Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 9 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di goresan pena yang ini. Pastikan Kalian juga mesti mengenali kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.
Foto JTBC
Joon Hyuk makan ikan bakar dengan Kepala Na. Selagi menanti ikannya matang, Joon Hyuk mengeluarkan kail dari dalam pecahan ikan yang belum dibakar.
Joon Hyuk : Kau tahu ini apa?
Kepala Na : Ini kail ikan.
Joon Hyuk : Ya. Itu artinya nelayan yang menangkapnya. Ini tidak diternak. Jika belut memiliki ini di kerongkongannya, harganya akan naik. Belut merupakan binatang yang waspada. Sangat sukar menangkapnya. Tapi anehnya, beberapa merangkak di gunung di siang hari. Airnya kian jernih kalau mereka naik. Mereka tahu di sana lebih baik.
Kepala Na tertawa, kalau lahir di air, mereka mesti mati di air. Apa gunanya jauh-jauh naik?
Joon Hyuk : Kenapa? Mereka semua akan terbakar di oven setelah beberapa tahun. Kenapa tidak menjajal memanjat setidaknya sekali saja? Kerongkongan mereka balasannya akan terkena kail juga.
Foto JTBC
Sekarang, kita ditunjukkan ke saat2 Ji Soo dan Joon Hyuk di ruangan Soo Do.
Soo Do murka dan menghujat mereka, kalian sangat yakin diri? Dasar reporter sampah. CEO kalian terang tidak tahu kalian di sini. Tentu saja, kalian akan dipecat. Tapi apa kalian sangat ingin menyaksikan final dari Harian Korea?
Foto JTBC
Joon Hyuk memandang Ji Soo.
Joon Hyuk : Kau sudah dengar, bukan? Mulai sekarang, kita berisiko dipecat. Pikirkan baik-baik.
Ji Soo balas memandang Joon Hyuk.
Ji Soo : Tidak ada gunanya berpikir. Mari kita hadapi langsung hingga akhir.
Foto JTBC Foto JTBC
Sementara itu, Sang Kyu meminta Yoon Kyung berpikir sebelum bicara.
Sang Kyu : Apa yang kamu temukan dari ini? Kau tidak tahu cara kerja bisnis ini? Kau menyingkir dari risiko dan menjangkau kesempatan. Tanggung jawab? Penyesalan? Bisakah kamu menguangkan pujian? Jangan mati kelaparan di depan pesta.
Yoon Kyung : Tentu saja, “BAP” lebih berefek ketimbang “PEN”. Tapi saya tidak akan memberi anak-anakku kuliner busuk. Aku sanggup memberi mereka makan sendiri.
Yoon Kyung mengembalikan selebaran sekolah di mancanegara ke Sang Kyu.
Foto JTBC Foto JTBC
Kembali ke Joon Hyuk, Ji Soo dan Soo Do.
Joon Hyuk : Anda sudah dengar, bukan? Anda mengajukan pertanyaan apa kami yakin diri? Tentu saja. Seseorang berupaya menyamarkan laporan pribadi selaku laporan salah untuk pencucian bisnis anda. Kami sudah menyelidikinya. Kami meragukan Kepala Na, kemudian Redaktur Yoon. Tapi pada akhirnya, cuma CEO kami yang tersisa.
Soo Do : Sidangnya sudah berakhir, dan namaku dibersihkan.
Foto JTBC
Joon Hyuk kemudian menaruh postingan ihwal kesepakatan nikah Sung Hee, lengkap dengan fotonya Sung Hee.
Soo Do terkejut melihatnya.
Joon Hyuk : Astaga, saya menebak dengan benar. Anda mengambil umpanku dua kali hari ini.
Soo Do terkejut, apa?
Foto JTBC
Joon Hyuk dan Ji Soo berdiri.
Joon Hyuk : Karena persidangan sudah rampung dan nama anda dibersihkan, anda pikir itu berakhir? Jaksa dan hakim sampah mengakali persidangan. Apa yang sanggup disiasati reporter sampah? Tetaplah bareng kami.
Foto JTBC
Joon Hyuk dan Ji Soo beranjak pergi.
Joon Hyuk dan Ji Soo berlangsung dengan gagahnya keluar dari kantor Soo Do.
Tapi begitu datang diluar, Ji Soo mengaku beliau gemetaran tadi dan jantungnya nyaris meledak.
Joon Hyuk tertawa, kenapa?
Joon Hyuk : Kau berbakat. Kau sanggup menjadi reporter sampah yang baik.
Ji Soo : Siapa perempuan di foto itu?
Joon Hyuk : Aku belum tahu.
Ji Soo : Apa kamu melempar tali pancing tanpa tahu apa itu umpannya?
