Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 3 Episode 7. Untuk memperoleh daftar-daftar link recap ada di goresan pena yang ini. Kalian sanggup peroleh sesuatu yang lain seumpama Season sebelumnya disini. Episode sebelumnya DISINI.


Shi Eun tiba ke tempatnya Haerun dan membicarakan wacana Haerun yang tiba ke depan apartemen biar dilihat sama Wuram. Haerun beralasan kalo beliau kangen sama Wuram namun Shi Eun sama sekali nggak tersentuh dan mengungkit apa yang ditangani Haerun dulu. Meski begitu ia tetap membawakannya doenjang yang diminta sebelumnya.
Haerun ngasih syal kayaknya ke Shi Eun namun Shi Eun-nya nggak mau dan pergi.
Piyoung yang sedang ada di lift teringat ciumannya sama Dongma. Lah habis itu malah ketemu sama Dongma. Dih kaget. Setelahnya ia di telpon sama atasannya. Setelah ketemu ia diminta untuk rehat dari program yang diproduseri kini dan acaranya akan diambil alih sama produser lain.


Setelahnya Piyoung ketemu sama Shi Eun dan Hyerong. Mereka membicarakan wacana produser Han yang memang sering mengambil alih acara-acara populer. Lah habis itu Hyerong malah bicara soal Dongma sebab berjumpa di saat sarapan sebelumnya dan seakan saling kenal.
Piyoung merasa nggak nyaman. Terakhir Hyerong bertujuan untuk menjodohkan Piyoung dengan seorang duda yang melakukan pekerjaan selaku pejabat kemenlu namun Piyoung menolak.
Ayah sedang menggendong Jeongbin. Ia sama ibu ngomongin soal makanan. Hyerong katanya akan tiba makanya ibu mau menghasilkan kuliner kesukaannya. Ayah jadi teringat sama Songyuan. Dan di balik seluruhnya ia bersyukur sanggup memiliki Jeongbin sekarang, cucunya yang berharga.


Shi Eun mengupas kesemek kemudian mengundang anak-anaknya. Ia meminta Wuram untuk nggak mencemaskan ayahnya sebab akan secepatnya membaik. Setelahnya ia menyinggung wacana keterkaitannya sama Seoban dan menginformasikan kalo mereka akan secepatnya menikah.
Hyanggi sungguh bersemangat namun Wuram enggak. Ia sama sekali nggak baiklah dengan hal itu. Nggak tahu apa beliau sanggup mengundang Seoban ayah nantinya. Hyanggi berupaya memberi pemahaman ke adiknya kalo ibunya juga berhak untuk bahagia. Toh mereka nggak akan selamanya sanggup bareng sama ibu.
Seoban sendiri sedang memutuskan cincin. Mendadak Nam Gabin nelpon.

Shi Eun menerangkan keterkaitannya sama Seoban ke anak-anak. Selanjutnya ia menginformasikan kalo Seoban mengajak mereka makan bersama. Hyanggi menyambutnya namun Wuram masih murung.
Seoban menemui Gabin. Mereka membicarakan putusnya korelasi Gabin sama Dongma. Seoban merasa nggak yummy dan berharap Gabin sanggup berjumpa dengan orang yang lebih baik.
Sebelumnya Piyoung bermain golf sama Shi Eun dan Seoban. Ia tersenyum ingat Seoban memintanya untuk mengajarinya bermain golf.


Jia tiba dan mengeluhkan kalo beratnya nambah sekilo. Piyoung menenangkan kalo beliau cuman nambah tinggi. Jia mau minum jus namun Piyoung nggak bolehin. Keduanya kemudian duduk bersama. Piyoung menginformasikan kalo perasaan seseorang sanggup berubah-ubah.
Ia menghubungkannya dengan perasaannya sama ayahnya Jia dan sebaliknya. Dulu di saat menikah ia merasa sungguh bahagia. Tapi belakangan ia merasa tinggal terpisah lebih baik. Ayahnya melaksanakan kesalahan dan ia nggak sanggup menerimanya. Kelak mungkin ia dan ayahnya akan akrab dengan orang lain dan itu sama sekali nggak sanggup dihindari.
Jia eksklusif tahu kalo kedua orang tuanya sudah bercerai. Meski begitu Piyoung masih nggak ngasih tahu Jia wacana kesalahan apa yang sudah ayahnya lakukan. Jia sendiri merasa sedih setelahnya namun ia sanggup menerimanya.
Jia kembali ke kamarnya. Ia teringat di saat bareng ayahnya terakhir kali. Ia kemudian nelpon ayahnya yang lagi sama Ami di klub malam. Ia nggak bilang apa-apa kemudian menutup telponnya sehabis tahu kalo ayahnya bareng temannya. Ami menghampiri Yusin dan diajak pulang.
Setelah telponan Jia merasa tenang.


