Hush Ep 16 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 16 Part 3, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di goresan pena yang ini. Pastikan Kalian juga mesti mengenali kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Joon Hyuk minta maaf pada semuanya.

Joon Hyuk : Tapi ucapanku di saat itu… Semua itu benar. Maafkan aku.

Yoon Kyung : Bagaimana dengan putrimu? Dia tiba-tiba meneleponmu?

Joon Hyuk : Ya. Kau tahu? Dia bermain selo. Dia andal. Julukannya Han Cello. Dia sehebat itu.

Joon Hyuk memandang Ji Soo.

Joon Hyuk : Bagaimanapun, ia terlihat kuat. Tanpa kecemasan. Seperti seseorang.

Ji Soo tersenyum memandang Joon Hyuk.

Joon Hyuk : Aku tidak sanggup meneleponnya alasannya yakni tidak berani. Aku pengecut. Tapi sebenarnya, saya bukan pengecut. Aku bodoh. Aku tidak dewasa. Jika kamu bertelanjang kaki, sepatumu ada di rumah. Aku tidak tahu apa yang hilang dariku.

Se Joon menepuk-nepuk pundak Joon Hyuk.

Se Joon : Bukan cuma kau. Aku hidup selaku orang yang tidak dewasa.

Yoon Kyung : Ini semua salah kami. Kami sebaiknya memercayaimu apa pun yang terjadi.

Ki Ha sambil nyemilin kerupuk, minta maaf.

Ki Ha : Seharusnya aku, dari semua orang, yang memercayaimu.

Joon Hyuk : Tidak, kau, dari semua orang, yang tidak akan pernah memercayaiku. Benar, bukan?

Ki Ha : Tunggu, apa?

Semua tertawa.

Kyung Woo : Aku yakin kepadamu.

Joon Hyuk : CEO ingin saya mengadakan pertemuan pers. Jika kubilang saya membuatkan informasi artifisial dan dengan rendah hati menerima langkah-langkah pendisiplinan apa pun, ia akan mengembalikan pekerjaanku.

Yoon Kyung : Dia akan menyalahkanmu atas rumor mengenai ajal Soo Yeon.

Ki Ha : Jadi, ia akan menguburmu, tetapi tidak memecatmu?

Joon Hyuk : Aku akan mengelola itu. Sudah cukup, Lee Ji Soo? Ada permasalahan dengan perekrutan pemagang.

Joon Hyuk ngasih Ji Soo daftar selesai pelamar yang sukses.

Di sana, ada nama Ji Soo, Soo Yeon dan Joo Ahn.

Joon Hyuk : Tapi kamu tidak dipekerjakan alasannya yakni orang lain. Jadi, jangan berani-berani berhenti.

Ji Soo : Tapi saya mesti melakukannya. Aku tahu ada permasalahan dalam proses perekrutan. Aku tidak sanggup terus bekerja, akal-akalan tidak tahu.

Joon Hyuk : Kau tidak pernah mematuhi seniormu, bukan?

Ji Soo : Senior? Aku tidak akan menjadi pegawai Harian Korea mulai besok. Secara teknis, kamu bukan seniorku. Sekarang kamu anabawang ayahku.

Joon Hyuk : Ya, Sok Pintar.

Ji Soo : Aku memikirkanmu di saat menyaksikan SMS-nya hari ini. Pesan “junior yang renta dan bodoh” itu.

Se Joon : Ji Soo yakni anak didik Jun Hyuk. Dia Han Jun Hyuk model wanita?

Mereka tertawa.

Joon Hyuk cs beranjak keluar dari kedai.

Joon Hyuk : Maaf. Semua akan baik-baik saja besok. Jangan terlalu khawatir.

Ji Soo : Besok? Apa ada hari esok di Harian Korea?

Joon Hyuk : Bukankah itu tergantung pada apa yang kamu tawarkan?

Ji Soo : Apa?

Joon Hyuk : Kau kalah jikalau tidak bermain. Batu, kertas, gunting! Batu, kertas, gunting!

Ji Soo yang sudah paham, mengeluarkan batu.

