Tentangsinopsis.com – Sinopsis F4 Thailand: Boys Over Flowers Episode 2 Part 2, Jika Kalian ingin menyaksikan full recapnya tersedia lengkap di goresan pena tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Hari selanjutnya kondisi sudah lebih tenang. Hana mengirim pesan ke Gorya dan mengajaknya makan bareng diam-diam. Dan sewaktu Hana membuka lokernya ia mendapat kartu merah dari F4. Anak-anak kemudian menariknya dari sana.
Gorya menyaksikan orang-orang di sekitarnya sibuk menyaksikan pesan di grup. Ia ikutan melihatnya dan mendapati kalo korbannya kali ini yaitu Hana. Tanpa tunggu usang ia kemudian pergi dari sana.
Hana dibawa ke tengah-tengah stadion menghadap Thyme dan yang lain. Ia akan digunduli. Dan sewaktu orang itu mau melakukannya, Gorya secara tiba-tiba tiba dan minta mereka untuk berhenti. Ia pribadi bicara pada Thyme kalo Hana nggak salah. Musuhnya yaitu dirinya dan lampiaskan padanya.
Anak-anak nyuruh supaya Gorya juga dicukur. Thyme secara tiba-tiba berdiri dan minta biar mereka berhenti. Ia mendorong anak yang pegang alat cukul dan mendorongnya. Ia kemudian mendekat ke Gorya dan bilang akan melepaskan Hana kalo ia mau mencukur rambutnya sendiri.


Semuanya bersorak minta Gorya untuk melakukannya. Gorya sempat termangu hingga ia mendapat keberaniannya. Ia menghampiri Thyme dan bilang kalo ia hanyalah anak kaya yang manja. Perlahan ia mengarahkan alat cukur itu ke kepalanya.
Tahu-tahu terdengar bunyi Ren yang bilang kalo balasan Gorya kemarin salah. Seketika siapa pun melihatnya. Ren kemudian menghampiri Gorya dan menginformasikan kalo waktunya sudah disesuaikan. Perbedaannya bulan ini 5 jam sehingga balasan yang sempurna yaitu pukul 21.00. Ren mengeluhkan kalo ia nyaris aja telat.
Thyme yang merasa jenuh kemudian pergi dari sana. MJ sama Kavin juga nyuruh seluruhnya untuk bubar. Hana nangis dan Gorya memeluknya untuk menenangkannya.

Gorya kemudian lari ke atap namun Ren nggak ada disana. Setelah ombak besar menerjang, maritim kini hening alasannya Ren. ia nggak tahu kenapa beliau membantunya. Tapi tanpa beliau mungkin maritim akan ebih berbahaya. ia cuma berharap nggak akan ada gelombang kedua.
Malamnya Gorya menyaksikan kalo ada banyak orang yang mendukungnya hingga ada tagar tim Gorya segala. Ia nggak nyangka kalo angin akan berubah arah.

Esok harinya 3 anak yang suka ngomongin barang glamor tahu-tahu membersihkan wilayah duduk Gorya yang sarat coretan. Mereka minta maaf pada Gorya alasannya sudah merundungnya. Kata mereka, mereka melakukannya alasannya nggak mau ada kendala sama F4. Tapi kini mereka menyadari kalo mereka bersatu, mererka sanggup melawannya.
Dan untuk sanggup mendukung Gorya, mereka bertujuan untuk menghasilkan akun anonim. Hana menginformasikan kalo mereka sudah menjadikannya lebih dulu. Anak yang di tengah merasa terpikat dan menanyakan apa akun Hana. Tanpa curiga, Hana pun mengumumkan nama akunnya.
Selain itu mereka juga mengajak Gorya untuk ikut hadir di pesta kepulangan Mira dari Prancis. Gorya merasa nggak tenteram alasannya ia nggak pernah tiba ke pesta menyerupai itu. Ia juga nggak punya gaun untuk ke sana.Gadis yang di tengah menenangkan kalo itu cuma pesta biasa dan nyuruuh Gorya untuk memakai busana santai. Ia juga sanggup mengajak orang lain untuk tiba ke sana.

