Secret Mother Ep 1 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Secret Mother Ep 1 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek Episode sebelumnya disini.

Seorang perempuan gres saja tiba di Korea. Dia keluar dari terminal kedatangan sembari menggeret kopernya.

Wanita itu lantas berhenti sebentar dan menelpon seseorang.

“Aku gres saja tiba. Kirimkan alamatnya.”

Wanita itu merupakan Eun Young.

Eun Young menggeret kopernya mencari suatu alamat di ponselnya.

Hari sudah malam. Dia masuk ke gang yang penerangannya redup mencari alamat di ponselnya.

Dia berpapasan dengan dua preman.

Preman itu bilang jarang menyaksikan gadis anggun di lingkungan itu.

Eun Young berbalik dan mendekati mereka.

Eun Young : Ini wilayah kalian?

Preman itu tanya apa Eun Young mau bersenang-senang dengan mereka.

Eun Young menampilkan alamat di ponselnya, kamu tahu wilayah ini?

Eun Young ke kantor agensi detektif Mideum.

Si detektif menampilkan Eun Young barang-barang milik kakaknya Eun Young.

Menurutnya abang Eun Young tidak hilang, tadi sembunyi. Dia bilang beliau sudah 20 tahun saya melakukan pekerjaan di bidang ini.

“Dia kabur menenteng duit dari toko dan punya utang. Jika kamu laporkan beliau selaku orang hilang, itu akan lebih menyusahkan posisinya.”

“Aku kemari bukan untuk mendengar kabar kakakku.”

Eun Young menyelediki barang2 kakaknya dan mendapatkan postingan Yoon Jin di dalamnya.

Eun Young : Wanita ini.

Eun Young menampilkan foto Yoon Jin di dalam postingan pada si detektif.

Detektif : Dia Kim Yoon Jin. Dia orang terakhir yang dijumpai kakakmu sebelum menghilang. Dahulu beliau psikiater di Rumah Sakit Sesim. Dia keluar dari pekerjaannya. Kini hidup selaku ibu rumah tangga di Daechi-dong. Dia memiliki seorang putra dan putri.

Eun Young : Aku sudah tahu soal itu. Kenapa beliau berhenti melakukan pekerjaan di rumah sakit?

Detektif : Ada kecelakaan di saat mereka menanggulangi kakakmu. Rumah sakit menutupinya dengan baik. Penyebab, detail, dan kesudahannya tidak dapat dicari tahu.

Eun Young : Kau bisa saja menanyai salah satu pegawai.

Detektif : Aku mesti menyuap administrasi yang lebih atas. Pegawai rendahan tidak tahu soal detailnya. Sulit menggali permasalahan rumah sakit kecuali ini pengusutan polisi.

Eun Young : Aku membayarmu untuk menghasilkan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Si detektif mengembalikan duit Eun Young.

Detektif : Aku tidak akan melakukannya. Suaminya polisi. Ada hukum ekspresi jangan mengusik petugas berwenang.

Eun Young : Sudah merencanakan yang kuminta?

Detektif menampilkan Eun Young ponsel sekali pakai.

Detektif : Ambil ini.

Yoon Jin : Carikan alamatnya.

-Kepolisian Yongsan Seoul-

Jae Yeol menggelar pertemuan pers dan memberitahu hasil penyelidikan.

Jae Yeol : Aku akan memberitahu hasil pengusutan terkait penahanan pelaku permasalahan pembunuhan di Bogwang-dong yang terjadi pada 12 Februari.

Dua rekan Jae Yeol memandang Jae Yeol.

“Dia kepala inspektur termuda yang pernah dipromosikan dalam tiga tahun terakhir.”

“Dia bersusah payah meski sudah banyak menderita.”

“Sebaiknya kamu tidak bicara asal pilih soal itu. Apa gunanya mengungkit pengalaman menyakitkan orang lain?”

Seorang perempuan senyam-senyum menyaksikan video pertemuan pers Jae Yeol lewat ponselnya.

Dia duduk di kafe.

Tak lama, Yoon Jin datang.

Yoon Jin : Kenapa kamu memandangi suami orang lain seumpama itu?

Wanita itu berkata, beliau ingin tau lelaki keren ini kakaknya siapa.

Dia merupakan Joo Hee, adiknya Jae Yeol.

Joo Hee : Dia juga menampilkan kiprah hebat ini. Tidak sulit mencarikan guru untuk anak kita kini ini.

Joo Hee menampilkan formulir.

Yoon Jin : Putraku masih duduk di sekolah dasar. Aku bisa mengajari dan mengurusnya dengan baik. Tidak apa-apa, anggap saja ini tidak pernah dibahas.