Tapi Joon Hyuk tiba-tiba mengeluarkan gunting. Semua terkejut dan bingung.

Joon Hyuk : Maaf. Aku kalah.

Besoknya, pertemuan pers digelar.

Joon Hyuk tengah membaca pernyataan resmi yang sudah disiapkan perusahaan untuk ia baca di hadapan wartawan.

Kepala Na datang.

Kepala Na : Baca apa yang diberikan. Jangan tambahkan apa pun.

Joon Hyuk : Kenapa? Kau masih gugup?

Kepala Na : Bukan gugup. Aku khawatir. Ini peluang terakhirmu.

Joon Hyuk masuk ke ruangan pertemuan menenteng pernyataan itu.

Dia mengenalkan diri.

Joon Hyuk : Saya Reporter Digital Korea, Han Joon Hyuk.

Di Harian lain, Ji Soo, Yoon Kyung, Se Joon, Kyung Woo dan Ki Ha diwawancara.

Ji Soo : Saya, Reporter Junior Harian Korea Digital, Lee Ji Soo.

Yoon Kyung : Saya Redaktur Meja Kota Harian Korea, Yang Yoon Kyung

Se Joon : Saya Wakil Redaktur Harian Korea Digital, Jung Se Joon.

Ki Ha : Saya Manajer Tim Harian Korea Digital, Kim Ki Ha.

Kyung Woo : Saya Reporter Meja Kota Harian Korea, Choi Kyung Woo. Saya sanggup mengatakannya sekarang. Saya dibayar Kepala Redaktur Harian Korea, Na Sung Won. Dan saya melaporkan setiap gerakan para reporter Meja Kota dan cerita mereka. Saya mata-matanya.

Kembali ke Joon Hyuk. Dia mengaku bahwa ia dengan sengaja meniadakan situs No Gain, No Pain.

Mendengar itu, Sang Kyu murka dan mau menghajar Joon Hyuk tetapi dilarang Sung Han.

Sung Han : Tutup mulutmu dan duduklah. Jika kamu ke sana dan laga dengannya, kondisi akan terlihat lebih menggelikan. Benar, bukan? Lihat Kepala. Dia duduk membisu bukan alasannya yakni tidak apa-apa.

Ji Soo : Redaktur Kepala Harian Korea, Na Sung Won mendiskualifikasi Oh Soo Yeon, peringkat pertama di antara pemagang, cuma alasannya yakni ia lulus dari universitas provinsial.

Joon Hyuk : Tapi ada argumentasi terang yang memaksa Reporter Oh menghasilkan keputusan drastis. Itu perekrutan pemagang sendiri. Harian Korea merekrut pemagang untuk memberdayakan putra MP Hong dari Partai Demokrat. Putranya yang sebaiknya menjadi CEO Harian Korea. Itu semua pertunjukan untuk memberdayakan Hong Kyu Tae dan bukan orang lain.

Yoon Kyung : Redaktur Meja Kota Harian Korea, Yoon Sang Kyu memicu informasi pribadi perekrutan ilegal menjadi laporan salah untuk menolong MP Go, yang memperkenalkan MP Hong ke CEO Park. Kepala Na memaksakan cerita karangan untuk Grup Nammoo.

Ki Ha : Perantara An Ji Yoon mengeluarkan duit Kepala Na untuk cerita bias guna membela Grup Nammoo. Selain itu, ia memimpin abolisi “Tanpa Hasil, Tanpa Derita”.

Se Joon : Yang lebih mengenaskan tetap ada. Perekrutan pemagang yang tidak adil, laporan palsu, dan abolisi “Tanpa Hasil, Tanpa Derita”. Ini semua ditangani untuk nominasi ilegal CEO Park menjadi seorang MP.

Joon Hyuk : Ini bukan penyingkapan. Apalagi informasi eksklusif. Saya mendedikasikan ini terhadap Reporter Magang Oh Soo Yeon. Ini penyesalan dan penebusan dosa kami.

Kita ditunjukkan flashback di saat mereka sepakat melaksanakan pertemuan pers dan wawancara.