Sampai rumah Gorya menceritakannya ke Kaning. Kaning mendukungnya untuk datang. Suasana di sekolah juga sudah membaik dan sekaranglah saatnya ia sanggup mendapat sobat baru. Gorya masih risau alasannya Hana nggak sanggup datang. Ia niscaya akan sendirian di sana nanti.
Kaning menenangkan kalo Gorya punya teman-temannya dan Ren. Kalo ia mau, ia akan menemaninya. Akhirnya Gorya bersedia untuk datang. Ayah, ibu dan adik Gorya bahagia banget hingga pintunya kebuka gegara didorong sama ketiganya. Mereka semangat banget.


Ibu pribadi menawan Gorya untuk merencanakan diri. Pertamanya adik Gorya menyiapkan tata rias yang hendak Gorya pakai sedang ayah sama ibu hingga bongkar lemari buat mencari gaun yang sesuai. Dih pilihan keduanya nggak ada yang bagus.
Gorya menenangkan kalo ia akan memakai busana biasanya. Temannya bilang kalo itu cuma pesta kecil. Ibu berupaya untuk ngasih tahu Gorya kalo di pesta itu yaitu prospeknya untuk… Dih adik Gorya tahu banget kemana arahnya. Buat sanggup mendapat lelaki kaya lagi kan.
Tapi bukan itu tujuannya ibu. Gorya sanggup saja ketemu sama pangeran impiannya. Alangkah lebih baik kalo ia berpakaian rapi ydan terlihat bagus. Ibu kemudian mengundang anak bungsunya dan memintanya untuk menolong memilih.

Gorya menyaksikan kisah di ig. Ren yang terlihat belakangnya doang sedang gusar menanti sesuatu.
Yang mengambil video yaitu Kavin. Tanpa sengaja ia menabrak seorang pramugari yang berlangsung di belakangnya. Ia bicara dengan bahasa Inggris dan mengajak mereka untuk makan malam dengannya selaku ucapan maaf darinya. Lah ternyata penduduknya sanggup berbahasa Thailand.
MJ menghampiri mereka dan menngajak sang pramugari untuk makan malam dengan mereka. Ia yang hendak traktir. Hadeuh..Thyme dengan seenaknnya melalui kedua pramugari dan menanyakan kapan sampainya. Ia sudah menanti lama.
Kavin menegur Thyme yang sudah menghasilkan para gadis jadi takut. MJ pikir itu alasannya beliau kesepian.. Sambil senyum kavin menampilkan Ren yang jauh lebih kesepian.

Ren terus menyaksikan jam tangannya sambil menggambar. Akhirnya yang ditunggu-tungu hingga juga. Ren menyaksikan Mira. Ia pribadi berlari menghamppirinya, memeluknya dan berputar-putar. Keduanya saling mengungkapkan kerinduan pada satu sama lain.
Ren menanyakan kenapa Mira terlambat. Mira membeeritahu kalo penerbangannya tertunda dan meminta biar Ren jangan marah.9


Thyme dan yang lain mendekat. Mira mengaku merindukan mereka semua. Ia bahkan memeluk mereka bertiga secara brsamaan. Ia menegaskan kalo mereka nggak menghasilkan kendala selama ia pergi. Thyme membantah dan menginformasikan kalo Ren arif menghentikannya.
MJ mengalihkan dan minta biar mereka ngomongin Mira aja. Apa ia menghasilkan seorang lelaki jatuh cinta padanya? Kavin merasa kalo itu bukan pertanyaan. Mira gantian nanyain apa mereka punya pacar? Kavin sama MJ saling membantah dan menunjuk satu sama lain. Tapi Mira tahu kalo mereka senantiasa punya pacar. Ia kemudian gantian nanya ke Ren.
Ren menggeleng. Mira tahu alasannya alasannya Ren cuma mengurung diri sambil menggambar. Ia menyarankan biar Ren keluar dan ketemu sama orang-orang. Tapi Ren malah bilang kalo kayak Mira, ketemu terllau banyak orang juga nggak baik. Ia kembali ke pertanyaan sebelumnya, apa ada yang mengejarnya? Mira bilang kalo beliau akan membisikinya sehingga Ren mendekatkan telinganya namun tahunya Mira malah mengacak-acak rambutnya.

