Tentangsinopsis.com – Sinopsis Let Me Off The Earth Episode 13, Apabila Kamu sedang mencari bab rekap-rekapnya ada di goresan pena yang ini. Namun untuk goresan pena yang lain Episode Sebelumnya dapat baca disini.


Jiwu menyodorkan belakang layar yang Hangyeol nggak tahu merupakan kali ini ia menggemari Yejin. Hangyeol bingung. Kenapa Jiwu dan Semin bilang kalo ia suka sama Yejin. Jiwu menginformasikan kalo itu sungguh jelas.
Hangyeol menekankan kalo seumur hidup ia nggak pernah suka sama Yejin. Nggak akan pernah. Jiwu meragukannya. Gimana ia dapat yakin? Orang-orang berganti seiring waktu. Hangyeol terdiam. Apa yang Jiwu katakan benar. Orang-orang berganti seiring waktu.

Hangyeol masih menjawab pertanyaan di bot horoskop. Ia merasa kalo orang di sekelilingnya mulai berubah. Termasuk dirinya sendiri. Bola Kyumin yang umumnya kena Yejin kini kena dia. Hangyeol memandang Kyumin tajam di saat Kyumin mengambil bolanya dan menyuruhnya untuk hati-hati.

Di kelas Yejin dan Nari menyaksikan cincin yang yang dibikin dari manik-manik di ig. Yejin ingin warna biru langit dan membayangkan memakainya di jarinya. Nari juga menyukainya dan mau memakainya bersama.
Hangyeol masuk kelas dan eksklusif duduk di bangkunya. Nari dan Yejin kalut lihatnya. Hangyeol kayak orang depresi.

Hyujin tiba sama kawan sekelasnya yang berjulukan Yujin dan ngasih tahu Ohreum kalo ia banyak menurunkan berat badannya cuma dengan makan tomat ceri dan melaksanakan lompat tali 2000 kali perhari.
Ohreum nampak nggak tertarik. Hyunji kemudian menyindir Sojung dengan bilang kalo kelas mereka nggak pernah melaksanakan pertukaran wilayah duduk. Ohreum sama Yeonju eksklusif menyaksikan Sojung. Keduanya mulai sinis bilang nggak mau duduk di dekatnya. Yejin yang melihatnya merasa kasihan sama Sojung.


Saat jam olahraga, Sojung menyendiri sedang Ohreum bersana Yeonju. Yeonju bertujuan untuk mengajak Yujin untuk tiba ke perta ulang tahun Hongjin Oppa. Keduanya kemudian jalan melalui Sojung sambil meliriknya sinis
Yejin menghampiri Sojung dan mengomentari cincin maniknya. Ternyata Sojung menjadikannya sendiri. Yejin kembali memujinya dan bioang kalo Sojung berbakat. Sojung menginformasikan kalo mulanya ia payah. Ia cuma menjadikannya untuk mengisi waktu luang.
Nari dan Eunji menghampiri Yejin dan menginformasikan kalo mereka mesti berpasangan untuk berlatih voli. Jiwu telah pergi duluan. Sojung ingin berpasangan dengan mereka namun nggak berani bilangnya. Apalagi Nari menyerupai nggak suka dengannya.

Ketiganya mengeluhkan telah usang nggak berolahraga. Sojung juga bilang kalo ia juga berat badannya makin banyak selama liburan. Eunji nggak merasa begitu dan menyebutnya tukang bohong. Yejin yang berupaya untuk mempertahankan perasaan Sojung bilang kalo kelihatannya ia nggak begitu.
Sojung menampilkan kalo betisnya besar di saat duduk. Eunji merasa kalo kelihatannya Sojung cuma melebih-lebihkan. Sojung melanjutkan kalo ia ingin berat badannya jadi 40 kg. Nari beropini kalo ia akan terlihat menyerupai tengkorak dengan berat tubuh segitu. Sojung berargumentasi kalo itu untuk kepuasan diri sendiri. Eunji nggak percaya dan berpikir kalo Sojung cuma ingin pamer.
Nari menanyakan Hangyeol ke Yejin. Dari tadi ia nggak melihatnya. Eunji mengaku melihatnya di UKS tadi. Yejin jadi kalut dan berpikir kalo Hangyeol sakit. Ketiganya kemudian pergi ninggalin Sojung.


