tidak kasihan ia mesti tinggal sendirian? Kenapa tidak menceraikannya? Zaman sekarang, perceraian itu bukan urusan besar.”
Foto SBS
Tae Hwan tiba-tiba tiba dan melabrak si pelakor.
Tae Hwan : Pikirmu kamu siapa sanggup bicara begitu kepadanya? Mulutmu ingin kujahit?
Si pelakor pun menentukan pergi.
Foto SBS Foto SBS
Tae Hwan mendekati Hye Kyung.
Tae Hwan : Kenapa kamu tidak sanggup membantahnya?
Hye Kyung : Jangan ikuti aku. Nanti ada yang mengambil foto kita lagi.
Tae Hwan : Peduli amat. Tidak sengaja berjumpa di taman bukan kejahatan. Dari yang kudengar, suamimu yang menjalankan kesalahan.
Hye Kyung : Kirimi saja saya pesan jikalau kamu butuh duit lebih.
Hye Kyung mau pergi namun ditahan Tae Hwan.
Tae Hwan meletakkan tisu di genggaman Hye Kyung.
Foto SBS Foto SBS
Setelah itu Tae Hwan pergi.
Hye Kyung terdiam, memandang tisu dari Tae Hwan, dengan sorot mata pilu.
Bersambung ke part 2….
















































