Red Shoes Ep 69 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 69 Part 1, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari dongeng spoiler Episode sebelumnya cek disini….

Hye Bin terbangun lantaran suara ponselnya. Dia turun dari daerah tidur Hyun Seok dan beranjak ke meja mengambil ponselnya.

Telepon dari Hee Kyung. Hye Bin menjawabnya, halo?

Hee Kyung : Hye Bin-ah, kamu ada di mana? Kau mau pergi kemana tanpa menginformasikan siapa pun? Kenapa kamu tidak menjawab teleponmu?

Hye Bin : Aku menjawabnya sekarang.

Hee Kyung : Kau bercanda? Kau ada dimana? Katakan sekarang!

Hye Bin : Jangan cari aku. Jangan khawatirkan saya juga.

Hye Bin memutus panggilan Hee Kyung. Setelah itu, beliau turun ke bawah dan menyaksikan Nyonya Choi lagi membaca koran.

Hye Bin mendekati Nyonya Choi. Dia bilang beliau tak sanggup melepas Hyun Seok.

Nyonya Choi : Lalu? Kau akan memaksanya menikahimu? Atau kamu bertujuan tinggal disini hingga beliau muak denganmu?

Hye Bin : Itu sebabnya saya datang. Jika saya pergi sekarang, semua akan berakhir. Ayahku akan mengirimku ke Amerika dan menjajal mengunciku di villa kami. Jika saya pulang sekarang, saya akan dipaksa ke Amerika. Aku tidak sanggup pergi ke hotel mana pun. Ayahku membekukan semua akunku. Makara tolong jangan usir aku. Tolong biarkan saya tinggal di sini setidaknya untuk beberapa hari. Ya?

Nyonya Choi : Hye Bin-ah.

Dan Hye Bin pun menjinjing kopernya ke atas. Bersamaan dengan itu, Hyun Seok keluar dari kamarnya.

Hye Bin : Jangan pedulikan aku. Aku memperoleh izin nenek.

Hye Bin kemudian masuk ke kamar yang dahulu ditempati Jin A.

Hyun Seok mengikuti Hye Bin.

Hyun Seok : Apa yang kamu lakukan? Kau sudah gila?

Hye Bin : Itu benar. Aku sudah gila! Kau lah yang membuatku seumpama ini. Munafik. Penipu. Aku tidak tahu berapa banyak perempuan yang jatuh cinta pada kebohongan manismu hingga sekarang, namun saya berbeda. Aku tidak akan digunakan dan dibuang seperti saya barang sekali pakai.

Hyun Seok : Kwon Hye Bin!

Hye Bin : Aku membencimu. Aku merasa mengenaskan lantaran jatuh cinta pada kebohongan manismu.

Hyun Seok : Makara hentikan. Kau sudah tahu, jadi kenapa kamu melaksanakan ini?

Hye Bin : Tidak! Kenapa! Karena terlepas dari semua itu, saya sungguh mencintaimu. Makara mulai sekarang, saya akan menampilkan semua yang saya punya untuk melindungimu. Aku tidak akan kehilanganmu lantaran Jemma.

Hyun Seok : Hye Bin, kumohon! Ini untuk kebaikanmu sendiri.

Hye Bin : Kau akan berterima kasih kepadaku nanti.

Hyun Seok : Itu tidak masuk akal.

Hye Bin : Jujurlah padaku. Apakah Jemma bahkan sekali, pernah menyampaikan bahwa beliau mencintaimu lebih dulu?

Hyun Seok termangu mendengarnya.

Hye Bin tersenyum puas, saya percaya tidak. Dia tidak pernah mencintaimu dan tidak akan pernah. Karena, tidak mudah untuk mengatakan, “Aku mencintaimu” jikalau kamu tidak bersungguh-sungguh.

Hyun Seok : Apa maksudmu?

Hye Bin : Haruskah saya menjelaskannya untukmu? Kim Jemma tidak mencintaimu. Semua yang beliau harapkan merupakan membalas dendam! Makara sadar lah dan cium aroma kopinya!

