Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 5 Part 1, Simak nih recap spoiler lengkapnya ada di tulisan yang ini. Apabila ingin mengenali bab recap lain Episode Sebelumnya ada disini.

Sesampainya di rumah, Hiso eksklusif menemui Jakyung dan mendorongnya. Ia melarang Jakyung pergi. Jakyung menolak. Kenapa ia mesti menurutinya dan mengungkit kalo Hiso yang nyuruh pergi. Hiso berargumentasi kalo ada yang mesti ia ketahui. Ia bahkan membawa-bawa Hajun.
Mereka melalui batas yang terlarang dan melangkah memasukinya.
Akhirnya Jakyung oke untuk tinggal.
Semua mengarah pada sebuah kehancuran.

Di dapur para pramusaji bergosip wacana Jinho yang kini nggak pernah berjudi lagi. Mungkin punya selingkuhan baru. Seohyun yang terlihat beda dari insan biasa hingga tulangnya juga berbau bangsawan. Jiyoung yang beda dengan saudaranya yang lain alasannya yaitu setia pada isterinya. Yang lain membantah dan bilang kalo beliau punya perempuan lain sebelum ketemu sama Hiso, ibunya Hajun.
Terakhir mereka menyinggung Suhyuk. Apa ia akan mengikuti yang lain. Menikahi dan menyayangi dua orang yang berbeda. Istri sah cuma untuk bisnis. Selingkuhan pertama yaitu istri asli. Selingkuhan kedua yaitu pacar.
Mereka kemudian melirik Yuyeon dan berandai-andai jadi selingkuhan mereka. Yuyeon sendiri nggak menyikapi dan konsentrasi pada pekerjaannya.



Ahrim tiba dan ketemu dehgan Suhyuk. Katanya nenek mengundangnya untuk sarapan. Melihat Suhyuk berlangsung bareng Ahrim menghasilkan Yuyeon sedih. Pak Kim hingga kasihan lihatnya. Gadis malang.
Hiso menimbang-nimbang semua semua yang terjadi. Yang Jiyoung bilang kalo ibu Hajun yaitu guru berkudanya. Gimana sayangnya Jakyung pada Hajun selama ini. Juga apa yang Jakyung bilang, gimana kalo ibunya Hajun masih hidup? Semua itu menjadikannya stres.
Ahrim kesannya pulang. Suhyuk mengantarnya bareng Yuyeon. Setelahnya Suhyuk menampilkan dunianya pada Yuyeon. Dengan dinginnya Yuyeon menyodorkan kalo mereka terlihat cocok.
Tanpa keduanya sadari, Seohyun menyaksikannya dari atas.

Hiso pergi menemui Seohyun alasannya yaitu ingin menanyakan sesuatu. Sebelum itu Seohyun apalagi dulu menanyakan perihal Suhyuk dan Yuyeon. Hiso berkelit kalo kelihatannya mereka saling menyukai. Seohyun mengingatkan kalo Suhyuk akan bertunangan tetapi Hiso pikir itu bukan kesempatan Suhyuk.
Seohyun menekankan kalo kian kaya seseorang, kian sedikit kebebasannya. Nggak semua berlangsung sesuai keinginan. Itulah dunia mereka. Hanya Hiso yang beda. Apa siapa pun mesti menikah alasannya yaitu cinta? Apa Hiso senang menikahi orang yang ia cintai?
Hiso merasa kalo beliau masih begitu. Seohyun sendiri menyesal sudah merekrut Yuyeon. Hiso menyertakan kalo nggak semestinya juga Seohyun merekrut Jakyung. Ia menanyakan cara Jakyung mendekati keluarga mereka.


Jakyung sendiri disarankan sama Nyonya Grup Iyeon. Hiso ingin menemuinya. Ia meragukan Jakyung wacana sesuatu. Ia seumpama mencurigakan. Hiso sendiri belum mempunyai bukti apapun dan itu cuma berdasar firasatnya.
Seohyun meminta Hkso untuk memberitahunya tetapi Hiso menolak. Ia akan menginformasikan dikala ia sudah sungguh percaya setelah menemui nyonya itu.
Sebelumnya Seohyun juga sudah mencari tahu wacana Jakyung dan nggak ada yang mencurigakan tentangnya dan Seohyun pun mempekerjakannya. Tapi anehnya dikala ibu tahu kalo Jakyung berhenti kerja, ibu bilangnya Jakyung masuk ke keluarganya dengan susah. Ia kian nggak damai dikala ingat kedekatan Jakyung dengan Jiyoung di festival lukisan anak autis sebelumnya.


Hiso dalam perjalanan untuk ketemu dengan nyonya yang mengenalkan Jakyung pada Seohyun.
Firasat
Akhirnya Hiso hingga di rumah nyonya Iyeon. Sayang penduduknya sedang nggak di Korea jadi Hiso cuma sanggup ketemu dengan kepala pembantu di sana. Ternyata Jakyung sudah 5 tahun melakukan pekerjaan di sana. Sebelumnya Jakyung melakukan pekerjaan mengasuh anak dari abang nyonya Iyeon selama lebih dari 6 tahun.
Jakyung sendiri nggak usang tinggal di Korea. Sebelumnya ia tinggal di mancanegara selama 10 tahun. Saat ia nggak ada, belum dewasa punya guru les lain. Untuk menetralisir kecurigaannya, Hiso meminta foto Jakyung bareng anak-anak.
Kepala pembantu menunjukkannya dan memang itu Jakyung. Ia menyertakan kalo belum dewasa lebih menurutinya dibandingkan dengan ibunya sendiri.
Hiso kembali ke mobil. Apa yang ia temukan sudah menghalau semua kecurigaannya pada Jakyung. Tanpa ia tahu kalo foto yang dilihatnya hanyalah foto yang diedit.