Foto JTBC Foto JTBC
Joon Hyuk : Kau memahami sekarang? Kau sadar kenapa saya membawamu ke sini?
Ji Soo : Kenapa?
Joon Hyuk : Jangan pernah melakukan liputan memancing yang tidak etis ini. Jadilah reporter yang bagus dan lakukan laporan dengan benar.
Ji Soo : Kau juga menipuku. Bagaimanapun, Redaktur Yoon memang melakukan sesuatu, menyaksikan dari suap MP Go. Bukankah itu pemberitahuan eksklusif?
Foto JTBC
CEO Park membahas kunjungan Joon Hyuk dan Ji Soo ke kantor Soo Do dengan Kepala Na.
CEO Park ketakutan orang di perusahaan tahu bahwa Sung Hee merupakan ponakannya karena Joon Hyuk dan Ji Soo menyampaikan foto Sung Hee ke Soo Do. Dia menduga, siapa pun di perusahaan tahu.
Kepala Na : Tidak ada yang mengutus mereka. Mereka mengunjunginya sendiri. Para reporter Harian Korea merupakan pena dan pisau anda. Mereka memutuskan itu. MP Go niscaya sadar beliau tidak sanggup mengandalkan anda lagi.
CEO Park : Bukankah mengutus melakukan laporan lanjutan inspirasi yang buruk?
Kepala Na : Lagi pula, saya tidak bertujuan mengunggahnya. Tapi saya tidak menyangka mereka akan mendatangi MP Go. Mereka terlalu gigih. Ini salahku.
CEO Park : Bagaimana dengan kecelakaan mobil?
Kepala Na : Aku menutupinya dengan baik, jadi, jangan khawatir.
Foto JTBC
Joon Hyuk setengah berlari, membawakan Ji Soo makanan.
Mereka duduk di taman.
Joon Hyuk : Kyu Tae pernah berbelanja ini dan saya jadi menyukainya.
Ji Soo : Terima kasih.
Joon Hyuk : Bagus untuknya. Dia punya kualifikasi yang bagus. Keluarganya niscaya kaya, bukan?
Ji Soo : Entahlah. Kudengar keluarga Kyung Woo lebih kaya.
Joon Hyuk : Benarkah? Semuanya sejahtera.
Joon Hyuk kemudian mengajukan pertanyaan apa yang hendak Ji Soo lakukan.
Joon Hyuk : CEO niscaya sudah tahu ihwal kita. Kita sanggup kehilangan pekerjaan sebab agresi reporter sampah ini.
Foto JTBC
Ji Soo pun mematahkan roti panjangnya menjadi dua keping.
Ji Soo : Tidak mesti kita berdua. Salah satu sanggup bertanggung jawab.
Joon Hyuk : Praktis mengatakannya. Tapi kamu tahu, kamu tidak sanggup disalahkan.
Ji Soo : Aku tahu. Aku tidak bisa. Aku cuma junior. Jika ada yang mesti disalahkan, semestinya kau, reporter veteran 13 tahun.
Joon Hyuk : Dasar berandal. Apa katamu?
Ji Soo : Mari bicara dengan realistis. Para bau kencur yang tidak tersentuh condong dikorbankan. Ibuku bilang cuma dokter dan hakim yang sanggup memperbaiki sesuatu. Tapi apakah mesti kita memperbaiki sesuatu untuk dianggap hebat? Bukankah bertahan hingga final cukup?
Joon Hyuk : Aku mengerti. Kau membuatku bertanggung jawab sendiri.
Ji Soo : Tidak, saya tidak berupaya membuatmu melakukan itu. Maksudku, kalau kita tidak sanggup merubah keadaan, setidaknya kita dilarang berkecil hati. Jangan salah paham.
Joon Hyuk : Kau cuma sanggup bicara.
Foto JTBC Foto JTBC
Ji Soo : Kau melarangku melakukan ini. Tapi rasanya menyenangkan, saya menyerupai menjadi reporter sungguhan. Bagus bahwa jantungku berdebar setidaknya sekali. Jika saya membisu atau berbohong sebab takut akan dipecat, itu bahkan lebih menyerupai sampah.
Joon Hyuk melamun mendengar kalimat Ji Soo itu.
Foto JTBC Foto JTBC
Kepala Na bertujuan menghukum Joon Hyuk dan Ji Soo, namun CEO Park melarang.
CEO Park : Reporter menilik suasana mencurigakan. Kita dilarang senantiasa menghentikan mereka.
Kepala Na mengerti, anda benar. Mereka berspekulasi…
CEO Park : Bukan menetapkan kebenaran.
Kepala Na : Kini anda jurnalis terhormat.
Keduanya lantas tertawa licik.
Bersambung ke part 2….


















