Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 10 Part 2, Cara pintas untuk menerima spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.


Pak Um alhasil bicara sama BoMi. Pak Um bilang kalau BoMi memberitahunya akan ke sana niscaya akan diajaknya berkeliling. BoMi melarang ayahnya menggunakan kekuasaanya seenaknya selaku PNS. Pak Um ingin beliau mengerti betapa beratnya pekerjaannya di BMKG. Kalau BoMi berakal niscaya tahu. Pak Um akan mentraktirnya ke kantin BMKG jikalau Bomi ke sana lagi. Bomi akan mempertimbangkannya.
Ibunya menegurnya alasannya secara tiba-tiba ke BMKG.
Bo Mi merasa mesti tahu seberapa pentingnya pekerjaan ayahnya hingga mesti meninggalkan mereka. BoMi akan ke sana lagi pekan depan untuk tahu alasannya.

Pak um sungguh senang menyaksikan putrinya ke BMKG kendati tak ada yang lebih susah dari putrinya. Dia nyuruh siwoo menikah dan punya anak. Siwoo tak akan paham sebelum merasakannya. Siapo heran setelah meninggalkan rumah beliau masih memuja keluarganya. Pak um nyuruh Siwoo untuk tidak tinggal terpisah dengan keluarganya. Hidup terpisah terlalu usang tidak baik.

Sementara Taekyung ke tempat tinggal seokho mencari tahu tentangnya ibu mampir ke tempat tinggal hakyung. Taekyung mengenali Seokho tipe orang yang rapi dan anak tunggal. Juga banyak staf BMKG yang tinggal di sekeliling sana.
Taekyung menerima buku karangannya yang berjudul buaya kota karangannya. Menurut SeokHo buku itu cuma kurang observasi namun ceritanya tidak mengecewakan jadi dibelinya.

Hakyung pun murka di saat tahu ibunya memerintahkan taekyung mencari tahu ihwal seokho. Hakyung jadi aib menemuinya. Puncak kemarahan hakyung memerintahkan ibunya merubah nasibnya bila butuh sandaran hidup. Padahal ibu cuma mencemaskannya yang tak kawin kawin. Itu demi kebaikannya
( saya jadi kesal sama hakyung)
Siwoo malah ikut ikutan bilang ibu keterlaluan alasannya hal hal yang dituntut orangtua demi kebaikan anak lebih banyak didominasi tak menghasilkan anak bahagia. Ibu pasti tak dapat membisu saja menyaksikan hakyung bertambah umur dan menyerupai itu…
Ibu shock di saat Hakyung tentukan tak akan menikah. Ibu minta maaf kalau sudah melebihi batas namun hakyung sudah bertekad akan melajang. (apaan seh hakyung kesel jg saya nonton episode ini )

Seokho memberi tahu argumentasi jari kaki belakang buaya ada empat… Taekyung memujinya yang tahu banyak binatang. Taekyung menyiapkan untuk buku barunya yang tokoh khususnya penguin kalau kalau beliau tqhu ihwal penguin. Ternyata penguin hewan kesukaan seokho.

Istri Pak Um minta Pak um melarang BoMi ke BMKG. Tapi Pak um merasa tidak terganggu. Program studi lapangan memang sudah ada sejak dahulu dan beliau senang dapat berjumpa BoMi dengan cara itu. Diam membisu bomi mendengar perdebatan mereka.

Siwoo minta ibu tak terlalu was was soal hakyung beliau begitu niscaya alasannya kesal. Ibu kenal hakyung tak mungkin berkata begitu alasannya kesal. Apa saya terlalu memaksakan kehendak ya?

Hakyung rupanya serius memikirkan tekad untuk melajang. Sesuai kata Siwoo hubungan dengan target menikah itu agak sumpek. Hakyung juga tidak ingin hubungan mereka menjadi beban satu sama lain. Siwoo melamun mendengar kata kata hakyung hinga menjadikannya tak dapat tidur. Begitupun hakyung dan pak um tak dapat terpejam.

Paginya di saat berapat dilaporkan suhu tertinggi siang di semua wilayah naik hingga 32 derajat akhir antisiklon samudera pasifik. Malam tropis disangka akan terus berlanjut. Akibatnya penduduk jadi mudah letih.
Akibat hakyung tak melapor pada Pak Go di saat terjadi eror data di situs metode keterangan meteorologi kemarin sore Pak Go diundang Pak kepala terkait gunjingan di media berjudul Eror data di situs BMKG Disinformasi kerap terjadi.

Kijun teringat reporter gunjingan setempat yang bicara sama Yujin. Dan Yujin juga ditegur atasannya alasannya tak menulis berit itu. Itu alasannya Yujin pikir gunjingan remeh menyerupai itu akan menghasilkan staf BMKG tak dapat bekerja.
Kijun meragukan Yujin yang mengadukan eror data di BMKG alasannya melihatnya bicara sama reporter Heo juyeong. Kijun bahkan menolak mendengar penjelasannya. Yujin hingga menanyakan untuk apa beliau menikahinya jikalau tak percaya padanya. Ketidakpercayaan Kijun kepada Yujin ialah dilema penting dalam kiprahnya selaku istrinya.

Pak Go memarahi hakyung terkait pemberitaan eror data di BMKG. Bila Hakyung tak sanggup bertahan di ekspresi dominan berhati-hati tragedi ekspresi dominan panas Pak Go dapat tambah personal atau cari cara lain. Tetapi hakyung akan berupaya lebih maksimal. Lalu Pak Go menanyakan siapa yang hendak diperintahkan ke sentra badai di pulau jeju terkait masa badai berpengaruh yang tak usang lagi.

Hakyung pun menunjuk Siwoo ke sentra badai nasional di Jeju. Siwoo kelihatannya tak percaya keputusannya itu.
Yujin kelihatannya akan pergi dari rumah. Menurut Kijun siapapun akan salah paham misal Yujun jadi Kijun. Yujin membantah beliau tak akan murka dan akan menyimak penjelasannya. Yujin juga ingin bernafas. Tiap kali menyaksikan Kijun mengernyit YuJUn was was beliau yang jadi penyebabnya dan betapa menyesakkannya. Kijun kelihatannya tak mengerti. Kau tak tahu betapa sesaknya dan sumpeknya hubungan tanpa kesepahaman?

Kijun membalas apa kamu mengerti sedikit saja saya sudah membuang perempuan yang kukencani selama 10 tahun. Yujin minta beliau berhenti mengungkit itu. Kijun pikir itu alasannya Yujin tak percaya akan cintanya hingga tidak ingin melapor ijab kabul dan merisaukan masa depan mereka. Karena itu juga yujin minta mereka tinggal terpisah dahulu untuk memikirkan yang terbaik bagi mereka.

Fenomena malam tropis kian menghasilkan keempatnya tak dapat tidur nyenyak alasannya banyak pikiran.