Shi Eun bicara dengan Seoban. Ia menginformasikan Seoban wacana respons belum dewasa kepada rencana ijab kabul mereka kemudian menanyakan ayah Seoban. Seoban nggak bertujuan ngasih tahu sebab dahulu ayahnya juga nggak ngasih tahu di saat mau nikah lagi.
Hyanggi dan Wuram menyaksikan dari atas. Hyanggi merasa kalo keduanya sungguh cocok. Wuram masuk dan Hyanggi mengikuti. Di dalam Wuram masih menimbang-nimbang ayahnya yang pasti saja menderita nanti. Hyanggi nggak begitu peduli dan mengungkit apa yang sudah ditangani ayah sebelumnya pada mereka. Mereka dibuang. Ia kemudian minta pada adiknya untuk cuma menimbang-nimbang kebahagiaan ibu saja.


Natal tiba. Haerun sudah sembuh. Setelah menemui dokternya ia pergi berbelanja baju untuk Shi Eun.
Dongma gres bangun dan nelpon Piyoung. Ia merindukannya dan ingin Piyouung ada di sampingnya sekarang. Piyoung menyuruhnya untuk pulang lebih permulaan namun Dongma nggak bisa. Ia malah akan pulang sepekan lebih lama. Keduanya kemudian membicarakan wacana ijab kabul hingga Dongma nggak ingin menutup telponnya. Dih Piyoung hingga senyum-senyum sendiri.
Setelah telponan Hyerong secara tiba-tiba timbul namun Piyoung nggak sanggup ngasih tahu beliau habis telponan sama siapa. Ia malah bilang kalo itu dari Jia.


Haerun sudah selesai berbelanja baju. Lah Shi Eun sama Seoban melalui di belakangnya namun ia nggak lihat. Keduanya naik lift. Haerun ada di depan lift tanpa tahu yang terjadi.
Shi Eun mau membelikan busana untuk Seoban namun ia menolak. Adiknya juga lazimnya membelikannya.
Setelah kelas selesai Wuram mengajak Jia untuk berbelanja minum.
Shi Eun yang sedang minum sama Seoban membicarakan adiknya. Seoban menginformasikan wacana sifat adiknya. Shi Eun bertujuan menjodohkannya sama Hyerong namun Seoban melarang.


Wuram hasilnya menginformasikan Jia kalo ibunya akan menikah sama Pak Seo. Jia terlihat kecewa namun nggak menunjukkannya. Wuram mengaku nggak begitu menyukainya dan menimbang-nimbang ayahnya. Jia memberi pemahaman kalo di saat mereka remaja nanti dan ingin menikah namun orang bau tanah melarang, itu akan seumpama di drama. Ia berpesan agar Wuram jangan melakukannya. Sebelumnya ibunya sudah banyak berkorban untuknya dan kakaknya dan kini gilirannya berkorban untuk sang ibu.
Selanjutnya Jia juga ngasih tahu kalo ibu dan ayahnya sudah bercerai. Wuram menanyakan alasannya namun Jia sendiri juga nggak tahu penyebabnya.

Hyerong beneran datang. Setelah menidurkan Jeongbin ia menemui ayah dan ibu. Ayah memintanya untuk tiba makan malam di saat Natal namun Hyerong nggak bisa. Ia sibuk. Ayah kemudian memintanya untuk rujuk sama Sahyun. Hyerong menolaknya. Ia pikir Sahyun juga nggak akan semudah itu melalaikan mendiang. Ia percaya kalo Sahyun akan berjumpa dengan perempuan yang baik. Selama ini ayah dan ibu sudah berbuat banyak kebaikan dan akan mendapatkan menantu yang bagus nantinya.
Di luar Hyerong berpapasan sama Sahyun namun Sahyun sama sekali nggak melihatnya. Hal itu sempat menghasilkan Hyerong kesal.

Sampai di rumah ibu ngasih tahu Sahyun kalo tadi Hyerong datang. Dia nggak bialng apa-apa dan eksklusif ke kamar Jeongbin. Ibu mengingatkannya untuk basuh tangan dulu. Sahyun sedih menyaksikan putranya.
Haerun sudah di rumah. Ia percaya kalo Shi Eun dan belum dewasa akan memaafkannya kalo ia minta maaf dengan tulus.