Flashback…

Sebelum berpisah di kedai kawasan biasa mereka minum, Joon Hyuk minta maaf alasannya yakni ia kalah.

Joon Hyuk : Aku kalah, jadi, biarkan saya mengakhirinya. Konferensi pers itu, saya sengaja ingin itu terjadi.

Ji Soo : Apa maksudmu?

Joon Hyuk : Semua orang di bidang ini saling terhubung. Ini niscaya peluang yang mereka sediakan dengan sukarela. Aku sengaja pergi ke Harian Shilla dan tertangkap tangan oleh Kepala. Itu semua untuk pertemuan pers.

Yoon Kyung : Apa yang mau kamu laksanakan jikalau mereka tidak mengizinkanmu melaksanakan pertemuan pers?

Joon Hyuk : Menerbitkan buku itu dan masuk penjara.

Ji Soo : Jadi, kamu mendustai CEO, Kepala, dan aku?

Joon Hyuk : Maaf.

Yoon Kyung : Tentu saja, sudah kuduga. Baiklah. Mari kita laksanakan bersama. Lebih baik saya berhenti jikalau mesti bersikap kekanak-kanakan seumur hidupku. Anak-anakku menyuruhku menjalani hidupku.

Ki Ha : Aku juga. Istriku melarangku menahan diri. Dia menyuruhku berhenti.

Se Joon : Kau tahu, Parker-ku… Dia menyuruhku mengawali dari permulaan jikalau tidak benar.

Yoon Kyung melarang Kyung Woo mengikuti mereka.

Kyung Woo : Apa maksudmu? Aku anak Kapten dan salah satu dari HUSH. Aku juga akan ikut.

Joon Hyuk : Aku memahami perasaan kalian, tapi…

Yoon Kyung : Jangan berlebihan. Kami berkumpul alasannya yakni Ji Soo, bukan kau.

Flashback end…

Besoknya, Joon Hyuk menyediakan surat resign nya pada Kepala Na.

Kepala Na : Apa kamu pergi ke Harian Shilla dengan mempertaruhkan pekerjaanmu untuk memasukkan kail pancing jauh ke dalam tenggorokanku?

Joon Hyuk : Aku mesti menghasilkan anda memercayaiku. Jadi, saya mesti tertipu oleh anda dahulu.

Kepala Na : Aku… Apa saya mengajarimu menyerupai ini?

Joon Hyuk : Pertama, putuskan nadanya. Kedua, jangan beri tahu semua orang sebelum menyelesaikannya. Aku mencar ilmu dari anda dengan sungguh baik. Aku tidak menyampaikan apa pun alasannya yakni saya belum selesai.

Kepala Na : Kau pikir CEO akan membiarkanmu? Aku akan menghancurkanmu!

Joon Hyuk : Lakukan apa pun yang anda mau denganku.

Kepala Na yang sudah tidak tahan lagi, membanting mesin kopinya ke lantai.

Joon Hyuk pamit dan beranjak pergi.

Setelah pertemuan pers selesai, Joon Hyuk menemui CEO Park.

CEO Park : Kau menyuruhku melaksanakan pertemuan pers… Tidak. Kau bertujuan melaksanakan semua ini sejak awal?

Joon Hyuk : Kukira anda akan membalas. Mata dibalas mata, bukan?

CEO Park : Kau memang hebat. Sungguh. Jika wawasanmu begitu luas, kenapa kamu tidak mengkhawatirkan atau mengkhawatirkan masa depan?

Joon Hyuk : Tentu saja saya khawatir. Aku panik puluhan dan ratusan kali sehari.

CEO Park marah, kemudian kenapa! Kenapa kamu berbaring di meja operasi?

Joon Hyuk : Walaupun saya menjadi mayit itu, dengan isi perutku keluar, saya mungkin akan tiba-tiba berdiri dan menangkap tangan itu. Tangan yang memegang pisau itu.

Joon Hyuk mencengkram tangan CEO Park.

CEO Park kian kesal dan menawan tangannya.

