Secret Mother Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 7 Part 1, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Yoon Jin memandang Eun Young dengan tatapan marah. Eun Young pun galau gimana mesti jelasinnya. Pada akhirnya, ia mau menjelaskannya kenapa ia dan Min Joon ada di bioskop namun Yoon Jin tidak ingin mendengar dan menjinjing Min Joon pergi.

Eun Young mengejar mereka. Eun Young mengajak Yoon Jin bicara. Dia bilang ia tak tahu soal musikal atau kecelakaan itu. Yoon Jin berbalik, memandang Eun Young masih dengan tatapan sama. Dia bilang, bahwa hari ini Min Joon akan menghadiri konferensi keluarga jadi ia akan menjinjing Min Joon. Yoon Jin pun pergi.

Eun Young heran, kenapa ia sungguh tenang?

Eun Young ke tempat tinggal Yoon Jin. Dia terkejut menyaksikan tasnya ada di depan pintu. Eun Young pun mengetuk pintu. Tak usang kemudian, pintunya dibuka oleh Min Joon. Min Joon nanyain bonekanya.

Eun Young bilang ada di tasnya. Tapi begitu ia membuka tasnya, mereka terkejut bonekanya hilang.

Yoon Jin keluar dan memerintahkan Min Joon bergegas.

Yoon Jin : Ayah sudah menunggumu. Kau mesti berangkat.

Yoon Jin kemudian menampilkan Eun Young duit selaku bayaran atas perjuangan Eun Young.

Yoon Jin dan Min Joon masuk ke mobil. Eun Young hanya sanggup menghela nafas. Tapi pas mau pergi, ia menyaksikan indera pendengaran boneka yang menjulur keluar dari kantong sampah.

Sontak lah Eun Young pribadi menghentikan kendaraan beroda empat Yoon Jin. Yoon Jin dan Min Joon terkejut Eun Young tiba-tiba timbul di depan kendaraan beroda empat mereka. Min Joon kemudian menyaksikan bonekanya ada di kantong sampah yang dibawa Eun Young.

Min Joon pun turun dan mengambil bonekanya.

Tangis Min Joon pecah.

Yoon Jin berupaya membujuk Min Joon mudah-mudahan melepas boneka itu.

Yoon Jin : Itu bukan milikmu. Ibu hendak membuangnya…

Min Joon marah, teganya ibu mencampakkan ini. Jika ibu mencampakkan ini, bagaimana saya sanggup mengingat Min Ji? Jika ini hilang, bagaimana kalau saya betul-betul melalaikan dia? Lantas saya mesti bagaimana, Bu? Min Ji akan sungguh kecewa!

Yoon Jin tetap mengambil boneka itu.

Min Joon merajuk dan lari ke rumah.

Yoon Jin mau menyusul Min Joon namun dihalangi Eun Young.

Eun Young : Biarkan ia menangis. Karena kamu tidak sanggup menangis, bukan memiliki arti ia tidak boleh.

Yoon Jin marah, kamu mencari tahu soal saya dan keluargaku mudah-mudahan sanggup menyampaikan ini? Selebaran soal kecelakaan itu. Kenapa ada di tasmu? Bagaimana dengan boneka itu?

Eun Young pun berkata bahwa ia ingin tau soal rasa sakit yang dipendam muridnya.

Lah Yoon Jin kian marah, saya tidak mencari orang untuk memanjakan putraku. Aku mencari guru bukan untuk menyebarkan perasaan. Aku tidak perlu mengatakannya lagi.

Yoon Jin mau masuk ke rumahnya, namun Eun Young bilang luka Min Joon memburuk.

Eun Young : Kau bersembunyi dan berlagak baik-baik saja. Min Joon masih kecil, namun berupaya terlihat baik-baik saja demi kau. Pada akhirnya, lukanya memburuk.

Alhasil, Yoon Jin memecat Eun Young.

Eun Young terkejut ia dipecat. Yoon Jin masuk.

Di kamarnya, Min Joon nangis.

Lalu ia memandang brosur kecelakaan itu.

