Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 7 Part 2, Cara pintas untuk mendapatkan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Si woo makannya lahap. Hakyunh khawatir ia merasa terbebani alasannya diajak tinggal bersamanya. Si woo senang hakyung jujur karenanta ia juga dapat menjawab jujur. Hakyunh merasa mereka jadi canggung dan ia sedikit menjauh sehabis diajak tinggal bersama.
Si Woo pikir ia yang mengajaknya pacaran membisu diam. Menurut hakyung bukan bermakna mesti ada belakang layar diantara mereka. Si woo menebal mungkin soal pesan tadi. Itu bekerjsama pesan dari distributor properti yang menyuruhnya lihat kamar.
Si woo tak dapat tinggal terus di mes puadiklat. Si woo mengeluhkan cari kamar di seoul itu sulit. Tapi Si woo menolak ajakannya tinggal bareng alasannya ingin memisahkan korelasi asmara dan kehidupan. Hakyung mengerti. Sebenarnya seh Si Woo gengsi.

Ki jun sudah merencanakan makan malam dikala Yu jin pulang. Kijun kemudian menyediakan formulir kredit khusua PNS yang bunganya lebih kecil dari kredit pengantin baru. Ki Jun juga menyepakati menghasilkan postingan khusus yang diminta pemrednya. Yu Jin sungguh senang bahkan menyepakati kredit rumah itu.

Bo Mi merasa ibunya terlihat lebih stres daripada dikala tinggal dengan ayahnya. Makanya nyuruh ibunya bercerai. Bo mi minta ibunya nggak ragu jikalau alasannya dia. Bo mi senang hidup dengan ayahnya namun lebih suka jikalau ibunya bahagia. Ibunya bukan tak senang tinggal dengan ayahnya cuma saja dikala ini ibu dan ayahnya perlu waktu untuk bersahabat lagi.

Si Woo membawakan ayam goreng sehabis minum minum sama pacarnya untuk pak um dan akan bermalam di ruang piket bersamanya. Pak um heran ia malah ke sana. Si woo cuma merasa aib terhadap ceweknya alasannya tidak punya apa apa jadi sukses bertahan berkat gengsinya. Namun semua itu lenyap hari ini.

Ha kyung dongeng dikala ayahnya meninggal ia pernah tinggal di jalanan. Lapara dan kedinginan. Makanya itu Ha kyung tahu rasanya tidak punya rumah dan betapa menderitanya batinnya dikala ini. Hakyung hargai keinginannya memisahkan korelasi asmara dan kehidupan. Begitupula gengsinya yang tak mau aib karenanya. Walau begitu si woo tak perlu berpura pura tak ada masalah.
Pak Um pikir tertangkap tangan berlagak seumpama itu memalukan. Tapi Si Woo merasa tak perlu berpura pura lagi dihadapan perempuan itu dan merasa tak terluka walau maju mendekatinya. Pak Um membenarkan lambat laun jarak kondusif pasangan pun terbentuk

Ki jun menanti ha kyung unyuk meminta pemberian menilik postingan Istimewa cuaca yang ditulisnya. Hakyung menolak atau ia akan mengadukan ke istrinya. Meskipun Ki jun mengungkit pertemanan 10 tahun bersamanya. Sayangnya Ha kyung sudah melalaikan ingatan itu.

Ha kyung hasilnya mengenali Si woo dan Pak um bermalam di ruang piket. Ha kyung juga tahu kalau selama ini Si woo tidur di mobil. Pak um minta ia tak menghiraukannya namun hakyung tak dapat alasannya ia diprotes.

Ki jun sedang risau alasannya hakyung tak mau membantunya. Ditambah ia mendengar isu jikalau Yu jin pernah tinggal bareng staf BMKG dan sukses menikahi lelaki lain.


Si woo dan pak um kembali tidur di kendaraan beroda empat masing masing. Si woo malah tertawa tawa meski banyak nyamuk. Ha kyung melihatnya. Si woo malah dadah dadah sambil tertawa.

Hakyunh hasilnya mengajak mereka ke rumahnya. Tapi nggak gratis. Hakyung akan membagi tiga ongkos pemeliharaan. Keduanya kelihatannya tak tenteram alasannya hakyung seorang wanita. Tapi mereka menyangkal.


Masalah tiba dikala Ki jun yang mabuk tiba ke tempat tinggal ha kyung. Ki jun ingin masuk sebentar. Ha kyung memerintahkan membicarakan kesedihannya dengan istrinya. Pak um mendengarnya dan bertanya, kijun menyaksikan pak um. Bertepatan dikala itu Seok Ho tiba mengirim lauk pauknya dan Si woo tiba dari berbelanja sesuatu.
Suara Ha kyung,namun hidup itu senantiasa diiringi insiden insiden mendadak. Kita mesti tertusuk berkali kali dalam proses memcari jarak kondusif masing masing.
Ha kyung menyeret Ki jun keluar dulu.