Red Shoes Ep 71 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 71 Part 1, Cara pintas untuk memperoleh spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari dongeng spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hyun Seok mengirimkan Hye Bin pulang, namun Hye Bin memeluk Hyun Seok erat2. Dia tidak ingin melepas Hyun Seok dan memohon agar Hyun Seok tak mencampakkannya.

Hee Kyung pun kesal dan melepaskan paksa Hee Kyung yang memeluk Hyun Seok.

Hye Bin marah, ini semua salahmu! Jika kamu tidak membuang Kim Jemma, ini tidak akan terjadi! Dia tidak akan memukau hati Hyun Seok, ini salahmu!

Hyun Seok terkejut mendengarnya.

Ok Kyung di ruang ICU. Kondisinya kritis! Jin A terlihat menemani Ok Kyung.

Jin A : Eomma, kamu sanggup mendengarku? Emma, saya salah. Tolong maafkan aku. Aku tidak semestinya menyalahkanmu seumpama itu. Makara tolong berhentilah berbaring disana dan bangun. Eomma.

Jin A nangis.

Jin A kemudian keluar dari ruang ICU. Bersamaan dengan itu, Sun Hee dan Yu Kyung datang.

Sun Hee tanya apa yang dokter katakan.

Jin A : Dokter bilang mungkin ibu tidak sukses melalui malam ini.

Sun Hee dan Yu Kyung depresi berat mendengarnya.

Jin A kemudian tanya kenapa ibunya pergi ke tempat tinggal debu ayahnya.

Jin A : Dia tidak menyampaikan apapun padaku.

Sun Hee : Dia bilang ia sering menyaksikan ayahmu dalam mimpi. Dia bilang ia merusak hidupmu dan menyalahkan dirinya sendiri. Dia ingin pergi ke ayahmu untuk meminta maaf dan meminta ayahmu menghentikan balas dendammu yang tidak berguna.

Jin A kian sakit mendengar itu.

Sun Hee : Jemma-ya, Ok Kyung akan baik-baik saja, kan? Aku takut.

Jin A : Tidak, ibu tidak akan meninggal. Dia tidak akan meninggal.

Di ruangannya, Hyeok Sang menimbang-nimbang truk putih yang dilihatnya tadi dalam perjalanan pulang dari rumah abu.

Fix lah, memang Hyeok Sang pelakunya!

Tak lama, Bibi Ahn masuk, memberitahu kedatangan Jin A.

Hyeok Sang meminta Bibi Ahn membiarkan Jin A masuk.

Jin A pun masuk.

Hyeok Sang akal-akalan tanya apa argumentasi Jin A tiba ke rumahnya.

Jin A : Kau tahu lebih baik alasanku tiba kemari.

Hyeok Sang : Ini tidak seumpama saya menuntut ilmu membaca pikiran. Bagaimana saya tahu apa yang kamu pikirkan?

Jin A : Pembunuh! Kembalikan ibuku!

Hyeok Sang : Kau agak kasar.

Jin A : Kau membunuh ayahku dalam langgar lari. Dan kini kamu coba membunuh ibuku. Siapa selanjutnya? Apa saya selanjutnya?

Hyeok Sang : Apa yang kamu bicarakan? Siapa yang membunuh siapa?

Jin A mencengkram kerah Hyeok Sang.

Jin A : Pembunuh! Kau monster! Kembalikan dia! Kembalikan ibuku!

Hyeok Sang mendorong Jin A, hingga pipi Jin A membentur rak.

Jin A memandang murka Hyeok Sang.

Hyeok Sang : Pergi sebelum kuhubungi polisi!

Jin A : Telepon polisi! Aku punya bukti kamu coba membunuhku!

Hyeok Sang bengong mendengarnya. Lalu Hee Kyung masuk dan terkejut menyaksikan Jin A.

Hee Kyung tanya apa yang menghasilkan Jin A tiba ke rumahnya.

Jin A beranjak keluar tanpa menyampaikan apapun.

Diluar, ia berjumpa Hyun Seok yang gres saja turun dari kamar Hye Bin.

Hyun Seok menyaksikan pipi Jin A berdarah. Sadar itu perbuatan siapa, Hyun Seok ingin menemui Hyeok Sang.

Tapi dicegah Jin A. Jin A memohon, mengajak Hyun Seok pergi.

Jin A masuk ke kamar ibunya dan membenahi busana ibunya.

Hyun Seok meminta penjelasan, kenapa Jin A tiba ke tempat tinggal Hyun Seok disaat Ok Kyung terluka.

Jin A membisu saja.

Hyun Seok : Lihat aku. Siapa aku? Aku merupakan lelaki yang hendak menikahimu. Aku kandidat suamimu. Makara katakan.