Gorya tiba bareng Kaning. Dari luar mereka takjub menyaksikan rumah yang begitu besar. Sampai di dalam mereka menyaksikan orang-orang memakai gaun dan nggak menyerupai yang Gorya dan Kaning kenakan. 3 gadis yang sekelas sama Gorya menghampiri mereka.
Ternyata mereka sengaja mengatakannya untuk mempermalukan Gorya. Mereka bahkan mau memotretnya dan mengunggahnya. Gorya yang tadinya melawan F4 kini berbalik mengikutinya.
Gorya mau murka namun Kaning menghentikannya. Ia ingin pergi namun nggak jadi sehabis menyaksikan Thyme tiba bareng Kavin dan MJ. Sesaat Thyme sempat menyaksikan Gorya namun sewaktu dilihat lagi Gorya sudah pergi.


Akhirnya Gorya duduk di meja erat kolam renang. Ia sendiri juga meratapi yang terjadi. Dan sewaktu ia mau pergi, secara tiba-tiba ada tamu yang menyediakan piringnya pada Gorya alasannya berpikir kalo Gorya yaitu pelayan. Saat itulah 3 gadis itu tiba lagi. Mereka mengejek Gorya dan mengungkit perihal perbedaan kelas di antara mereka.
Gorya sama sekali nggak ngerti kenapa mereka sungguh jahat padanya. Mereka malah mengungkit perihal Gorya yang menghasilkan akun anonim untuk mrmnela dirinya sendiri. Mereka menegaskan kalo mereka akan memutar balikkan seluruhnya sehingga nggak ada yang memijaknya. Mereka juga sudah menyaksikan semua akun anonimnya.
Dan ternyata mereka juga melakukannya alasannya Ren. Mereka yang sebelumnya menyaksikan Gorya bareng Ren beepikir kalo Gorya sengaja mendekati Ren. Sambil kembali mengungkit soal kelas sosial mereka menampilkan Ren yang lebih cocok bareng dengan Mira daripada dirinya. Bahkan dikabarkan kalo mereka itu pacaran.


Gorya termangu gadis yang ditengah mendorong piring yang Gorya pegang dan menghasilkan bajunya kotor. Ren menghampiri Gorya dan memberinya saputangan untuk membersihkannya. Dih di dalam Thyme juga mau menghampiri Gorya namun malah keduluan.
Mira juga menghampiri mereka dan menanyakan yang terjadi. 3 gadis tadi mengaku nggak sengaja. Sambil senyum Mira berterima kasih alasannya mereka sudah mau datang.
Seakan ingin membalas mereka, Mira mengambil sebotol wiski, mengocoknya kemudian membukanya dan mengarahkannya pada mereka. Ketiganya terkejut dan mundur secara nggak sengaja dan jatuh ke kolam. Mira tersenyum kemudian mengajak Gorya untuk pergi dari sana.


Mira menjinjing Gorya ke kamarnya dan menyiapkan gaun untuknya. Selagi memutuskan sepatu, Gorya menanyakan kenapa Mira membantunya. Mira mengonfirmasi kalo ia yaitu Gorya gang seting Ren bicarakan. Sebelumnya Ren nggak pernah kisah soal seorang gadis padanya dan berpikir kalo Ren mencicipi sesuatu padanya.
Gorya pribadi membantahnya dan merasa kalo itu nggak mungkin. Ia menyinggung Ren dan Mira yang sedang pacaran. Mira cuma tersenyum menanggapinya. Gorya merasa kalo ia nggak cocok sama Ren. Mira melarang Gorya untuk berkata menyerupai itu. Nggak ada yang boleh merasa salah dengan status keuangan atau keturunan. Apalagi dirinya.