Shi Eun menjajal cincinnya. Hyanggi masuk dan mengirimkan paketnya. Ia menyaksikan cincin ibunya dan ikut senang. Mulai kini ia minta ibunya untuk senantiasa memakai busana yang bagus.
Saat berendam Shi Eun bertujuan untuk mulai merawat diri sekarang. Ia berterima kasih atas apa yang sudah ditangani Haerun padanya.
Ayah sama ibu kecewa sama penolakan HYerong. Ia kemudian minta ibu untuk menjodohkan Sahyun sama perempuan lain. Ibu sendiri ragu apa Sahyun akan menerimanya.

Jia sedang bareng ibunya di bak renang. Ia menginformasikan wacana ibunya Wuram yang mau menikah dengan pak Seo dan bagaimana perasaan Wuram. Piyoung merasa kalo orang gampang melalaikan masa lalu. Orang-orang baik akan dengan gampang mendapatkan keberuntungan. Jia menyayangkan kenapa pak Seo memutuskan ibunya Wuram dan bukan ibunya. Piyoung menangkap kalo Jia sungguh menggemari pak Seo.
Jia membenarkan. Ia kemudian menginformasikan kalo ia akan pergi ke toko buku bareng Wuram dan Hyanggi. Piyoung pikir itu bagus. Ia juga akan pergi dengan ibunya Wuram dan Hyerong. Ada dilema dengan mereka dan ia akan mentraktir mereka sekalian mendamaikan. Jia heran, orang remaja juga sanggup bertengkar. Piyoung membenarkan, bukan berkelahi namun cuma salah paham.


Ami ada di toko buku sama Yusin. Saat menyaksikan seorang anak perempuan sama ayahnya ia pun mendesak Yusin untuk menginformasikan Jia wacana dirinya. Yusin terus menangguhkan sehingga Ami berpiikir kalo Yusin nggak akan menikahinya. Yusin secara tiba-tiba sanggup telpon dari rumah sakit dan secepatnya pergi. Tanpa disadari mereka terlihat sama Jia yang lagi sama Hyanggi dan Wuram.
Jia menghampiri Ami sehabis ayahnya pergi. Ami yang menyaksikan Jia merasa kaget. Jia kemudian bilang ke Hyanggi dan Wuram kalo ia ingin bicara sebentar. Hyanggi dan Wurampergi. Wuram ketakutan kalo mereka berkelahi sebab Jia sungguh mengerikan kalo lagi marah. Hyanggi pikir nggak mungkin anak kecil dan orang remaja bertengkar. Mereka kemudian berpikir untuk memantau dari jauh.
Jia dan Ami duduk bersama. Jia merasa kalo mereka pernah bertemu. Ami nggak eksklusif menjawab. Ia pergi untuk memesan minuman.



Dongmi pulang. Hanya ada ahjumma di rumah. Ia terlihat ceria. Katanya kepulangannya yang nggak ngasih kabar mau ngasih kejutan. Ia juga bawa kado buat ahjumma.
Pertamanya Jia menanyakan berapa usang keterkaitannya dengan ayahnya. Setahun? Saat Ami nggak menjawab, Jia pun menyimpulkan kalo niscaya lebih usang dari itu. Ami menginformasikan kalo ia akrab dengan ibunya dan bahkan memanggilnya Eonni. Ia juga menginformasikan namanya namun Jia dengan dinginnya bilang nggak nanya. Ia kemudian menanyakan wacana keluarga Ami. Ami menginformasikan wacana keluarganya di Amerika dan ayahnya yang di Korea yang meninggal belum usang ini.
Jia menanyakan apa ia akan menikah dengan ayahnya? Ami rasa begitu. Jia bangun dan mengambil ponsel dan mantelnya dan berpesan agar ayahnya hidup bahagia.


Hyerong dan Piyoung berkumpul bareng Shi Eun membicarakan wacana rencana ijab kabul Shi Eun sama Seoban. Sampai pada cincin segala. Selanjutnya Piyoung menanyakan anak Sahyun yang sudah waktunya lahir. Hyerong menyampaikan seluruhnya tergolong ajal selingkuhan Sahyun dan merasa kalo itu yakni eksekusi bagi mereka. Dan mertuanya yang memintanya untuk rujuk dengan anaknya sehabis semua yang terjadi.
Ayah Sahyun pulang sambil bawa pohon natal. Sahyun sendiri sedang pergi ke program nikahan teman dekat SMA-nya.
Hyerong pergi ke toilet. Piyoung dan Shi Eun meriksa ponsel masing-masing. Ada banyak panggilan dari Ami. Mereka kemudian ngomongin Hyerong yang dirasa keterlaluan.

