Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 15 Part 1, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.


Siwoo berhenti kuliah jurusan geofisika kemudian ikut tes CPNS,jadilah pegawai BMKG eselon tujuh. Ibunya meninggal ketika berumur 7 tahun ayahnya mantan buruh bangunan. Entah apa yang dikatakannya lagi menghasilkan ibu hakyung terdiam.
Dokter menerima benjolan berskala 3 cm yang disangka tumor di paru kanan ayah Siwoo. Hakyung menandatangi formulir biopsi ayah siwoo.
Hujan berkata angin “doronganlah maka saya akan menghujani”

Episode 15 ENSAMBEL
Hakyung menginformasikan ayah Siwoo keadaanya. Ayah Siwoo telah tahu dan pikir benjolan itu biasa bagi orang yang telah tua. Ayah siwoo malah minta 10ribu won buat beli gukbap.Hakyung menyerahkan formulir biopsinya. Hakyung telah mengorganisir administrasinya. Terserah ia mau jalani tes atau nggak. Ayah siwoo melarangnya menginformasikan SiWoo.
Siwoo sendiri tidur di ruang piket lagi.

Yujin belum siap punya anak meski Kijun nyuruh ambil cuti melahirkan. Yujin nggak sanggup ia gres saja memegang kolpm tetap untuk pertama kalinya. Nggak mau kehilangan kesempatan dan karirnya hancur.

Di tengah cuaca hambar yang timbul lebih permulaan embun beku pertama seoul diramalkan akan terlihat hari ini akhir suhu udara yang menurun drastis. Suhu seoul kini tiga derajat dengan suhu efektif menurun sampai 0,7 derajat.
BMKG meramalkan bahwa cuaca akan terasa hambar sampai malam ini dan kembali ke suhu wajar mulai besok sore. Kendati begitu tempat sentral akan berangin kencang mulai besok siang.


Hakyung tiba di BMKG. Ayah Siwoo mengontak biopsinya sore nanti kini ia mesti puasa. Hakyung pamit kerja. Entah apa maksudnya.
Hakyung : Cuaca lebih hambar ketimbang prakiraanku
Pak Choi : itu tidak akan lama. Antisklon kontinental yang berpusat di Siberia memang berekspansi sesaat kendati akan menyusut besok sore alasannya udara hangat di selatan kuat
Hakyung: Berapa hasil pikiran ensambelnya?
Pak Choi minta data prakiraan ensambel pada nona lee.
Prakiraan Ensambel : sistem memininalkan eror dan ketakpastian yang memakai beberapa versi numerik untuk menghasilkan aneka macam prediksi
Pak Choi : Prediksi numerik dan prakiraan ensambelnya memamerkan bahwa suhu akan kembali naik besok sore. Prakiraannya pun tak akan beda jauh dengan laporan kemarin
Hakyung : Pekerjaan kami jadi lebih ringan berkatmu
Pak choi : Bersyukurlah punya senior baik

Hakyung nyerahin ponsel siwoo yang tertinggal di rumahnya. Siwoo ngaku agak linglung kemarin. Hakyung merasa ibunya memang menghasilkan orang linglung. Semua orang di kantor mendengar. Bu Oh Soojin Seok ho eksklusif bergunjing di grup chat.
Ayah Siwoo kembali mengontak hakyung. Sepertinya mudah-mudahan Hakyung menginformasikan siwoo.


Di pantri. Siwoo murka alasannya hakyung ngingetin untuk mengontak ayahnya di tengah cuaca yang mendingin. Bukannya sukar nanyain kabar itu alasannya selama ini ayahnya tak pernah peduli wacana kabarnya. Buat apa Siwoo peduli padanya. Hakyung pikir kini mungkin Siwoo murka benci dan kesal padanya namun nanti ia sanggup saja menyesalinya.
Jika telah begitu tidak mungkin kembali ke masa lalu. Siwoo memastikan nggak akan pernah menyesal dan nggak ada masa kemudian yang ingin diulanginya kembali bareng ayahnya.
Tiba tiba Seokho masuk hakyung ngejelasin mereka cuma berantem kecil alasannya ayahnya. Seokho merasa nggak tanya.benar tuh.