Jae Yeol di parkiran RS, lagi bicara di telepon sama Yoon Jin.

Jae Yeol : Kau belum pergi, bukan? Baiklah, saya akan menjemput ibu, kemudian berangkat dari rumah sakit. Karena akad temunya pukul 19.00, kamu sanggup berangkat bareng Min Joon.

Jae Yeol papasan sama Se Yeon. Se Yeon dibarengi seorang pria.

Saat Se Yeon mau masuk ke mobil, lelaki itu melabraknya. Pria itu mencengkram kerah Se Yeon.

“Kenapa kamu masih menjadi dokter?”

“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan!”

“Ingat ucapanku? Akan kupastikan kamu tidak sanggup praktik. Kau membiarkan istriku meninggal, namun masih menjadi dokter?”

“Dokter tidak bertanggung jawab atas pasien yang bunuh diri. Aku sudah memberitahumu.”

Pria itu kian marah. Dia mau menampar Se Yeon. Tepat di saat itu, Jae Yeol tiba dan memelintir lelaki itu.

Pria itu berpikir, Se Yeon memberdayakan pengawal sebab merasa bersalah sudah membunuh istrinya. Pria itu mengancam tidak akan pernah melepaskan Se Yeon.

Jae Yeol memerintahkan Se Yeon masuk ke mobil. Se Yeon masuk. Dia termangu menyaksikan Jae Yeol memberi perayaan pada lelaki itu.

“Dengarkan saya baik-baik. Jika kamu tiba lagi ke tempat tinggal sakit ini untuk mengacau, saya tidak akan membiarkanmu begitu saja. Aku akan memborgolmu meski mesti mematahkan pergelangan tanganmu.”

Pria itu risikonya pergi. Setelah lelaki itu pergi, Se Yeon turun dan berterima kasih pada Jae Yeol.

Ponsel Jae Yeol bunyi. Jae Yeol beranjak pergi sambil bicara dengan ibunya di telepon.

Jae Yeol : Ya, Bu. Aku secepatnya naik.

Se Yeon mau kembali ke mobilnya namun ia menyaksikan dompet Jae Yeol yang terjatuh di akrab mobilnya.

Yoon Jin ke kamar Min Joon, namun Min Joon tak ada di kamarnya.

Yoon Jin pun mencari Min Joon ke ruangan lain.

Min Joon ke kantor polisi terdekat. Dia menampilkan brosur itu pada polisi dan meminta polisi menangkap penjahatnya.

Min Joon : Dia penjahat yang menabrak lari adikku. Bisakah anda menangkapnya?

Polisi bilang ia akan menangkap penjahat itu namun untuk melakukannya ia mesti bicara dengan orang renta Min Joon.

Min Joon : Orang tuaku dilarang tahu. Aku dilarang membahas Min Ji di rumah. Itu menghasilkan ibuku marah.

Di ruangannya, Direktur Park lagi bicara dengan seseorang di telepon.

Direktur Park : Aku tidak sanggup menyepakati anggaran itu. Aku juga mesti merespons unek-unek wacana penelitianmu? Mintalah Wakil Presdir menyepakati hal semacam ini.

Jae Yeol masuk dan mendengar percakapan ibunya. Selesai menelpon, sang ibu mengeluh bahwa ia masih mesti melakukan pekerjaan di usianya.

Jae Yeol : Ada apa dengan usia Ibu? Ibu mesti terus melayani di saat masa jabatan Ibu usai.

Direktur Park : Untuk melakukannya, ibu butuh persetujuan Direktur Utama. Ibu sungguh letih mengorganisir ini.

Jae Yeol : Karena itu Ibu ingin Yoon Jin kembali bekerja?

Direktur Park : Dia bilang apa? Dia memberdayakan guru privat untuk Min Joon. Bukankah memiliki arti ia sudah siap?

Jae Yeol : Dia bilang belum siap. Tapi kita tunggu saja.

Tak usang kemudian, Jae Yeol mendapatkan telepon.

Dia kaget, apa? Di mana?

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...