Joo Hee : Ini bukan untuk kakak, tetapi untuk keponakanku. Aku sudah dengar soal yang terjadi di wilayah les. Ini bukan hal yang dapat diabaikan. Kakak butuh rekomendasi.

Yoon Jin : Itu tidak perlu.

Joo Hee : Min Joon menuruti semua perkataan kakak, entah beliau suka atau tidak. Kakak tahu persis itu bukan hal baik. Saking dekatnya dengan dia, abang tidak dapat menyaksikan hal itu. Sudah waktunya abang menjauh dari putra kakak. Sudah setahun abang berupaya dan itu lebih dari cukup.

Yoon Jin : Aku pergi saja kalau kamu terus seumpama ini. Aku menawarkan waktu untuk membelikannya buku studi.

Joo Hee : Kakak bisa pergi sesuka kakak, tetapi daftarkan beliau dahulu. Jika tidak, saya bisa dimarahi kakakku.

Yoon Jin : Pendaftaran apa?

Lalu seorang perempuan tiba dan mengenalkan dirinya selaku perwakilan dari Konsultasi Pendidikan Mirae.

Dia menampilkan kartu namanya, namanya Lee Sook Hee.

Joo Hee : Dia mengarahkan rencana studi putriku sejak duduk di kelas tiga.

Soo Hee : Aku sudah mendengar banyak tentangmu. Akan kucarikan guru bagus yang dapat memajukan kesanggupan belajarnya dan mengelola arah pendidikannya. Aku mengusulkanmu memberdayakan guru privat yang dapat menanggulangi keadaan pembelajarannya secara lazim beserta jadwalnya.

Yoon Jin : Guru privat?

Sook Hee : Ya.

Yoon Jin kebingungan mesti mendapatkan atau tidak.

Tanpa mereka sadari, Eun Young duduk tak jauh dari mereka. Dia mendengar semuanya.

Eun Young kemudian berpikir sambil memandang selebaran pendidikan Mirae di depannya.

Yoon Jin pergi menjemput Min Joon.

Setelah itu beliau mengajak Min Joon ke kafe tadi wilayah beliau dan Joo Hee bertemu.

Yoon Jin : Min Joon-ah, bagaimana kalau punya guru privat di rumah? Dia akan berguru denganmu di rumah dan mengantarmu ke wilayah les.

Min Joon : Dia akan mengajari semua hal yang tidak kuketahui selama saya belajar?

Yoon Jin : Tentu.

Min Joon : Dia akan hadir dan membantuku di saat saya kesulitan?

Yoon Jin : Kau ingin guru seumpama itu?

Min Joon : Ya.

Yoon Jin mengangguk, kemudian beliau memerintahkan Min Joon makan.

Yoon Jin memindah piring masakan dan gelas ke erat Min Joon tetapi beliau tak sengaja menumpahkan sedikit jus jeruk di saat memindah gelasnya.

Yoon Jin : Min Joon-ah, makanlah dahulu. Ibu mau basuh tangan.

Yoon Jin beranjak menuju toilet.

Min Joon mau makan, tetapi tak sengaja menjatuhkan pipetnya.

Dia mau mengambil pipetnya. Bersamaan dengan itu, seorang lelaki berlangsung ke arahnya menenteng kopi panas sambil main ponsel.

Pria itu terus berlangsung tanpa menyaksikan Min Joon di depannya.

Eun Young menyelamatkan Min Joon di saat Min Joon nyaris tersiram kopi panas.

Eun Young : Kau baik-baik saja?

Min Joon : Ya, terima kasih.

Yoon Jin menyaksikan Min Joon.

Yoon Jin : Min Joon-ah!

Yoon Jin bergegas kembali ke Min Joon dan Eun Young pergi.

Yoon Jin menyelediki keadaan Min Joon.

Yoon Jin sungguh ketakutan : Kau baik-baik saja? Tidak melepuh?

Min Joon : Aku baik-baik saja, Ibu. Wanita itu membantuku.

Yoon Jin menoleh ke Eun Young yang hendak pergi.

Yoon Jin : Tunggu sebentar.

Eun Young menoleh ke Yoon Jin.

Yoon Jin : Terima kasih.

Eun Young mengangguk kemudian pergi.

Hari sudah malam. Eun Young yang gres kembali ke rumahnya, eksklusif mengambil bir di kulkas.

Selesai meminum bir, beliau melempar kaleng birnya ke wilayah sampah.

Setelah itu, beliau membongkar isi paper bagnya. Paper bag nya berisi buku-buku perihal seni administrasi pembelajaran siswa SD.

Eun Young kemudian memandang foto dirinya bareng kakaknya.

Dia pun terdiam.

Bersambung….

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...