Jin A masih bungkam.

Hyun Seok : Kudengar kamu mau membalas dendam. Katakan padaku. Balas dendam pada siapa? Kenapa?

Jin A terkejut Hyun Seok tahu soal balas dendamnya, namun Jin A masih tidak ingin cerita. Dia bilang ia mesti secepatnya kembali ke tempat tinggal sakit.

Sun Hee dan Yu Kyung menemani Ok Kyung. Ok Kyung balasannya siuman.

Sun Hee dan Yu Kyung lega sebab Ok Kyung sudah siuman dan memahami mereka.

Sambil menahan sakit, Ok Kyung mencari Jin A.

Yu Kyung bilang Jin A pergi sebentar untuk mengambil barang-barang Ok Kyung.

Tapi tak lama, Ok Kyung muntah darah dan tak sadarkan diri.

Jin A dan Hyun Seok tiba di rumah sakit. Tapi gres tiba, Jin A dihubungi Yu Kyung. Yu Kyung nangis mengabarkan kondisi Ok Kyung.

Paham apa yang terjadi, Jin A pun depresi berat dan pribadi lari menuju ruang ICU.

Sampai di depan pintu, ia menyaksikan seluruh keluarganya tengah menangisi kepergian Ok Kyung. Ya, Ok Kyung meninggal!

Perlahan-lahan Jin A membuka pintu dan terus memandang mayat ibunya dengan tatapan pilu.

Yu Kyung balasannya menyaksikan Jin A.

Yu Kyung : Jemma-ya, kenapa kamu usang sekali? Ibu terus menanyakanmu.

Gun Wook pun murka dan melarang Jin A menemui ibunya.

Gun Wook bilang Jin A tidak mempunyai hak menyaksikan ibunya.

Gun Wook menghalau Jin A.

Yu Kyung memerintahkan Gun Wook berhenti.

Gun Wook terus nyalahin Jin A.

Gun Wook : Kau menyebut ibuku pembunuh. Ibuku menderita sebab kau. Dia mati sebab kau. Ini semua salahmu! Jika bukan sebab kau, ibuku tidak akan mati!

Tae Gil juga coba menghentikan Gun Wook.

Gun Wook : Ibuku yang malang menderita sepanjang hidupnya. Aku tidak pernah memberinya kehidupan yang mewah. Aku tidak pernah menjadi anak yang baik. Ibuku yang malang….

Gun Wook jatuh terduduk. Tae Gil memeluk Gun Wook.

Jin A perlahan-lahan mendekati mayat Ok Kyung. Dia membuka kain putih yang menutupi badan ibunya dan memandang paras ibunya.

Tangis Jin A pun pecah di saat ia coba membangunkan ibunya. Jin A bilang ia menyalahkan Ok Kyung sebab semua itu terlalu sukar baginya.

Hyeok Sang dan Hee Kyung tidur nyenyak. Hee Kyung kemudian terbangun sebab mendengar bunyi diluar.

Hee Kyung mengusut sendirian. Tiba-tiba, Ok Kyung timbul dan mencekiknya.

Ok Kyung : Kau penyihir! Kau layak mati! Ayo pergi! Ikutlah denganku!

Hee Kyung menjerit dan terbangun.

Hyeok Sang ikut terbangun sebab mendengar jeritan Hee Kyung.

Hyeok Sang : Kau mimpi buruk? Apa itu hingga kamu berteriak?

Hee Kyung tak menjawab dan pergi ke dapur mengambil air.

Ki Seok di kamarnya memperoleh telepon soal janjkematian Ok Kyung.

Dia syok.

Nyonya Choi yang tertidur di sofa, dihadiri Ok Kyung dalam mimpi.

Dalam mimpinya, Ok Kyung meminta Nyonya Choi mempertahankan Jin A. Ok Kyung bilang, Jin A merupakan gadis kesepian yang sudah menderita sejak kecil. Ok Kyung juga bilang bila ia akan pergi jauh.

Ki Seok membangunkan neneknya. Nyonya Choi bangkit dan terkejut.

Ki Seok : Kau mesti tidur di kamarmu. Ini nyaris jam tiga.

Nyonya Choi : Aku niscaya ketiduran. Aku berkhayal aneh. Tapi kenapa kamu masih bangkit sekarang?

Ki Seok kemudian memberitahu neneknya wacana janjkematian Ok Kyung.

Sontak lah Nyonya Choi terkejut mendengarnya.

Paginya, Hee Kyung tengah merias dirinya di saat ponselnya berbunyi.

Dia memperoleh pesan dari Lora wacana pemakaman Ok Kyung.

Hee Kyung pun bengong dan memandang parasnya di cermin.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...