Yejin tidur di kelas. Nari mengajaknya makan alasannya merupakan telah waktunya makan siang. Yejin menyaksikan Hangyeol yang belum kembali. Mungkin masih di UKS. Eunji mengajak mereka untuk secepatnya pergi alasannya merupakan ia kelaparan. Yejin menanyakan Jiwu. Nari ngasih tahu kalo Jiwu ke ruang guru dan nyuruh mereka untuk duluan.
Saat ketiganya mau pergi, Sojung secara tiba-tiba menemui mereka dan mau makan siang dengan mereka. Yejin eksklusif oke namun Nari dan Eunji merasa nggak nyaman. Kenapa mereka mesti makan dengannya?
Sojung berkilah kalo ia mau ngasih sesuatu ke mereka. Eunji eksklusif menolaknya. Ia nggak ngerti kenapa Sojung bersikap baik pada mereka. Yejin menegur Eunji. Eunji merasa percaya kalo Sojung mendekati mereka alasannya merupakan Ohreum meninggalkannya. Nari pikir Sojung melakukannya alasannya merupakan berpikir mereka penurut.
Sojung membantahnya. Eunji menuntutnya untuk menyampaikan yang sebenarnya. Nari menginformasikan kalo Yejin terlalu baik untuk menolaknya namun ia dan Eunji merasa nggak nyaman. Eunji juga percaya kalo Sojung akan mencampakkan mereka di saat baikna sama Ohreum. Sojung nggak dapat bilang apa-apa.
Eunji dan Nari pergi duluan sedang Yejin merasa bingung.


Saat mereka kembali, ada 4 cincin manik di meja Yejin. Yejin menginformasikan kalo Sojung memberikannya pada mereka. Ia menjadikannya sendiri. Nari dan Eunji nggak mau menerimanya. Dikira ia akan diterima dengan memberi itu.
Yejin membantahnya. Ia yang mengajukan pertanyaan pada Sojung. Nari kekeuh nggak mau menerimanya. Eunji malah lebih parah lagi. Ia mengambil cincin manik itu kemudian mencari Sojung untuk mengembalikannya langsung.

Hangyeol keluar dari UKS. Sambil menyimak airpods ia bertanya-tanya apa yang mau terjadi dengan lingkungan asing nya. Ada lebih dari 100 pertanyaan di bot horoskop. Andai ia juga dapat mengajukan pertanyaan ke Bot Horoskop.
Ia kemudian kembali ke kelas. Kalo seluruhnya berganti apa ia dapat berusia 20? Ia mengambil tasnya dan memperoleh minuman dari Yejin. Dia memberikannya alasannya merupakan berpikir kalo Hangyeol sakit. Saat itulah Hangyeol menyadari kalo apa yang Jiwu katakan benar. Ia menggemari Yejin.


Eunji mengembalikan cincin manik Sojung. Padahal Sojung menjadikannya untuk mereka. Eunji menekankan kalo mereka nggak mau menerimanya. Ia menyerahkannya di tangan Sojung. Menurutnya Sojung melakukannya biar mereka baik padanya. Ia mengungkit apa yang Baru katakan kalo mereka merasa nggak tenteram di dekatnya. Ia nyuruh Sojung untuk membayangkan jadi mereka.
Sojung mengaku kalo ia memberikannya alasannya merupakan ia ingin minta maaf pada mereka. Kalo ia jadi mereka ia juga akan merasa nggak nyaman. Karena itulah ia membuatnya. Eunji sinis. Dah telat. Sojung nangis. Ia nggak minta mereka untuk melupakannya. Ia juga nggak ingin mereka memahaminya. Ia cuma ingin minta maaf. Mungkin itu peluang terakhirnya. Ia kembali menyodorkan cincin maniknya.
Bersambung…