Jakyung kembali membongkar kopernya. Ia tersenyum seakan sarat kelegaan nggak jadi pergi.
Yuyeon menemui Suhyuk alasannya yaitu Suhyuk memanggilnya. Ia menanyakan maksud Yuyeon bilang ia cocok sama Ahrim. Yuyeon merasa kalo mereka harmonis dan berasal dari dunia yang sama. Suhyuk seumpama meragukan kalo mereka serasi.
Yuyeon merasa kesal. Nggak ngerti apa yang akan Suhyuk tanyakan sebenarnya.
Perasaanmu.
Yuyeon nggak mau mengatakannya tetapi Suhyuk terus mendesak. Akhirnya Yuyeon mengakui kalo ia menggemari Suhyuk. Setelah mengatakannya ia mau eksklusif pergi tetapi Suhyuk menghadangnya. Ia nggak ngerti gimana menanggapinya.


Yuyeon menekankan kalo nggak akan ada yang berubah. Dunia kita tetap berbeda. Aku juga nggak mau tahu wacana duniamu.
Bagaimana tak ada yang berganti setelah kau menggodaku? Tanya Suhyuk.
Bagaimana rasanya diundang “Tuan Muda” dikala berusia 26 tahun? Bagaimana rasanya nggak perlu menimbang-nimbang kendala seumpama upah kerja minimum, tarif bus, bunga dukungan sekolah, atau tagihan telepon? Aku nggak peduli yang bukan milikku. Aku juga nggak ingin itu. Jangan terpengaruhi dan hiduplah bahagia. Itulah tugasmu di sini. Aku akan urus perasaanku. Jangan pedulikan aku.
Yuyeon kemudian meninggalkan kamar Suhyuk. Di luar Seohyun menatapnya meninggalkan kamar anaknya.
Sesampainya di kamar tolong-menolong Yuyeon merasa kesal lihat Suhyuk sama Ahrim tadi.

Seohyun menemui Suhyuk dan mengakui kalo merupakan yang memecat Yuyeon, bukan neneknya. Suhyuk merasa kalo ibunya seenaknya. Seohyun justru merasa kalo Suhyuk yang seenaknya. Ia mengancam akan mengusirnya lagi kalo Suhyuk bertindak b#doh. Ia akan mengawasinya.

Jinho memukau hati seorang pelayan. Ia minta dibawakannya secangkir kapucino yang sungguh panas.



Hiso berjumpa dengan Suster Emma dan nembicarakan wacana kecurigaannya dengan Jakyung. Nggak seumpama biasanya, Suster Emma justru menggiringnya untuk lebih percaya pada firasatnya. Firasat seringkali lebih akurat dibandingkan dengan indra lain. Melihat orang-orang dari golongan itu, itu sanggup saja terjadi. Hidup menjadi mati. Palsu menjadi fakta. Coba pertimbangkan lagi apa yang asing darinya. Nggak ada salahnya curiga. Justru percaya sepenuhnya itu nggak baik. Lebih baik curiga dari kini mudah-mudahan sanggup menangkal kehancuran. “Kebenaran akan membebaskanmu sepenuhnya.” Carilah kebenaran itu.
Jinkyung tiba bareng yang lain. Ia menyinggung wacana Hwang Geonyong dari Hotel Laiza dan istrinya. Istrinya melahirkan anak bungsunya, namun bayinya nggak seumpama orang tuanya sehingga dijalankan tes DNA. Rumor mereka meningkat di dunia bisnis hingga sahamnya terpengaruh. Dan ternyata hasilnya identik. Istri Hwang bukan perempuan yang suka berselingkuh.
Suster Emma menyudahi dan minta mereka untuk kembali membaca Alkitab. Soyoung nelpon. Hiso yang nggak sanggup bicara memintanya untuk bicara nanti di rumah.


Seohyun tiba berkuda. Di sana ia menanyakan nama instruktur berkuda Jiyoung 8 tahun lalu. Dari situ Seohyun tahu kalo nama pelatihnya Lee Hyejin. Dia melakukan pekerjaan selama 6 bulan di sana. Seohyun meminta fotonya dan instruktur nya bilang akan mencarikan datanya untuk Seohyun. Seohyun berpesan mudah-mudahan instruktur itu eksklusif mengirimkannya padanya, bukan ke sekretarisnya.


Suster Emma mengirim seruan ke Lee Hyeejin dan mengundangnya selaku anggota Ilsin untuk menghadiri makan siang bareng anggota lainnya. Dan ternyata Lee Hyeejin yaitu Jakyung.
Sesampainya di rumah Soyoung menampilkan kalung Hajun dari Jakyung. Itu kalung tapal kuda Soyoung menyertakan kalo ia sudah mengajukan pertanyaan pada Hajun dan Hajun diminta sama Jakyung untuk merahasiakan itu dari Hiso.
Bersambung…