Hyun Seok kembali ke kamarnya. Dia mengontak Jin A.

Jin A sendiri lagi di jalan, menuju daerah janjian dengan Soo Yeon.

Hyun Seok : Kau dimana?

Jin A : Aku akan berjumpa seseorang.

Hyun Seok : Bisakah kita berjumpa malam ini? Aku mendapatkan undangan.

Sontak lah Jin A terkejut ajakan pernikahannya sudah jadi.

Jin A : Oppa, akan kutelpon lagi nanti.

Hyun Seok : Tunggu. Jangan menutup telepon. Apakah kamu mencintaiku? Katakan padaku.

Jin A termangu mendengarnya.

Hyun Seok dalam hati berkata, kalau beliau tidak acuh jikalau itu bohong. Dan beliau berharap Jin A menyampaikan iya.

Tapi Jin A minta maaf dan berkata akan menelpon Hyun Seok lagi nanti.

Hyun Seok pun merasa apa yang dibilang Hye Bin tadi benar.

Kalau Jin A tak mencintainya.

Soo Yeon dan Jin A berjumpa di kafe.

Soo Yeon : Terima kasih sudah tiba sejauh ini. Itu tidak mudah bagimu untuk tiba menemuiku. Aku melihatnya sekarang. Kau sungguh seumpama dengan Hee Kyung. Kau mesti memiliki dendam yang dalam seumpama yang beliau katakan.

Jin A : Apa yang beliau katakan? Apakah beliau mengatakan, saya sudah aneh dengan kesempatan untuk membalas dendam lantaran ditinggalkan?

Soo Yeon : Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih permulaan bahwa Hee Kyung merupakan ibumu? Lalu Tae Gil dan aku…

Jin A : Perasaanmu akan tetap sama bahkan jikalau kamu sudah tahu. Begitulah cinta. Aku juga tak mau menyakitimu. Aku tidak tahu perasaanmu kalian akan berkembang begitu dalam.

Soo Yeon : Kesampingkan saya dan Tae Gil. Bagaimana dengan keponakanku Hye Bin? Dia masih adik perempuanmu. Bukankah itu terlalu kejam untuk mencuri tunangannya?

Jin A : Membatalkan ijab kabul merupakan keputusan Hyun Seok.

Soo Yeon : Lalu? Kau merusak hidup adik perempuanmu dari semua orang, namun kamu tidak bertanggung jawab?

Jin A : Bertanggung jawab? Siapa yang mau bertanggung jawab atas hidupku yang sudah hancur dan rasa sakitku? Bagaimana dengan kakakmu? Ketua Kwon Hyeok Sang?

Soo Yeon : Maksudmu apa?

Jin A : Seperti yang kuduga, kamu tidak tahu. Benar. Keluargamu memiliki terlalu banyak rahasia.

Soo Yeon : Makara katakan padaku. Rahasia apa itu yang saya tidak tahu!

Di ruangannya, Hyeok Sang bicara dengan Kepala Jung di telepon.

Hee Kyung memandang Hyeok Sang dengan cemas.

Hyeok Sang : Terima kasih sudah membantuku. Aku tahu kamu sibuk. Kau mesti tahu lantaran Hye Bin sudah seumpama anakmu sendiri. Anak-anak zaman kini tidak menyimak orang renta mereka. Oke. Mari kita berjumpa segera.

Hee Kyung pun tanya dimana Hye Bin.

Hyeok Sang : Aku pikir beliau pergi ke tempat tinggal Nyonya Choi. Taksi yang beliau naiki tertangkap pada kamera pengintai di erat sana. Ini tidak akan terjadi jikalau kita melaksanakan seumpama yang saya sarankan. Jemput dia.

Hee Kyung : Tidak. Aku cuma akan terlihat seumpama orang kolot di depan Nyonya Choi.

Hyeok Sang : Lalu apa? Haruskah saya yang pergi?

Hee Kyung : Lupakan Hye Bin. Apa yang mau kamu laksanakan dengan Soo Yeon?