Kaning mau naik untuk mencari Gorya namun nggak dibolehin sama penjaga. Dia nggak sanggup masuk kalo nggak dibolehin sama Mira. Kavin menghampirinya dan bilang kalo Kaning yaitu temannya dan mengajaknya turun. Kaning ingin menemui Gorya alasannya kalut padanya namun Kavin mwnganggapnya sanggup mengacaukan pesta. Tupai.
Kaning mengumumkan namanya. Ia Kaning bukan tupai. Kavin menenangkan kalo mereka akan mempertahankan Gorya. Kaning menampilkan wilayah kericuhan sebelumnya dan menyindir kalo mereka sanggup menghapusnya begitu saja dan siapa pun juga mendukung apa yang mereka lakukan. Tapi nggak ada yang memihak Gorya sama sekali. Ia merasa kalo mereka semua sama.
Kavin menyimpulkan kalo Kaning nggak sanggup mempercayai mereka. Kaning meremehkan kalo nggak ada sanggup menjadikannya yakin orang kayak F4. Kavin menyampaikan kalo Kaning nggak mesti yakin pada mereka namun seenggaknya ia mesti yakin pada temannya.

Mira menjinjing kotak sepatu dan menghampiri Gorya. Ia sudah menyaksikan video Gorya sewaktu melawan Thyme. Menurutnya itu sungguh keren. Selama ini nggak ada orang yang berani melaksanakan hal menyerupai itu padanya.
Ia sendiri meski punya nyali namun ia nggak sanggup melakukannya. Hidupnya terlalu baik dan nggak sanggup bebas, menyerupai burung dalam kandang yang indah. Dan sehabis ketemu Gorya, ia merasa ingin melaksanakan hal g#la. Gorya mungkin sanggup merubah hal yang selama ini nggak sanggup ia ubah. Karena itulah ia ingin menyaksikan lagi tampang berani yang melawan Thyme sewaktu itu.
Gorya tersenyum. Mira menampilkan sepatu pilihannya. Gorya merasa nggak nyaman. Sepatu mahal itu mungkin nggak cocok untuknya. Mira mengingatkan apa yang ia katakan tadi kalo nggak ada ungkapan nggak cocok. Ia kemudian mengumumkan suatu pepatah kalo sepatu yang anggun akan membawanya ke wilayah yang bagus. Gorya ingat kalo ayah juga pernah menyampaikan hal menyerupai itu.


Akhirnya Mira final menggubah performa Gorya. Dan sewaktu ia turun, semua mata tertegun melihatnya, tergolong Thyme. Ren aja hingga menutup bukkunya dan mengangkat penanya seakan mau memicu Gorya selaku objek gambarnya selanjutnya.
Gorya dan Mira menghampiri Ren. Ren menganggap kalo Itu terlihat sempurna untuknya. Gorya pikir yang dimaksud itu gaunnya tahunya ekspresi wajahnya. Thyme kayak nggak terima.. Secara sewaktu ia ngasih baju anggun dan kemewahan yang lain ke gorya, beliau pribadi nolak. Tapi ini???

Ren mengulurkan tangannya dan bertujuan untuk berdansa dengannya. Thyme tahu-tahu murka ke Ren.. Ia ngasih kartu merah ke Gorya namun kenapa Ren terus membantunya? Mira berupaya untuk menenangkan Thyme dengan menampilkan kalo Gorya terlihat manis dengan performa barunya.
Thyme kian murka dan bahkan hingga mendorong Mira. Bilang kalo itu bukan urusannya. Ren nggak terima dan minta Thyme untuk bicara kalo ia marah. Mira sama sekali nggak ada keterkaitannya dengan kendala mereka. Thyme kemudian menghantam Ren.

Tiba-tiba Gorya berteriak minta mereka berhenti. Ia mendorong Thyme dan nggak sengaja menciumnya. Dih siapa pun terkejut lihatnya. Thyme mendorong Gorya. Ia megangin bibirnya kayak syok banget, namun ada kayak raut tampang aib juga. Ternyata itu yaitu ciuman pertamanya. Nggak mau kian malu,, ia pun pergi dari sana.
Kavin hingga memuji Gorya di depan Kaning. Lah itu juga kan yaitu ciumannya pertamanya Gorya.
Bersambung…