Joon Hyuk : Anda tanya kenapa?

Joon Hyuk menampilkan kepingan puzzle CEO Park yang hilang.

Joon Hyuk : Anda mungkin berpikir ini tidak berguna. Tapi ini sanggup merusak segalanya. Jika anda melaksanakan kesalahan, bertobatlah. Berhentilah bermain dengan lukisan atau puzzle. Kumohon. Buat koran sungguhan.

Jae Eun, Dong Wook dan Joo Ahn melamun menyaksikan Ki Ha, Ji Soo dan Se Joon beres-beres.

Joo Ahn merasa tidak ena, Ji Soo-ya, aku… saya ingin ambil bagian…

Ji Soo : Tidak apa-apa. Kau di posisi kedua, dan saya ketiga.

Ji Soo, Ki Ha dan Se Joon beranjak pergi.

Tak usang kemudian, Yoon Kyung dan Kyung Woo bergabung dengan mereka.

Disusul dengan Joon Hyuk yang berlangsung paling depan.

Sung Han mewek, bagaimana kalian sanggup melaksanakan ini? Kalian sanggup memintaku ikut bahkan jikalau kalian tidak bersungguh-sungguh.

Joon Hyuk pun mendekati Sung Han.

Joon Hyuk : Ada apa?

Sung Han : Aku cuma terluka. Kalian berhenti secara berkelompok. Aku niscaya bos yang buruk. Yang terburuk.

Joon Hyuk memeluk Sung Han.

Setelah itu, gantian Se Joon yang memeluk Sung Han.

Sung Han : Sampai jumpa.

Se Joon : Jaga dirimu.

Mereka pergi, tetapi di depan lift, mereka berjumpa Sang Kyu. Sang Kyu menertawakan mereka.

Sang Kyu : Saat pergi ke alam liar yang ganas, kalian akan secepatnya menyesalinya. Astaga!

Sang Kyu pergi.

Ki Ha menaruh barang2nya di lantai. Dia bilang ia ketinggalan sesuatu dan pergi mengejar-ngejar Sang Kyu.

Se Joon dan lainnya mengikuti Ki Ha.

Ki Ha : Yoon Sang Kyu!

Ki Ha menghantam Sang Kyu. Sontak semua kaget.

Ki Ha : Itu penting. Aku nyaris lupa.

Ki Ha berteriak senang.

Narasi Ki Ha : Aku menulis untuk melayangkan pukulan adil ke dunia yang tidak adil.

Hidung Sang Kyu berdarah dipukul Ki Ha.

Narasi Sang Kyu : Percaya dirilah, jangan sombong. Rendah hatilah, jangan direndahkan.

Sung Han ketawa menyaksikan Sang Kyu dipukul Ki Ha.

Narasi Sung Han : Aku menyaksikan ke atas, tanpa bersikap ceroboh.

Se Joon high-five dengan Ki Ha.

Narasi Se Joon : Koran yang melawan dunia yang tidak adil.

Yoon Kyung juga tertawa.

Narasi Yoon Kyung : Aku menyimak sepenuhnya dengan hati nurani dan etika.

Kyung Woo tersenyum memandang Ki Ha.

Narasi Kyung Woo : Aku akan melaksanakan yang terbaik bahkan dalam suasana terburuk.

Kamera menyorot Joon Hyuk dan Ji Soo.

Narasi Joon Hyuk : Aku mengajukan pertanyaan terhadap mereka yang tetap membisu di depan kebenaran.

Narasi Ji Soo : “BAP” lebih memiliki efek ketimbang “PEN”.

Joon Hyuk cs mulai berlangsung meninggalkan Harian Korea.

Narasi Joon Hyuk : Kini kami tahu kebenaran sama kuatnya dengan “BAP”. Semoga setiap orang kekanak-kanakan hidup dengan impian dan positivitas di Korea yang gres besok.

Bersambung ke part 4….

Red Shoes (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Red Shoes yakni drama Korea harian bergenre Melodrama, Keluarga, dan Romantis. Serial KDrama ini tayang di kanal televis...