Soo Yeon datang, waktu yang tepat. Aku ingin mengatakan dengan kalian berdua.

Hee Kyung : Aku tidak memiliki apa apa untuk dibilang lagi, bicara saja dengan kakakmu.

Hee Kyung keluar.

Soo Yeon mendekati kakaknya.

Soo Yeon : Oppa, kudengar Jemma putri Hee Kyung.

Hyeok Sang : Berarti kamu sudah tahu kenapa mesti putus dengan Tae Gil.

Soo Yeon : Aku tidak tahu bagaimana ini terjadi, namun kenapa kamu mesti menyeret Tae Gil dan saya ke dalam kekacauanmu? Jujurlah padaku. Ada lagi, bukan?

Hyeok Sang : Aku tidak tahu sampah apa yang menyanggupi kepalamu, namun jangan percaya padanya. Dia gila. Hanya lantaran beliau ditinggalkan dan menderita selaku seorang anak, beliau ingin membalas dendam pada keluarga kita. Maukah kamu membiarkan psiko yang sembrono itu memanipulasimu?

Soo Yeon : Dia tidak akan menjadi aneh cuma dari itu. Berhenti menyimpan diam-diam dan katakan yang sebenarnya.

Hyeok Sang : Apa lagi yang mesti saya katakan! Diam dan putus dengannya.

Di kamarnya, Nyonya Choi mikirin kata-kata Hye Bin tadi.

Hye Bin : Aku tidak sanggup melepas Hyun Seok. Jika saya pergi sekarang, seluruhnya akan berakhir. Ayah akan mengirimku ke Amerika dan mengunciku di vila kami. Aku tidak sanggup pergi ke hotel mana pun. Ayahku membekukan semua akunku. Makara tolong jangan usir aku.

Bibi Ma masuk membawakan obat.

Nyonya Choi tanya Hye Bin sedang apa.

Nyonya Choi : Apakah beliau di kamarnya?

Bibi Ma : Tidak. Dia ada di dapur. Dia bilang beliau akan menghasilkan makan malam.

Nyonya Choi : Dia sedang memasak? Astaga.

Bibi Ma : Dia memiliki temperamen yang buruk, namun saya juga kasihan padanya.

Di dapur, Hye Bin merasakan masakannya.

Dan beliau tersenyum lantaran rasanya pas.

Lalu Hyun Seok datang.

Hye Bin : Tunggu sebentar. Aku sedang menghasilkan rebusan.

Hye Bin bersikap seolah beliau dan Hyun Seok sudah menikah.

Hyun Seok : Kau tahu saya habis darimana? Dari mengambil ajakan kami. Perhatikan baik-baik. Aku tidak acuh apa yang kamu lakukan. Aku akan menikah.

Hye Bin terkejut menyaksikan ajakan ijab kabul Hyun Seok dan Jin A.

Lalu Nyonya Choi datang.

Hyun Seok memberi neneknya ajakan pernikahannya.

Nyonya Choi murka dan merobek ajakan itu. Lalu beliau menampar Hyun Seok.

Nyonya Choi masih ingin menghantam Hyun Seok. Hye Bin bergegas melindungi Hyun Seok, hingga beliau didorong oleh Nyonya Choi.

Hyun Seok keras kepala. Dia bilang beliau akan tetap menikahi Jin A.

Nyonya Choi pun menghalau Hyun Seok. Hyun Seok terkejut beliau diusir.

Nyonya Choi : Kemasi barang-barangmu. Keluar kini juga!

Hyun Seok pun pergi.

Hye Bin jatuh terduduk. Dia nangis.

Nyonya Choi : Aku akan mengontak ibumu, jadi kamu juga kemasi barang-barangmu.

Ok Kyung menemui Tae Gil di taman.

Ok Kyung : Apa yang terjadi? Kau menemuinya?

Tae Gil membisu saja.

Ok Kyung : Telepon dia. Jika kamu tidak sanggup memberitahunya secara langsung, katakan padanya lewat telepon.

Tae Gil : Bagaimana saya sanggup memberitahunya? Apa yang mau kamu laksanakan jikalau kamu jadi aku?