Di toilet Hyerong berpikir untuk mendekati Dongma. Ia kemudian kembali dan membatin kalo ia mesti baik sama Shi Eun meski sesungguhnya membencinya.
Ibu ngomelin ayah yang beli pohon natal segala padahal Natal tinggal dua hari lagi. Jeongbin juga kan belum sanggup lihat. Ayah ngasih tahu kalo ia beli pohon Natal bukan buat Jeongbin aja namun buat Sahyun juga. Selain itu pohon Natal juga sanggup merubah suasana.
Mendadak ada yang datang. Temannya Song Yuan. Ayah pikir itu cuma basa-basi aja. Tahunya enggak.

Hyerong dan yang lain menyinggung wacana produser Han yang mau mengambil alih Piyoung. Tahu-tahu Hyerong jadi menyinggung wacana Dongma dan korelasi percintaannya. Saat dengar kalo Dongma putus sama tunangannya menghasilkan Hyerong merasa senang sebab memiliki peluang. Piyoung memutuskan diam. Tapi di saat Shi Eun bilang kalo Dongma akan kembali dalam beberapa hari, ia juga ikut senyum.
Ami menyaksikan Jeongbin dan merasa kalo beliau sungguh menggemaskan.
Hyerong sedang menyetir dan bicara wacana dirinya yang menarik dan sudah sepatutnya mendapatkan seseorang yang menarik juga.

Ami bicara sama ayah dan ibu sehabis menyaksikan Jeongbin. Ia kemudian menyaksikan pohon Natal dan menampilkan untuk menolong menghiasnya.
Piyoung pulang. Jia ngasih tahu kalo neneknya sudah pulang. Dia bawa kado untuk mereka. Piyoung mau nelpon namun nggak jadi.
Setelah selesai mempercantik pohon natal, ayah sama ibu mengajak Ami untuk minum sikhye dan makan namun Ami nggak bisa. Dia mesti secepatnya pergi untuk memesan camilan manis atau kalo enggak akan kekurangan nanti.

Shi Eun berkumpul dengan anak-anaknya dan diberi tahu wacana yang ditangani Jia di saat berjumpa dengan selingkuhan ayahnya. Mendadak Hyerong datang. Ia ngasih bawaannya ke Shi Eun sebab sudah menemaninya berobat. Shi Eun menolak namun Haerun memaksa sehingga ia menerimanya.
Setelahnya Haerun minta seluruhnya untuk duduk. Ia menyodorkan keinginannya untuk kembali dan rujuk sam Shi Eun. Shi Eun menginformasikan kalo itu sudah telat dan nyuruh Haerun untuk pergi. Haerun kembali meminta maaf dan prospektif akan menjada mereka kembali. Ia kemudian menanyakan program mereka final pekan nanti. Hyanggi dan Wuram menginformasikan kalo mereka akan ke resor untuk bermain ski.

Haerun mau ikut ke sana namun Shi Eun dan belum dewasa cuma diam. Ia kemudian menggantinya jadi nyetir aja hingga nggakjadi ikut. Shi Eun kemudian mengajak Haerun untuk bicara di luar. Haerun memesan teh. Hyanggi tiba dan duduk membelakangi ibunya.
Wuram ditelpon sama Seoban (apa ibunya kali).
Setelah Haerun kembali, Shi Eun menginformasikan kalo ia akan menikah. Haerun tanya-tanya wacana kandidat suaminya tergolong pekerjaannya namun Shi Eun nggak mau ngasih tahu. Haerun masih nggak percaya dan berpikir kalo Shi Eun bercanda. Shi Eun membantah dan kedepannya ia melarang Haerun untuk tiba lagi untuk mengusik anak-anak. Haerun menyesali. Ia bahkan mengatakannya di depan anak-anak.


Hyerong tiba ke tempat tinggal Sahyun. Setelah turun dari kendaraan beroda empat secara tiba-tiba ia malah kembali masuk. Ia kemudian ketemu sama ibu dan diajakin ke rumah. Sampai rumah ia menyaksikan ada pohon Natal. Ibu memasak. Mendadak Jeongbin nangis. Ibu pikir mungkin saatnya ganti popok sebab Jeongbin habis minum susu tadi. Hyerong pun ke kamar Jeongbin untuk mengubah popoknya.
Ayah keluar dari kamar mandi dan menyaksikan kursi portabel yang dibawain sama Hyerong.
Hyerong sudah selesai mengubah popok. Nggak tahu kenapa Jeongbin menyaksikan ke arah lain padahal ia mengajaknya bicara hingga menampilkan mainannya. Dan di saat ia menyaksikan ke samping, betapa kagetnya ia menyaksikan ada ibunya Jeongbin di sana.
Bersambung…