BoMi cuma ingin makan malam sekeluarga di hari ulangtahunnya. Seokho menginformasikan Pak um telah mempersiapkan data versi ECWP di mejanya.


Seokho memarahi Soojin alasannya telah dibilango beberapa kali itu mesti dibandingkan dengan data beresolusi tinggi mudah-mudahan sanggup menyaksikan lokasi cuaca abnormal. Soojin pikir ia cuma minta menganalisia peta prakiraan nggak membandingkannya. Seokho rasa ia telah usang kerja di sana mestinya tahu tanpa diberitahu.
Bu Oh melihatnya dan mau membantunya namun Soojin menolak halus. Bu oh jadi ingat diberitahu Pak Kim tadi divisi kebijakan sedang merayu Soojun untuk pindah.


Pak Um : Apa kamu tak merasa pergerakan barometer ini agak aneh
Hakyung : Kenapa?
Pak um : Melihat energi pedoman jet yang tak berubah bab atas siklon terbelah ini tidak akan gampang menyingkir ke timur
Hakyung : Namun prediksi numeriknya memamerkan suhu akan kembali wajar besok sore. Itu masalahnya. Siwoo coba lihat ini. Lihat ini bagaimana menurutmu?
Siwoo : Kurasa lebih baik kita analisis potensinya dengan membandingkan data dan cuaca aktual.
Pak Um : Kau juga merasa ini aneh kan?
SiWoo : Iya
Hakyung : Apa yang salah?
Siwoo : Bisa dilihat di sini perluasan pedoman jetnya stabil sekali.fenomena ini nyaris tak pernah terjadi kan?
Pak Um : Benar. Aku yang merasa janggal di situ
Lebih baik kita analisis ulang anggota ensambel yang memiliki potensi gelombang hambar yang berlanjut dari aneka macam prediksi ensambel.
Hakyung : Baiklah namun saya akan pakai versi numerik yang ada untuk rapat nanti
Pak um : Pak shin tolong kirim deret waktu cuaca utama


Seokho smsan sama Taekyung. Pekerjaan taekyung nggak tanpa hambatan alasannya cuaca terlalu cerah. Seokho ingat taekyung pernah bilang merasa buruk ketika mendung. Juga lemah ketika dingin. Seokho mau membantunya.

Taekyung buru buru pergi tak tahu jikalau cuaca dingin. Dia tanya mantelnya sama ibunya. Ibu terlihat melongo sepanjang hari. Ibu murka telah setua itu mesti nyariin mantel anaknya yang berusia 40 tahun. Ibu merasa tak bertenaga untuk murka dan minta anak anaknya urus urusan mereka sendiri.


Balik ke BMKG.
Menurut prediksi numerik data prakiraan ensambel suhu hambar diramalkan kembali wajar besok sore namun ada yang ganjil. Menurut Siwoo pedoman jet berdampak masih bertahan di 10 km diatas permukaan dan siklon berdampak yang terbelah bertahan di 5 km diatas belum pindah ke timur. Kaprikornus cuaca hambar akan bertahan tiga sampai empat hari. Maka Siwoo menyarankan meralat prakiraan cuacanya. Hakyung pun sependapat.

Kijun kalut hakyung meralat prakiraan cuaca tim satu. Hakyung tak sanggup merubah data prediksi alasannya takut dibenci. Lagipula ketika masih muda Pak Choi senantiasa membela dan menolongnya alasannya itu ia sanggup menyerupai sekarang. Hakyung juga ingin melakukannya untuk ingusan juniornya.
Kijun memuji senangnya hakyung yang sanggup bersikap berpikir dan berkata layaknya orang dewasa. Hakyung ngerasa tersindir. Kijun lapang dada mengatakannya. Konon segala sesuatu butuh kerja keras tergolong menjadi dewasa.