Ok Kyung : Tae Gil-ah!

Tae Gil : Dia tidak melaksanakan kesalahan. Itu bukan salahnya kalau beliau adiknya Kwon Hyeok Sang.

Ok Kyung : Itu sebabnya beliau mesti tahu apa yang dijalankan kakaknya. Diam-diam saya sungguh senang kamu jadinya berjumpa dengan seorang gadis yang bagus dan berpikir kamu sanggup senang sekarang. Dari semua perempuan di luar sana, kenapa mesti berjumpa dengan adiknya?

Sun Hee, Gun Wook dan Yu Kyung duduk bersama.

Sun Hee miris sama nasib cinta Tae Gil yang sial.

Tak lama, Tae Gil dan Ok Kyung pulang.

Ok Kyung : Astaga. Apa yang kalian semua lakukan? Apakah kamu tidak akan makan malam?

Sun Hee : Kita mesti makan. Aku akan pergi memasak.

Yu Kyung : Oke. Aku akan membantu.

Tiba-tiba bel berbunyi. Gun Wook bergegas membuka pintu. Semua berdiri, ingin tau siapa yang datang. Dan mereka terkejut yang tiba Hyun Seok. Hyun Seok bawa koper.

Hyun Seok : Bukankah Jemma ada di rumah?

Gun Wook mengundang Jin A. Jin A keluar kamar dan terkejut menyaksikan Hyun Seok.

Jin A : Apa yang sedang terjadi?

Hyun Seok berbisik, kalau beliau diusir neneknya. Jin A terkejut mendengarnya.

Hee Kyung tengah bicara dengan Nyonya Choi. Dia di rumah Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Bahkan saat kita duduk di sini membahas tanggal pernikahan, saya tidak pernah membayangkan kita akan melaksanakan percakapan ini. Aku percaya keluarga kita ditakdirkan bersatu. Ketika saya memikirkannya sekarang, kita lah yang bersalah lantaran memaksa bawah umur kita menikah tanpa kesempatan mereka.

Hee Kyung marah, apakah kamu mau menyampaikan Hyun Seok sama sekali tidak tertarik pada Hye Bin namun akan menikahinya, berlawanan dengan keinginannya? Ketika kami mengadakan upacara pertunangan, memperoleh kado ijab kabul keluarga, dan sudah menghasilkan gaun dan tuksedo, Hye Bin, suamiku, dan aku… tidak pernah terbayangkan itu akan dibatalkan. Apakah Hyun Seok sedang berakting selama ini? Apakah beliau mendustai kita?

Nyonya Choi : Min Daepyo! Bisa-bisanya kamu menyampaikan seumpama itu.

Hee Kyung : Apa salah Hye Bin? Apakah beliau berbohong padamu? Kau memuja cucumu, bukan? Lebih dari hidup itu sendiri, bukan? Hye Bin juga berharga. Aku tidak membesarkannya untuk dikhianati dan dibuang oleh cucumu.

Nyonya Choi : Bagus. Kutuklah saya semaumu. Aku tidak memiliki hak untuk mengeluh.

Hee Kyung : Mengapa kamu berpikir kami memberinya pekerjaan di perusahaan kami? Kami bertujuan untuk mengajarinya pekerjaan seumpama yang kamu minta dan bertujuan untuk meninggalkannya perusahaan.

Nyonya Choi : Apakah kamu lupa berapa banyak duit yang kupinjamkan padamu selaku ganti Hyun Seok melakukan pekerjaan di sana? Kami melakukannya untuk laba bersama. Hanya lantaran tidak berhasil, kamu tidak sanggup menyalahkan kami sepenuhnya. Itu tidak benar. Apakah itu lantaran kamu panik perihal uang, baiklah. Pertunangan yang rusak merupakan urusan pribadi. Aku tidak akan menggunakan ini untuk melawanmu dan menuntut biar kamu mengeluarkan duit kembali duit yang saya pinjamkan.

Hee Kyung termangu kesal mendengarnya.

Bersambung ke part 2…

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...